Berita Surabaya
459 Anggota PPS di Surabaya Dilantik dan Diambil Sumpah, Siap Bertugas di 153 Kelurahan
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Surabaya Nur Syamsi resmi melantik Panitia Pemungutan Suara (PPS) untuk Pemilu 2024, Selasa (24/1/2023). Usai dilant
Penulis: Bobby Constantine Koloway | Editor: Ndaru Wijayanto
Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Bobby Koloway
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Surabaya Nur Syamsi resmi melantik Panitia Pemungutan Suara (PPS) untuk Pemilu 2024, Selasa (24/1/2023). Usai dilantik, mereka akan langsung bertugas di 153 kelurahan.
Pelantikan dilakukan di Balai Kota Surabaya dengan dihadiri Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi.
"Setelah resmi dilantik hari, mereka bisa langsung bertugas di masing-masing kelurahan," kata Nur Syamsi seusai pelantikan.
Satu di antara tugas perdana masing-masing PPS tersebut adalah merekrut Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (Pantarlih).
Selain membantu tugas PPS, Pantarlih juga menyelenggarakan pendaftaran pemilih/jumlah penduduk.
Petugas Pantarlih akan bekerja cepat dalam menyiapkan data pemilih.
"Petugas pantarlih ini akan memverifikasi data pemilih di setiap rumah masyarakat," katanya.
Nantinya, jumlah pantarlih akan disesuaikan dengan jumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS). "Jumlah Pantarlih adalah satu di tiap TPS," katanya.
Baca juga: KPU Trenggalek Lantik 471 PPS Terpilih, Diwarnai Desa Kekurangan Pendaftar hingga Pengunduran Diri
Saat ini, KPU Surabaya telah mengusulkan jumlah TPS sebanyak 8.160 unit. Jumlah tersebut naik dibanding jumlah TPS di pemilu sebelumnya yang baru mencapai 8.146 unit.
"Mudah-mudahan disetujui KPU RI. Sebab, berdasarkan aturan maksimal pemilih di tiap TPS adalah 300 pemilih," katanya.
Syamsi menerangkan, ada sejumlah penyebab kenaikan jumlah TPS tersebut.
Di antaranya, sebaran penduduk yang meningkat di masing-masing wilayah. "Berdasarkan hitungan kami, usulan tersebut telah sesuai dengan regulasi," katanya.
Baca juga: Selang Beberapa Jam, KPU Sumenep Ubah Hasil Seleksi Tes Tulis PPS, Jumlah yang Lulus Bertambah
Wali Kota yang turut hadir dalam pelantikan berpesan agar para petugas bisa menjaga integritas dalam bertugas. Menurutnya, integritas seorang petugas akan menentukan kualitas pemilu.
Hal ini pula yang membuat pihaknya memperbolehkan pelantikan dilakukan di Balai Kota. Dengan berasa di Balai Kota, maka petugas ingat tugasnya untuk memfasilitasi rakyat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Prosesi-pengambilan-sumpah-pada-proses-pelantikan-Panitia-Pemungutan-Suara-PPS.jpg)