Lebaran 2026

Kisah Pemudik Terjebak 18 Jam, Buka Puasa Hanya Air Putih, Anak Menangis karena Kelaparan

Selain rombongan tersebut juga terdapat ribuan kendaraan dari mobil pribadi hingga truk yang ikut terjebak macet selama berjam-jam.

Tayang:
Editor: Torik Aqua
via Tribun Jambi
MACET - Ilustrasi macet. Kisah pemudik terjebak macet selama 18 jam di dalam mobil. 

Ringkasan Berita:
  1. Pemudik Siti dan rombongan 10 mobil terjebak 18 jam, anak-anak sampai kelaparan dan stres.
  2. Jalintim Palembang–Jambi lumpuh total, terutama di Tungkal Jaya dan Tempino akibat kemacetan panjang.
  3. Kemacetan parah picu krisis logistik pemudik, polisi tutup akses Tol Baleno untuk atasi kepadatan.

 

TRIBUNJATIM.COM - Kisah rombongan pemudik yang terjebak kemacetan selama 18 jam.

Mereka terjebak selama berjam-jam di Jalan Lintas Timur Palembang–Jambi sejak Minggu (15/3/2026) sore hingga Senin (16/3/2026).

Selain rombongan tersebut juga terdapat ribuan kendaraan dari mobil pribadi hingga truk yang ikut terjebak macet selama berjam-jam.

Siti, seorang pemudik asal Bandung, Jabar, mengaku terjebak kemacetan selama 18 jam, tepatnya di kawasan Tungkal Jaya, Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, sejak Minggu (15/3/2026) sore.

Baca juga: Jatim Terpopuler: Ibu Muda Meninggal saat Cari Takjil Hingga Program KKN Unik di Mudik Lebaran

Ditemui Tribun Jambi di sebuah masjid, Siti menceritakan rombongan mereka yang terdiri dari 10 mobil dari Bandung tidak bisa bergerak selama berjam-jam.

Menurutnya, hanya dua mobil yang berhasil lolos dari kemacetan karena nekat melawan arus.

“Kami ada 10 mobil dari kemarin tidak bisa bergerak. Hanya dua yang lolos karena nekat melawan arus. Sudah parah, padahal mobil yang kecelakaan sudah dievakuasi, tapi masih macet,” ujarnya.

Anak Menangis Kelaparan, Orangtua Stres Buka Puasa hanya Air Putih

Ia mengatakan anak-anak di dalam mobil sempat menangis karena lapar.

Persediaan makanan yang dibawa rombongan juga habis sehingga mereka hanya berbuka puasa dengan air putih.

“Kami cuma minum air, tidak ada yang jualan di hutan-hutan itu. Anak-anak menangis, kami stres. Kami tidak berbuka puasa dengan nasi, baru sekitar jam 2 malam dapat nasi sisa sahur kemarin. Puasa dari sahur hampir sampai sahur lagi, terpaksa tidak puasa,” ungkapnya.

Mudik yang Melelahkan

Saat ini rombongan tersebut sudah kembali melanjutkan perjalanan menuju Pasaman, Sumatera Barat, dengan jarak tempuh yang masih cukup jauh.

Ia mengaku perjalanan mudik tahun ini terasa sangat melelahkan karena kemacetan panjang di jalur Palembang–Jambi.

Menurutnya, pada musim mudik tahun sebelumnya kondisi jalan memang ramai, namun tidak mengalami kemacetan separah kali ini.

“Tahun lalu hanya arus balik yang macet di Tungkal Jaya karena banjir,” katanya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved