Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Berita Viral

Karaoke Berujung Maut, Pria Demak Tewas Dikeroyok sesama Pelanggan, Marah Lihat Mata Korban Melotot

Sebuah peristiwa karaoke berujung maut terjadi di Kabupaten Demak Jawa Tengah. Seorang pria bernama Rohmatullah (24) tewas karena aksi pengeroyokan.

Penulis: Ani Susanti | Editor: Januar
The Weekend Edition
ILUSTRASI Berita karaoke berujung peristiwa maut. Pria Demak tewas dikeroyok. 

"Korban yang sudah tidak berdaya ini, sempat melarikan diri keluar dari tempat karaoke ke area persawahan. Namun dalam pelariannya korban terjatuh di pinggir Jalan Lingkar Demak akibat kehabisan darah dan meninggal dunia," jelas Budi.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya itu, para tersangka dijerat dengan Pasal 170 tentang Pengeroyokan dan atau Pasal 351 KUHP Jo 338 KUHP tentang Pembunuhan, dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. 

Sebelumnya, seorang santri berinisal BT (16) tewas seusai dikeroyok oleh sembilan seniornya.

Pengeroyokan tersebut terjadi di Pondok Pesantren di Desa Campor, Kecamatan Geger, Madura pada Minggu (5/3/2023).

 Motif pelaku menggeroyok BT karena diduga korban mencuri sejumlah uang dan tak mau mengakuinya

Hal tersebut disampaikan oleh Kasatreskrim Polres Bangkalan, AKP Bangkit Dananjaya.

Ia pun membeberkan kronologi kejadian tersebut.

Baca juga: Keroyok Warga dengan Brutal, Empat Anggota Perguruan Silat di Tulungagung Diciduk Polisi

Rupanya aksi pengeroyokan itu dimulai dari laporan kehilangan uang di ponpes tersebut pada Minggu (5/3) silam.

Bahkan laporan kehilangan sejumlah uang itu terjadi dua kali di hari yang sama.

Kemudian pihak pengurus berupaya untuk menyelesaikan masalah tersebut dengan cara memanggil beberapa santri.

Satu di antara santri yang dipanggil adalah BT.

 Namun saat dicecar oleh seniornya, BT tak mengakui perbuatannya mencuri uang tersebut.

Baca juga: Tertangkap Sudah 4 Pesilat yang Keroyok Emak-emak di Tulungagung, Masih Remaja, Dicokok di Rumah

Dari situlah emosi pelaku tersulut hingga terjadi aksi pemukulan.

“Malam itu (Minggu) sekitar pukul 21.00 WIB, awalnya datang seorang santri melaporkan bahwa dua santri lainnya telah kehilangan uang sebesar Rp 300 ribu dan Rp 150 ribu di dalam kamarnya. Terjadi di hari yang sama,” singkat Bangkit kepada Tribun Jatim Network, Senin (13/3/2023).

AKP Bangkit mengatakan BT dianiaya oleh sembilan santri seniornya dengan tangan kosong.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved