Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Berita Viral

Salat Id Ponpes Al Zaytun di Indramayu Jadi Sorotan, Shaf Berjarak, Jemaah Campur Wanita & Laki-laki

Salat Id Ponpes Al Zaytun di Indramayu tuai kontroversi, shaf berjarak, jemaah campur wanita dan laki-laki, aliran sesat?

Penulis: Alga | Editor: Mujib Anwar
Instagram/kepanitiaanalzaytun
Salat Id Ponpes Al Zaytun tuai kontroversi 

TRIBUNJATIM.COM - Belakangan cara salat Idul Fitri di Pondok Pesantren Al Zaytun yang berbeda menggegerkan media sosial (medsos).

Pasalnya ponpes yang terletak di Indramayu, Jawa Barat, tersebut menggelar salat Id dengan cara yang terbilang aneh.

Tampak dalam foto, shaf salat Idul Fitri tersebut renggang berjarak dan mencampurkan laki-laki dan perempuan.

Tak ayal netizen langsung ramai mengomentari salat Id di Ponpes Al Zaytun tersebut.

Baca juga: Warga Wonogiri Syok Rp8 Juta Ludes Sepulang Salat Ied, Sudah Lemas Sejak Lihat Kondisi Pintu Rumah

Dilansir dari akun Instagram @kepanitiaanalzaytun, tampak sangat jelas perbedaan salat Idul Fitri di Pondok Pesantren Al Zaytun.

"Kegiatan Perayaan Ied Al Fithri di Masjid Rahmatan Lil Alamin Al-Zaytun-Indonesia," tulis akun Ponpes Al Zaytun tersebut.

Unggahan foto salat Idul Fitri pada Sabtu, 22 April 2023, tersebut sontak memicu kontroversi.

Dalam foto tersebut, sangat jelas terlihat shaf paling depan ada seorang perempuan yang salat di tengah shaf laki-laki.

Tak hanya itu, jarak antar jemaah saat salat juga menarik perhatian karena terlihat sangat renggang.

Padahal kondisi saat ini sudah bukan pandemi Covid-19, sehingga harusnya saat menjalani salat berjemaah harus rapat barisannya.

Tak sampai di sana, para jemaah salat Id di Ponpes Zaytun tersebut juga terlihat kompak.

Mereka mengenakan setelan jas rapi dilengkapi kopiah hitam hingga sajadah yang sama.

Terlihat juga di samping para jemaah terdapat kursi yang telah disediakan.

Baca juga: Jemaah Muslim di 1 Kabupaten ini Tak Gelar Salat Id, Ustaz Mudik ke Kampung, Akhirnya Patroli Saja

Adapun khotbah Idul Fitri disampaikan oleh Prof Abdussalam Rasyidi (AS) Panji Gumilang.

Panji Gumilang sendiri adalah pendiri Ponpes Al Zaytun di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, pada 13 Agustus 1996.

Dari foto lainnya, terlihat jemaah perempuan juga ikut mendengarkan tausiah Panji Gumilang.

Mereka mendengarkan tausiah dengan duduk di kursi posisi paling depan di antara jemaah laki-laki.

Tentu saja bercampurnya jemaah laki-laki dan perempuan dalam satu shaf menimbulkan kontroversi bagi netizen.

Baca juga: Aksi Polisi Salat di Pinggir Jalan Tol saat Pantau Arus Mudik Lebaran Viral, Tak Bisa Tinggalkan Pos

Sontak foto tersebut langsung jadi perbincangan netizen di media sosial.

Sebagian besar mempertanyakan cara beribadah salat Idul Fitri di Ponpes Al Zaytun tersebut.

Tak sedikit netizen yang mengaku tak tahu adanya aliran yang melaksanakan salat berjarak seperti Ponpes Al Zaytun tersebut.

Bahkan sejumlah netizen menilai aliran Ponpes Al Zaytun menggelar salat Id berjarak tersebut sebagai sesat.

Ada juga netizen yang membandingkan dengan cara salat Id Ponpes Al Zaytun tersebut dengan salat Id yang digelar Muhammadiyah hingga NU.

"Izin tanya, Al-Zaytun itu aliran Islam apa ya, kok perempuan bisa shalat di antara laki-laki dan di saf paling depan juga?

Soalnya saya sendiri baru tau ada organisasi ini.

Mohon penjelasannya bagi yang paham," komentar netizen.

"Ini ponpes udah di anggep sesat sama mui, muhammadiyah, nu bahkan dah diminta untuk diselidiki. kalo masih berdiri, artinya ponpes ini nyetor duit banyak coy ke pemerintah," jelas netizen yang lain.

"Selama 23 tahun baru kali ini saya liat orang sholat renggang gitu, terus pake kemeja sama jas kaya orang mau ibadah ke gereja, Tapi ini pake Peci. Agak Laen," tulis seorang netizen lain.

"ibadah atau seminar? perempuan dicampur shafnya sama laki-laki, udah gitu imamnya ada 3, ngikutin konsep trinitas agama sebelah?" tulis akun @beosaurus.

"Udah gak heran, sejak dulu dikenal sesat... Tp heran nya banyak yg mondok disana," komenat netizen lainnya.

"Aliran apa lg ini? Ada ibu2 d shaf depan, shafny renggang2 kyk lg marahan," tulis netizen yang lain.

"Kok ibunya di barisan laki sih buk, solat apa struktur organisasi," tulis akun @zeer0_jellybean.

"itu gimana ceritanya perempuan bisa paling depan saf nya," tulis akun @soe_siloo.

Hingga saat ini, kolom komentar unggahan tersebut dinonaktifkan lantaran banyak mengundang komentar dari netizen.

Sementara itu, hingga artikel ini dimuat, belum ada keterangan terkait gelaran salat Id di Pondok Pesantren Al Zaytun tersebut.

Sementara itu dijelaskan jika shaf paling baik bagi wanita adalah di belakang, sedangkan pria di depan.

"Kita sebagai seorang Muslim, sudah seharusnya memahami bahwa kita harus mengikuti contoh yang sudah diberikan oleh Nabi Muhammad.

عَنْ مَالِكِ بْنِ الْحُوَيْرِثِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «صَلُّوا كَمَا رَأَيْتُمُونِي أُصَلِّي»، رَوَاهُ البُخَارِيُّ.

Dari Malik bin Al-Huwairits radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, "Shalatlah kalian (dengan cara) sebagaimana kalian melihatku shalat." (HR Bukhari) [HR Bukhari, no 628 dan Ahmad, 34:157-158]

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, "Sebaik-baiknya shaf laki-laki adalah yang pertama, dan sejelek-jeleknya adalah yang terakhir. Sedangkan sebaik-baiknya shaf perempuan adalah yang terakhir dan yang paling jeleknya adalah yang pertama." [HR Muslim, no 440]

sedangkan dalil merapatkan meluruskan barisan dalam shaf shalat:

dari Anas radhiyallahu ‘anhu berkata, "Iqamah shalat telah dikumandangkan, lalu Rasulullah menghadap kami kemudian berkata, ‘Luruskanlah dan rapatkanlah shaf-shaf kalian karena aku dapat melihat kalian dari belakang punggungku.’" [HR. Bukhari, no 719 dan Muslim, no 434].

Semoga Allah melindungi kita dan juga anak-anak keturunan kita dari pemahaman yang tidak berdasarkan apa yang di contohkan oleh Rasulullah

Informasi lengkap dan menarik lainnya di GoogleNews TribunJatim.com

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved