Berita Jatim
Kunjungi Jatim, Ketua BPKN RI Singgung Kasus Wahyu Kenzo: Crazy Rich Nyata Ibarat Pohon Jati
Sebutan Crazy Rich atau orang yang memiliki kekayaan melimpah ternyata turut dipantau oleh Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) RI.
Penulis: Fikri Firmansyah | Editor: Ndaru Wijayanto
Laporan Wartawan TribunJatim.com, Fikri Firmansyah
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Sebutan Crazy Rich atau orang yang memiliki kekayaan melimpah ternyata turut dipantau oleh Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) RI.
Tidak terkecuali, kasus Wahyu Kenzo, sebagai Crazy Rich asal Surabaya yang merupakan tersangka atas kasus investasi Robot Trading, Auto Trade Gold (ATG), hingga merugi sekitar sembilan miliar rupiah.
Saat ditemui Tribun Jatim di Kantor Disperindag Jatim, Ketua Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) RI, Rizal E. Halim berharap agar masyarakat harus cerdas melihat fenomena crazy rich.
"Jangan asal-asalan menyebut seseorang sebagai crazy rich. Karena dampaknya ya seperti banyak kasus saat ini. Karena banyak orang menilai mereka kaya raya, kemudian mereka begitu yakin untuk melakukan investasi atau pun ikutan gabung dengan perusahaan maupun usaha yang crazy rich jalankan," ungkap Rizal kepada Tribun Jatim. Selasa (14/3/23).
Menurutnya, banyaknya orang berstatus crazy rich yang menjadi tersangka kasus penipuan merupakan tanggung jawab banyak pihak.
Baca juga: SOSOK dan Biodata Wahyu Kenzo, Crazy Rich Surabaya Ditangkap karena Investasi Bodong, Founder ATG
Baca juga: Gelagat Istri Wahyu Kenzo seusai Diperiksa Polisi, Ngacir Tinggalkan Polresta Malang Kota
"Fenomena crazy rich ini tanggung jawab semua pihak. Jadi tidak hanya masyarakat awam, tapi juga pemerintah, aparat, bahkan media pun turut ikut bertanggung jawab. Kenapa tanggung jawab banyak pihak? Karena kita harus analisis dari awal. Kenapa seseorang bisa disebut crazy rich. Kok kenapa tidak dari dulu. Siapa yang memulai untuk menyebutnya sebagai crazy rich," jelasnya.
Bagi Rizal, meskipun seseorang crazy rich yang sesungguhnya itu ada, tapi saat ini banyak yang palsu.
"Masa tiba-tiba jadi orang kaya raya dadakan. Usaha yang dikeluti hanya sedikit dan belum berkecimpung sangat lama. Bukan pula karena warisan orang tua atau privilege orang tua. Kan gak mungkin."
Baca juga: Karangan Bunga Dukungan Wahyu Kenzo Muncul di Malang, Bertulis Save ATG hingga Sehat Selalu Kapten
"Jadi maksud saya ada crazy rich penipu itu ada. Tapi crazy rich yang sungguhan itu juga ada sekalipun dia gak kerja atau kerja iseng-isengan. Ada orang kaya raya nyata memang di negeri ini sekalipun dia pengangguran tapi dana mereka dari privilege orang tua, ini bukan masalah. Yang masalah itu yang crazy rich penipu. Karena kita harus curiga. Jangan-jangan bisa saja terlibat pencucian uang atau sejenisnya, terlebih jika dibiarkan keberadaannya pun turut menipu banyak orang pula," terang Rizal.
Rizal menambahkan, sejatinya orang kaya nyata itu ibarat pohon jati.
"Benar, seperti satu diantara contoh yaitu privilege orang tua, kemudian juga usaha yang keras sejak lama. Hal ini semua kan ibarat Pohon jati. Bahwa pohon jati yang dipanen hari ini bukanlah di tanam kemarin sore. Melainkan lintas generasi," tandasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Ketua-BPKN-RI-Rizal-E-Halim-saat-dijumpai-Tribun-Jatim-Network-di-kantor-Disperindag-Jatim.jpg)