Arti Kata
Arti Kata Itikaf, Dilakukan Rasulullah SAW Pada 10 Hari Terakhir Ramadan, Berikut Tata Cara Itikaf
Inilah arti kata Itikaf, tata cara, dan syarat melakukannya. Sunnah yang dianjurkan dilakukan pada sepuluh malam terakhir di bulan Ramadan.
TRIBUNJATIM.COM - Itikaf merupakan salah satu amalan yang dilakukan banyak umat Islam di bulan Ramadan.
Lantas apa arti kata Itikaf dan bagaimana tata caranya?
Berikut tersaji selengkapnya tentang arti kata, tata cara, dan syarat Itikaf.
Untuk diketahui, Itikaf merupakan sunnah yang dapat dilakukan setiap waktu.
Tetapi yang paling utama (afdhal), Itikaf dilakukan dalam bulan Ramadan.
Nah arti kata Itikaf adalah berhenti (diam) di dalam masjid dengan syarat-syarat tertentu, semata-mata niat beribadah kepada Allah.
Baca juga: JADWAL Buka Puasa Surabaya, Sidoarjo, Gresik, dan Malang Raya 13 Ramadan 1444 H, Selasa 4 April 2023
Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com
Lalu, bagaimanakah tata cara itikaf?
I’tikaf pada bulan Ramadan bisa dikatakan sebagai ruang perawatan khusus untuk menghilangkan kanker dosa dari dalam hati.
I’tikaf merupakan lingkungan khusus yang jauh dari noda dan kotoran dunia.
Konon Rasulullah SAW selalu melakukan i’tikaf pada 10 hari terakhir Ramadan.
Kemudian pada tahun di mana beliau meninggal dunia, beliau beri’tikaf selama dua puluh hari.
Ketika beliau tidak bisa i’tikaf, beliau kemudian menggantinya dengan i’tikaf sepuluh hari pertama di bulan Syawal.
Tindakan Rasulullah SAW itu merupakan bukti pentingnya ibadah i’tikaf.
Kesungguhan Rasululla SAWh untuk mengerjakan ibadah yang satu ini juga bisa menjadi motivasi untukmu melakukan hal yang sama.
Baca juga: JADWAL Buka Puasa Surabaya, Sidoarjo, Gresik, dan Malang Raya 13 Ramadan 1444 H, Selasa 4 April 2023
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/ilustrasi-ibadah-doa_20170920_091527.jpg)