Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Lirik Lagu

Makna Lirik Lagu Asmalibrasi - Soegi Bornean yang Memadukan Bahasa Indonesia, Jawa dan Sansekerta

Aakhir-akhir ini di Twitter mulai ramai dibahas liriknya karena disebut aneh. Jadi apa makna lirik lagu Asmalibrasi versi pembuatnya?

|
Editor: Elma Gloria Stevani
YouTube/MusixMatch
Lagu Asmalibrasi bercerita tentang perjalanan kompromi dan komitmen cinta dari sejoli. 

"Sang garwa pembage sang pelipur lara nyanyikan kidung setia. Itu pasangan, suami atau istri yang menjadi tempat untuk berbagi. Menemani dalam kondisi apapun dan menua bersama," jelasnya.

Kosakata yang ada di KBBI yang jarang digunakan dalam sebuah lirik atau kalimat juga dipilih, antara lain Kidung, Renjana, Binar, dan Pelipur.

"Diksi yang kami pakai memang tidak biasa bagai beberapa atau banyak orang, tapi diksi seperti itu sengaja kami pakai sebagai ciri atau kekuatan dari karya kami. Sengaja pendengar kami buat penasaran hingga nantinya mencari tahu arti kata tersebut," ujarnya.

Jadi apa makna lirik lagu Asmalibrasi versi pembuatnya?

Erick menjelaskan Asmalibrasi bercerita tentang perjalanan kompromi dan komitmen cinta dari sejoli.

Namun Erick menegaskan tidak membatasi apapun bentuk respons dari pendengar soal pemaknaan lagu itu.

"Asmalibrasi bercerita tentang rasa cinta berlebih tentang sepasang kekasih, yang memuat perihal komitmen dan kompromi. Dan seperti layaknya lagu cinta lainnya Asmalibrasi sengaja dijejali dengan beberapa majas yang mengandung rayuan dan compliment untuk si pasangan. Selebihnya lagu Asmalibrasi akan tumbuh dengan interpretasi para pendengarnya sendiri, dengan jujur dan apa adanya, apapun bentuk respon dari Asmalibrasi adalah bentuk dari pencapaian karya itu sendiri," jelas Erick.

"Yang ingin disampaikannya bahwa komitmen dan kompromi adalah kunci dalam menjalin hubungan. Itu sebagai landasan untuk menuju kebahagiaan yang dicapai," imbuhnya.

Tanggapan Pro-Kontra Lirik Asmalibrasi

Erick mewajari apapun pandangan pendengar soal lagu-lagu mereka. Pro kontra pada sebuah karya merupakan hal biasa, ia menyebutkan yang terpenting karya mereka dibawakan dengan tulus agar sampai ke pendengar.

"Kami tidak bisa memaksa semua orang memandang karya ini sesuai yang kami ingin. Tapi kami percaya karya yang tulus akan sampai ke pendengarnya dengan baik. Pro dan kotra wajar saja, itulah karya, punya sudut pandang yang berbeda dari setiap penikmatnya," kata Erick.

Berbagai tanggapan yang ada ia anggap sebagai bentuk kepedulian dari karya Soegi Bornean. Hal positif yang bisa diambil salah satunya karya anak-anak Semarang itu makin tersebar luas.

"Tanggapan dari kawan-kawan yang membuat karya kami jadi perbincangan banyak orang, kami menganggapnya sebagai bentuk kepedulian terhadap karya kami. Positifnya lagi karya kami bisa tersebar semakin luas. Kami juga jadi tahu sudut pandang orang lain dalam mengintrepertasikan karya kami. Itu juga menjadi salah satu energi bagi kami untuk terus melahirkan karya-karya lagi," ujarnya.

Band indie yang punya ciri khas manggung tanpa alas kaki ini sudah membawakan Asmalibrasi ke berbagai daerah lewat turnya, Atma Berdua Tour. Mereka juga sudah punya fans bernama Kawan Bersoegiria. Desember 2022 lalu, mereka juga sempat manggung di Taiwan.

"Perjalananan Asmalibrasi sebelum akhirnya dikenal banyak pendengar, kami membawakan lagu itu di setiap Gigs. Kami mempromosikan secara independen. Kemudian kami melakukan tur delapan kota di Jawa untuk lebih mengenalkan Asmalibrasi dan lagu karya kami lainnya seperti Pijaraya, Saturnus, Haribaan, Bait Perindu, Kala, Samsara, Raksa, Semenjana dan lainnya, yang bertajuk Atma Bersua Tour," ujar Erick.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved