Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Berita Entertainment

Uya Kuya Ditelpon 19 Orang Imbas Bahas Lapas Bareng Tyo Pakusadewo, Disuruh Minta Maaf: Nggak Mau

Uya Kuya dan Tyo Pakusadewo dihubungi sejumlah pihak setelah membuat konten membahas sisi lain Lapas.

YouTube Uya Kuya
Uya Kuya bersama Tyo Pakusadewo membahas sisi lain Lapas. 

Sadar akan risiko yang dihadapi, Uya Kuya sebagai pemilik channel YouTube mengungkap alasannya tetap mengunggah konten tersebut.  

"Kalau kita enggak posting, nanti enggak bisa jadi bahan masukan buat instansi terkait untuk bersih-bersih," kata Uya Kuya. 

Baca juga: Uya Kuya Panik Tahu Cinta Kuya Alami Kecelakaan Mobil saat Lagi Sekolah di Amerika: Ditabrak

Cerita Kehidupan Tyo Pakusadewo di Penjara

Diketahui Tyo Pakusadewo menceritakan kehidupan yang pernah dilaluinya selama berada di dalam penjara karena kasus narkoba.

Mulai dari nasi keras yang diberikan untuk makan sehari-hari hingga air kotor dalam penjara yang buat penghuni sel bisa terkena penyakit kulit.

"Napi semua tahu, sebutannya nasi cadong. Nasi cadong itu lima menit pertama masih mungkin untuk dimakan, karena masih anget," ujar Tyo Pakusadewo dikutip dari YouTube Uya Kuya Tv, via Kompas.com.

"Tapi kalau udah dibuka termosnya, udah kena angin, lima menit berikutnya dia udah kayak bola bekel, kenyal, susah lah. Enggak tahu jenis nasinya apa," lanjutnya.

Disebutkan juga oleh Tyo Pakusadewo, ada kantin di dalam penjara yang menyediakan makanan lebih layak, hanya saja penghuni sel harus membelinya.

"Ada kantin, kayak nasi Padang, semua makanan yang enak-enak ada, napi boleh makan di situ tapi bayar," ucap Tyo Pakusadewo.

"Harganya harga Kebayoran Baru lah, antara masuk akal dan enggak masuk akal," imbuhnya.

Bukan soal makanan saja, Tyo Pakusadewo juga mengatakan kualitas air di dalam penjara berbeda antara napi kelas bawah dengan kasus narkoba atau kejahatan lain dengan napi di blok tipikor.

"Di penjara itu kan airnya enggak bersih, apalagi blok-blok narkoba, blok kriminal," kata Tyo Pakusadewo.

"Kalau blok koruptur, tipikor namanya, masing-masing kamarnya itu ada saringannya, jadi airnya bersih," sambungnya.

Begitu kotornya air, disebutkan Tyo Pakusadewo sudah bukan jadi hal baru lagi ketika melihat napi mengalami sakit kulit yang mereka sebut sebagai rabi.

"Karena kekacauan air, kita sering kena penyakit penjara, namanya rabi. Rabi itu penyakit kulit, jadi gatel tuh, enggak bisa berhenti (gatal), gara-gara air," jelas Tyo Pakusadewo.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved