Berita Surabaya

Tangis Mama Muda Lepas dari Kobaran Api, Nyaris Terpanggang hingga Naik Turun Loteng Bawa Balita

Seorang mama muda, Islamiyah (29), beserta seorang anaknya yang berusia 4 tahun, nyaris terpanggang dalam kebakaran kamar di bangunan kosan lantai 2.

Penulis: Luhur Pambudi | Editor: Sudarma Adi
TRIBUNJATIM.COM/LUHUR PAMBUDI
Saat petugas pemadam kebakaran DPKP Kota Surabaya berjibaku memadamkan kebakaran di bangunan kosan dua lantai, Jalan Raya Jetis Kulon I, Wonokromo, Surabaya, Jumat (20/1/2023) sore. 

Laporan Wartawan Tribun Jatim, Luhur Pambudi

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Seorang mama muda, Islamiyah (29), beserta seorang anaknya yang berusia empat tahun, dimana mama muda ini nyaris terpanggang dalam kebakaran kamar kos dua lantai, Jalan Raya Jetis Kulon I, Wonokromo, Surabaya, Jumat (20/1/2023) sore. 

Nasib nahas tersebut tentu bakal menimpa keduanya, seandainya mereka terlambat keluar menyelamatkan diri dari bangunan berukuran luas 10 m x 40 m yang nyaris dilumat si jago merah itu. 

Sekitar pukul 15.00 WIB, kamar berukuran 3 m x 3 m yang biasa ditempatinya untuk istirahat bersama sang suami dan seorang anaknya itu, tiba-tiba terbakar pada bagian langit-langitnya, hingga merambat ke semua benda-benda perabotan di dalamnya. 

Baca juga: Klenteng Poo An Kiong Kota Blitar Masih Dibangun Pasca Kebakaran, Perayaan Imlek Pindah di Ruko

Islamiyah dan suaminya, Novalindo merupakan penjaga yang dipekerjakan oleh juragan si pemilik kos, guna menjadi penanggungjawab bangunan kosan khusus cowok yang berisi 26 kamar di lantai dua dan empat kamar di lantai dasar. 

Selama menjalankan tugas dan tanggungjawab tersebut, keduanya diberikan fasilitas tempat tinggal di sebuah kamar kos berukuran 3 m x 3 m, sebuah kamar yang pada sore hari itu, ketiban apes, mengalami insiden kebakaran. 

Baca juga: Percepat Penanganan Kebakaran, 2 Pos Damkar Baru Dioperasikan Pemkab Kediri, Ini Lokasinya

Seraya terus menyeka air matanya yang terus membasahi pipi, perempuan berambut pendek itu, mengaku baru menyadari kamarnya itu terbakar setelah mendengar sekali suara ledakan keras dari dalam kamar. 

Saat itu dirinya sedang berada di kursi ruang tamu depan kamar yang berdekatan dengan pintu utama dan area parkir kosan, untuk menjaga sang buah hati yang sedang tidur siang. 

Ledakan keras dari dalam kamar itu sontak membuyarkan kenyamanan keduanya di area ruang tamu tersebut.

Islamiyah yang merasa firasatnya tak enak, buru-buru membangunkan sang anak, lalu menggendongnya untuk diajak mencari sumber suara aneh yang mengganggu tersebut. 

Saat mencoba melongok ke area dalam kamarnya, dan melihat kobaran api sudah menggelayuti plafon kamar bak renda-renda bunga bermekaran berwarna merah membara. 

Islamiyah pun sontak berlarian menuju ke kamar mandi yang berada di ujung lorong lantai dasar untuk memadamkan kobaran api menggunakan kain handuk yang dibasahi air lalu melemparkannya ke arah titik api. 


"Terdengar suara ledakan 1 kali saya kira suaran ban truk. Lalu aku ambil handuk aku ceburin ke kamar mandi, ternyata kipas (yang terbakar) ada di atas, kan kipasnya ada 2 (satu kipas di atas, satu kipas lainnya di bawah)," ujar wanita berbaju ungu itu saat ditemui TribunJatim.com di lokasi. 

Menyadari penanganan pertama dalam situasi kedaruratan tersebut, tak banyak membuahkan hasil. Islamiyah pun bergegas berlarian hingga naik ke lantai dua melalui anak tangga untuk mengambil tabung alat pemadam api ringan (APAR). 

Setelah berhasil memperoleh tabung yang dicari, hingga menyeretnya ke lantai bawah, bukannya solusi yang didapatinya. Malah, Islamiyah mendapati masalah baru. 

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved