Berita Surabaya

Tangis Mama Muda Lepas dari Kobaran Api, Nyaris Terpanggang hingga Naik Turun Loteng Bawa Balita

Seorang mama muda, Islamiyah (29), beserta seorang anaknya yang berusia 4 tahun, nyaris terpanggang dalam kebakaran kamar di bangunan kosan lantai 2.

Tayang:
Penulis: Luhur Pambudi | Editor: Sudarma Adi
TRIBUNJATIM.COM/LUHUR PAMBUDI
Saat petugas pemadam kebakaran DPKP Kota Surabaya berjibaku memadamkan kebakaran di bangunan kosan dua lantai, Jalan Raya Jetis Kulon I, Wonokromo, Surabaya, Jumat (20/1/2023) sore. 

Mama uda dengan tinggi tubuh sekitar 160 cm itu, sepersekian detik di tengah kepanikan yang menderanya itu, lantas tersadar bahwa dirinya tidak tahu cara menggunakannya. 

"Lalu saya lari naik ke lantai atas mengambil tabung merah APAR. Saya enggak tahu cara pakainya. Saya udah minta tolong ke orang-orang tapi orang-orang enggak mau," jelasnya. 

Dan, selama momen serba diburu waktu dan panik itu. Islamiyah ternyata terus membawa sang anak yang masih balita tersebut dengan sesekali harus menggendongnya, ke sana ke mari, hingga akhirnya bala bantuan dari petugas pemadam kebakaran yang ditelpon warga tiba. 

"Anakku usia 4 tahun. Jadi dia aku tarik aku lepas. anakku saya suruh keluar enggak mau. Jadi waktu aku ambil air anakku di sampingku, terus anakku. Sampai ke atas aku ambil semprotan pemadam anakku juga ikut. Pokoknya anakku ikut terus," ungkapnya, dengan suara terbata-bata menahan tangisnya. 

Islamiyah menduga kuat bahwa penyebab kebakaran yang terjadi di kamar kosan tempatnya tinggal disebabkan karena korsleting kipas angin. 

Dan ia memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden kebakaran tersebut.

Lantaran kosan tersebut dalam keadaan kosong, karena semua penghuni sedang bekerja. 

"Iya korsleting di kabel kipasnya itu. Itu kosan laki-laki khusus bukan kosan campur," pungkasnya. 

Sementara itu, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya Dedik Irianto menerangkan, pihaknya mengerahkan 10 truk pemadam kebakaran berbagai jenis, untuk memadamkan kebakaran tersebut. 

Api pokok padam dinyatakan padam sekitar pukul 15.57 WIB. Pengecekan selesai dan objek rumah kosan dinyatakan kondusif pukul 16.50 WIB. 

"Yang terbakar kos-kosan 1 kamar di lantai 1. Sedangkan, untuk lantai 2 aman. Sebab kebakaran karena kipas angin (diduga korsleting)," jelas Dedik dalam keterangan tertulisnya. 

Pantauan TribunJatim.com sekitar pukul 15.30 WIB. Petugas pemadam kebakaran yang melakukan pemadaman di dalam ruangan dilengkapi dengan peralatan pernafasan khusus dan tabung oksigen pada seragam mereka. 

Kepulan asap hitam bebal masih terpantau memenuhi area dalam bangunan dua lantai tersebut.

Petugas juga memanfatkan alat penghisap asap atau blower untuk menyingkirkan asap hitam sisa kebakaran yang masih berkemelut di dalam ruangan bangunan tersebut. 

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved