Berita Blitar

Malam-malam Pria Blitar ini Ada di Tempat Gelap, Kabur saat Disapa Warga, Endingnya Tewas Dimassa

Dicurigai akan berbuat jahat, DR (40), warga Kelurahan Ploso Kerep, Kecamatan Sanan Wetan, Kota Blitar, Kamis (4/5/2023) malam tewas dimassa.

Penulis: Imam Taufiq | Editor: Sudarma Adi
TRIBUNJATIM.COM/IMAM TAUFIQ
Petugas malam itu langsung melakukan olah TKP dan petugas lainnya membawa korban ke rumah sakit 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Imam Taufiq

TRIBUNJATIM.COM, BLITAR - Dicurigai akan berbuat jahat, DR (40), warga Kelurahan Ploso Kerep, Kecamatan Sanan Wetan, Kota Blitar, Kamis (4/5/2023) malam atau menjelang tengah malam, jadi korban aksi kekerasan massa.

Celakanya, aksi main hakim sendiri itu akhirnya membuat korban tak tertolong nyawanya karena tewas saat perjalanan ke RSUD Mardi Waluyo, Kota Blitar.

"Kami masih menyelidiki kejadian itu dan saat ini kami sudah memeriksa beberapa saksi," kata AKP M Burhanudin, Kapolsek Garum.

Dari keterangan beberapa saksi yang sudah diperiksa, menurut Burhanudin, kejadian main hakim sendiri itu terjadi sekitar pukul 23.30 WIB.

Baca juga: Gelar Aksi di Gedung DPRD Kota Blitar, Puluhan Mahasiswa Desak Pengesahan RUU Perampasan Aset

Itu bermula dari kejadian yang tidak direncanakan karena malam itu memang suasana di Kelurahan Bence, Kecamatan Garum, lagi sepi. Sebab, warga sudah banyak yang sudah tidur dan rumahnya sudah banyak yang tertutup.

"Meski daerah itu dekat kota namun karena sudah menjelang tengah malam, ya sepi," ujarnya.

Di saat suasana kampung itu sepi, entah apa tujuannya, DR berada di kampung itu dan berjalan sendiri di tengah keheningan malam yang sunyi.

Apesnya, saat korban berada di dekat kandang kambing milik warga setempat, ada orang lain yang memergokinya.

Meski keberadaan korban belum masuk ke kandang kambing itu, namun oleh warga yang melihatnya itu, keberadaan korban dianggap mencurigakan. Sebab, pria ada di tempat gelap sendirian dan bukan warga setempat.

"Informasinya, korban disapa oleh orang yang melihatnya itu. Mungkin, tak ada maksud lain karena hanya disapa dengan mengatakan yang wajar (ada apa kok di situ)," ujarnya.

Baca juga: Dinkes Kota Blitar Siapkan Rp 7 M untuk Renovasi Puskesmas Sukorejo, Tambah Ruang Bersalin dan UGD

Celakanya, saat disapa itu, korban bukan menjawab melainkan malah pergi. Ia berjalan cepat ke arah jalan kampung yang menuju ke jalan tengah perkampungan ramai atau masih berjarak sekitar 2 km dari arah jalan raya Malang-Blitar.

Melihat tindakan korban seperti itu, ada warga yang curiga dengan kepergian korban yang dianggap mencurugakan tersebut. Entah siapa yang berteriak, korban diteriaki maling-maling hingga mengundang warga lainnya berdatangan.

Hanya hitungan menit, warga yang sudah banyak yang tidur itu akhirnya semburat keluar rumah untuk menuju ke arah suara teriakan teesebut. "Selain sudah malam dan ditambah di desa sehingga suara teriakan apapun akan cepat direspons warga. Apalagi, ada teriakan seperti itu sehingga dengan mudah membangunkan warga," tuturnya.

Karena warga dengan cepat berkumpul sehingga dengan mudah menangkap korban. Hanya hitungan meter, korban ditangkap dan tanpa diketahui siapa yang mengomando, warga menghajarnya hingga korban tak berdaya dan pria tewas dimassa.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved