Ramadan 2023

Tata Cara Melaksanakan Itikaf di Masjid pada Malam Ganjil 23 Ramadan, Disertai Waktu dan Durasinya

Itikaf dilaksanakan di malam ganjil pada 10 hari terakhir Ramadan. Adapun itikaf biasanya dilakukan di masjid secara berjamaah.

Tayang:
SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ
ITIKAF - Umat muslim membaca Alquran saat itikaf di Masjid Al Akbar Surabaya, Rabu (6/6) dini hari. Menginjak malam 21 Ramadan, Masjid Al Akbar Surabaya menggelar acara ibadah qiyamul lail, untuk memperoleh berkah Lailatul Qadar. 

TRIBUNJATIM.COM - Itikaf dilaksanakan di malam ganjil pada 10 hari terakhir Ramadan.

Adapun itikaf biasanya dilakukan di masjid secara berjamaah.

Ini merupakan satu amalan untuk meraih malam Lailatul Qadar.

Majelis Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah menjelaskan, itikaf adalah aktivitas berdiam diri di masjid dalam rentang waktu tertentu sembari melakukan amalan atau ibadah tertentu dengan mengharap rida Allah SWT.

"Ibadah ini termaktub dalam QS. Al Baqarah ayat 187, '... maka sekarang campurilah mereka dan carilah apa yang ditetapkan Allah untukmu, dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam, (tetapi) janganlah kamu campuri mereka itu, sedang kamu beri’tikaf dalam masjid. Itulah larangan Allah, maka jangan kamu mendekatinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia, supaya mereka bertaqwa,'" demikian dikutip dari laman resmi Muhammadiyah.

Baca juga: Cara Mendapatkan Lailatul Qadar Bagi Wanita Haid Penjelasan Buya Yahya, Lakukan Ibadah Ini di Rumah

Demikian, itikaf merupakan aktivitas ibadah yang telah disyariatkan berdasarkan Alquran dan hadis.

Waktu dan durasi itikaf

Dikutip dari Kompas TV, Kamis (13/4/2023), aktivitas itikaf dianjurkan untuk dilakukan setiap waktu pada bulan Ramadan.

Namun, terdapat keutamaan untuk melaksanakan itikaf pada 10 hari terakhir Ramadan.

Hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Umar dan HR Muslim menyatakan Rasulullah SAW selalu beritikaf pada 10 hari terakhir bulan Ramadan.

Mengenai durasi itikaf, terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama.

Ulama Al-Hanafiyah berpendapat itikaf dapat dilaksanakan dengan waktu yang sebentar, tetapi tidak menentukan batasan tempo.

Sedangkan ulama Al-Malikiyah berpendapat bahwa itikaf dilaksanakan minimal satu malam satu hari.

Majelis Tarjih Muhammadiyah sendiri berpendapat itikaf dapat dilaksanakan dalam beberapa durasi waktu tertentu.

Misal dalam waktu satu jam, dua jam, tiga jam dan seterusnya, dan boleh juga dilaksanakan dalam waktu sehari semalam (24 jam).

Baca juga: Apa itu Itikaf? Biasa Dilakukan di Masjid pada 10 Hari Terakhir Ramadan untuk Raih Lailatul Qadar

Sumber: TribunWow.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved