Berita Viral

Polisi yang Diperas Polisi Minta Maaf ke Kapolri, Bripka Madih Undurkan Diri Meski Cinta, 'Keadilan'

Bripka Madih baru-baru ini akhirnya minta maaf ke Kapolri. Tak hanya itu, Bripka mengaku juga sudah mengundurkan diri sebagai polisi.

Tayang:
Penulis: Ani Susanti | Editor: Arie Noer Rachmawati
YouTube Kompas Tv - Tribunnews
Bripka Madih, polisi yang diperas polisi minta maaf ke Kapolri, Senin (6/2/2023). 

TRIBUNJATIM.COM - Kasus Bripka Madih, polisi yang diperas polisi kini menjadi sorotan.

Bripka Madih baru-baru ini akhirnya minta maaf ke Kapolri.

Tak hanya itu, Bripka Madih mengaku juga sudah mengundurkan diri sebagai polisi.

Apa isi permintaan maafnya?

Diberitakan sebelumnya Bripka Madih, seorang anggota Provost yang berdinas di wilayah Polres Metro Jakarta Timur, mengaku diperas rekan seprofesinya sendiri.

Madih mengungkapkan dia dimintai sejumlah uang oleh oknum penyidik Polda Metro Jaya, ketika melaporkan peristiwa penyerobotan tanah yang dilakukan pihak pengembang perumahan pada 2011 lalu.

"Saya ingin melaporkan penyerobotan tanah ke Polda Metro Jaya, malah dimintai biaya penyidikan sama oknum penyidik dari Polda Metro," ungkap Madih saat dikonfirmasi, Kamis (2/1/2023).

Baca juga: Suami Bripka R Tak Terima Istrinya dan Brigadir W Tak Dipecat Pasca Digerebek, Seprai Jadi Bukti

Tak hanya dimintai sejumlah uang, oknum polisi yang menerima laporan Bripka Madih, juga diduga meminta tanah seluas 1.000 meter persegi.

Bahkan, oknum penyidik meminta Bripka Madih untuk memberikan tanahnya sebagai bentuk 'hadiah'.

"Dia berucap Rp 100 juta dan hadiah tanah 1.000 meter persegi. Saya sakit dimintai seperti itu," ungkap Bripka Madih.

Meski telah bertahun-tahun kasus ini berjalan, hingga kini laporan Bripka Madih tak kunjung dilayani, sementara perumahan tersebut sudah dibangun.

Baca juga: Sosok Bripka Budiman, Polisi Polda Jatim yang Tolong Ibu dan 2 Anaknya yang Terlantar di Jalan

Ia pun mengaku kini dirinya masih ingin memperjuangkan apa yang menjadi haknya.

Terlebih, tanah milik orang tuanya memiliki luas hingga ribuan meter.

"Girik di nomor C 815 seluas 2.954 meter diserobot perusahaan pengembang perumahan. Sementara Girik C 191 seluas 3.600 meter diserobot oknum makelar tanah," pungkas Bripka Madih.

Baca juga: Diselingkuhi Bripka HK, Kini Bhayangkari IS Berjuang Jualan Nasi Bakar, Langsung Banjir Dukungan

Baru-baru ini Bripka Madih yang mengaku tanahnya diserobot, serta diperas pihak kepolisian, nyaris banjir air mata di Polda Metro Jaya.

Matanya seketika berkaca-kaca saat berbicara di depan awak media usai diperiksa penyidik pada Minggu (5/2/2023).

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved