Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Berita Persebaya Surabaya

Cak Eri dan Azrul Ananda akan Bertemu Kementerian Minta Izin Penggunaan Stadion GBT untuk Persebaya

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi akan bertemu Kementrian PUPR untuk meminta izin penggunaan Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) sebagai kandang Persebaya.

Penulis: Khairul Amin | Editor: Taufiqur Rohman
Tribun Jatim Network/Bobby Constantine Koloway
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi bertemu manajemen Persebaya serta perwakilan Bonek, Selasa (9/5/2023). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Bobby Constantine Koloway

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi akan bertemu dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Kamis (11/5/2023).

Dia akan meminta izin penggunaan Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) sebagai kandang Persebaya Surabaya.

Rencana terdekat, GBT akan digunakan sebagai lokasi pertandingan pra-musim Persebaya.

Yakni, pada laga melawan Bali United, Minggu (28/5/2023) dan Persija Jakarta, Minggu (18/6/2023).

Tak sendiri, Wali Kota Eri akan menghadap Kementerian bersama Presiden Persebaya, Azrul Ananda.

Kesepakatan ini diperoleh setelah Pemkot Surabaya bertemu manajemen Persebaya serta perwakilan Bonek, Selasa (9/5/2023).

Baca juga: Laga Pramusim Sambut HUT Kota Surabaya, Persebaya Lawan Juara Liga 1 2021 di GBT, Catat Jadwalnya

Wali Kota Eri menegaskan proses perizinan menjadi kewenangan pemerintah pusat.

Sebab, saat ini proses perawatan telah berlangsung.

Kontrak perawatan dengan Kementerian PUPR hingga 20 Juni.

"Stadion ini saat ini menjadi kewenangan Kementerian PUPR," kata Cak Eri sesuai pertemuan.

Perawatan stadion yang dimaksud di antaranya terkait instalasi rumput berskala internasional dengan menggunakan Mesin Pitch Stitching atau mesin jahit rumput.

Seharusnya, pemasangan di GBT selesai pada pertengahan April lalu.

Namun, karena terkendala kondisi stadion yang belum bisa dipasangi rumput, alat lantas dipindahkan ke Stadion Manahan Solo.

"Di Solo ternyata sekarang sudah selesai," katanya.

Pihaknya mendapatkan kabar, bahwa Mesin Pitch Stitching lantas akan dipindahkan ke Jakarta (Gelora Bung Karno) hingga ke Palembang (Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring).

Berdasarkan perhitungannya, GBT akan mendapatkan jadwal pemasangan rumput paling akhir.

"Kemudian saya tanya, Surabaya kapan? Kalau Surabaya masih belum (jadwal pemasangan rumput), seharusnya masih bisa digunakan (untuk pertandingan)."

"Sehingga, Kamis nanti saya dan Mas Azrul akan ke Kementerian PUPR untuk meminta izin," katanya.

Selain soal lapangan pertandingan, pertemuan ini juga membahas soal penggunaan lapangan milik Pemkot yang akan digunakan Persebaya sebagai latihan.

Wali Kota Eri memastikan Pemkot akan memfasilitasi hal ini.

"Kalau mau latihan, ya jangan di lapangan jobo (luar kota Surabaya). Wong sudah ada lapangan e (di dalam kota). Komunikasikan saja yang baik antara Pemkot dengan Persebaya," katanya.

Ia menjelaskan, ada sejumlah fasilitas milik Pemkot yang bisa digunakan.

Di antaranya, Lapangan Gelora 10 November (G10N), hingga Lapangan Thor.

Sekalipun demikian, pihaknya meminta manajemen dan birokrasi Pemkot untuk berkomunikasi secara baik sebab fasilitas Pemkot juga digunakan oleh warga yang lain.

"Lapangan Thor bisa digunakan. Bukan hanya Persebaya, masyarakat umum pun bisa menggunakan," tandas pria asli Surabaya ini.

Ia memastikan, Pemkot tak akan mempersulit Persebaya Surabaya dalam mencari stadion sebagai homebase.

Bagaimana pun, Persebaya, Surabaya, dan warganya merupakan elemen tak terpisahkan.

"Persebaya adalah ikon Surabaya. Kalau Persebaya juara yang bangga juga warga Surabaya."

"Sehingga, kami support penuh. Prinsipnya, bagaimana pun ini harus berjalan," katanya.

Presiden Persebaya Surabaya Azrul Ananda menjelaskan pihaknya sulit menyusun agenda pra-musim akibat tak adanya kepastian lokasi pertandingan.

Sehingga, pertemuan nanti diharapkan membuahkan hasil posisi sesuai keinginan masyarakat Kota Pahlawan.

Rencananya, pertandingan melawan Bali United merupakan rangakaian dari Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS).

Kemudian, pertandingan melawan Persija akan menjadi rangakaian perayaan HUT Persebaya.

"Di saat tim lain telah rampung menyusun agenda pra-musim, kami masih kesulitan karena terkendala lokasi ini."

"Besar harapan kami bisa bermain di Surabaya. Saya ikut hadir dalam pertemuan di Kementerian PUPR," kata Azrul.

Ikuti berita seputar Persebaya

Sumber: Tribun Jatim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved