Berita Viral
Awal Mula Fajri Obesitas 300 Kg, Ibu Kuak Pekerjaan Si Tulang Punggung Keluarga, Pemicu Kecelakaan
Fajri pria di Tangerang yang berakhir obesitas 300 Kg itu akhirnya diketahui sosok asli, ibu menguak mulai dari pekerjaan hingga apa yang dialami.
Penulis: Ignatia | Editor: Mujib Anwar
TRIBUNJATIM.COM - Awal mula Muhammad Fajri pria di Tangerang berbobot 300 Kg itu mengalami kenaikan berat badan akhirnya terungkap.
Ibu Fajri menguak seperti apa sosok anaknya yang selama ini menjadi tulang punggung keluarga.
Muhammad Fajri ternyata menjadi tulang punggung keluarga dengan pekerjaan dan hidup seperti orang pada umumnya.
Semua berubah setelah Fajri mengalami kecelakaan.
Pemicu kecelakaan itulah yang akhirnya membuat Fajri harus terbaring hingga kondisi tubuhnya membesar.
Sosok Muhammad Fajri diketahui berusia 27 yang tinggal di Pendurenan, karang Tengah, Tangerang.
Fajri mengalami obesitas yang membuat berat badannya mencapai 300 kilogram.
Fajri baru menempati rumah tersebut selama dua tahun terakhir bersama dengan satu orang keluarganya.
Berdasarkan keterangan warga, Fajri telah mengalami obesitas sejak berusia 11 tahun.
Ia pun kini harus mendapati perawatan serius di rumah sakit.
Baca juga: Penyebab Bobot Fajri Jadi 300 Kg hingga Diangkat Pakai Forklift, Dulu Hanya 120 Kg, Ada Luka-luka
Ketika hendak dibawa ke RSUD Kota Tangerang, Fajri evakuasi menggunakan forklift dan mobil pick up.
Pria yang merupakan warga Pedurenan, Karang Tengah, Kota Tangerang itu dalam kondisi tak berdaya.
Proses evakuasi pria dengan bobot 300 kilogram tersebut pada Rabu (7/6/2023) berjalan dramatis.
Belakangan, sang ibu membongkar seperti apa sebenarnya awal mula Fajri bisa mendapatkan bobot yang semakin membesar.

Fajri perupakan tulang punggung keluarga setelah ayahnya meninggal dunia.
Selama ini Fajri dan ibunya bergantung pada donasi warga.
Menurut penuturan Riwati, ibu Fajri, anaknya sempat bekerja di biro jasa, namun pada tahun lalu ia mengalami kecelakaan.
Sejak saat itu anaknya tidak bisa berdiri dan sakit, seperti dikutip TribunJatim.com dari Serambinews.com
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang Maryono Hasan mengatakan, tim gabungan menerima laporan dari warga bernama Pajri pada Rabu (7/6/2023).
Baca juga: Sosok Bu Kades Tilep Dana Desa Rp499 Juta, Uang Dibuat Beli Skincare dan Perawatan, Nasib Kini Bui
Tim gabungan berasal dari BPBD, Pemadam Kebakaran, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), dan Dinas Kesehatan Kota Tangerang. Maryono menjelaskan bahwa evakuasi yang melibatkan 10 petugas tersebut dimulai sejak pukul 08.25 WIB.
"Giat evakuasi orang obesitas untuk dibawa ke RSUD Kota Tangerang," kata Maryono kepada Kompas.com, Sabtu (10/6/2023).
Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Tangerang Ghufron Falfeli menyampaikan, petugas juga terpaksa menjebol pintu rumah MF untuk dapat mengeluarkannya dari rumah.
Pihak rumah sakit yang pertama kali menangani Fajri juga mengurai hasil laboraturium sang anak.
Baca juga: Kepepet Utang, Pegawai Minimarket di Surabaya Nekat Bobol Sekolah, Angkut Barang Curian Pakai Karung
Menurut Direktur Utama Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Tangerang Taty Damayanty, berat badan Fajri mulai meningkat selama delapan bulan tirah baring di rumah.
"Sebelum delapan bulan itu dia (MF) obesitas berat badannya sampai 120 kg.
Terjadi peningkatan itu di delapan bulan belakangan, dari 120 kg sampai naik 280 kg," ucap Taty, Sabtu (10/6/2023), dikutip Tribun Jatim dari Kompas.com
Selain itu, Taty mengatakan, tirah baring yang dilakukan Fajri juga menyebabkan luka di kaki kanannya menjadi infeksi.
Tetapi, ketika hasil uji laboratorium dilakukan terhadap Fajri, hasil mengejutkan terungkap.

Taty mengatakan, hasil laboratorium terhadap kondisi luka di kaki Fajri menunjukkan hasil yang bagus.
Sebab, ia tak mengidap diabetes.
"Hasil lab-nya bagus, normal, tidak ada (diabetes) dilihat dari hasil pemeriksaan lab.
Tapi, memang masih ada keluhan-keluhan yang agak nyeri di kakinya," kata Taty.
Lebih lanjut, Taty mengungkap penyebab Fajri mengidap obesitas.
Menurut dia, kasus obesitas Fajri disebabkan kalori dalam tubuh yang terlalu banyak, sedangkan pasien bersangkutan tak melakukan aktivitas saat tirah baring.
Baca juga: Nasib Pria Bobot Hampir 300 Kilogram, 8 Bulan Tiduran Saja di Kasur, Dievakuasi ke RS Pakai Truk
Dengan begitu, kalori di dalam tubuh Fajri akhirnya menjadi lemak.
Lantas, apa itu sebenarnya tirah baring?
Melansir dari Alodokter via TribunTrends.com, Tirah baring dalam istilah kedokteran adalah perawatan kedokteran yang membutuhkan berbaringnya pasien di tempat tidur untuk jangka waktu yang berkesinambungan dan tidak melakukan tindakan diluar dari berbaring.
Biasanya dilakukan pada kondisi medis tertentu yang mengalami sakit parah, sekarat atau memerlukan berbaring untuk menghindari komplikasi penyakit / kondisi tertentu yang lebih buruk.

Tirah baring biasanya diperuntukan untuk pasien yang mendapatkan perawatan di rumah atau di rumah sakit jika tidak memungkinkan perawatan di rumah.
Tirah baring sering dikondisikan untuk pasien dengan :
- Kehamilan dengan resiko tinggi perdarahan.
- Riwayat abortus pada kehamilan sebelumnya dan mengalami kehamilan yang lemah.
- Penyakit jantung parah.
- Penyakit gout akut yang parah.
- Patah tulang pinggul.
- Stroke.
- dll.
Namun tirah baring yang lama bisa menimbulkan komplikasi lain seperti :
- Ulkus dekubitum jika berbaring lama tanpa berubah posisi.
- Radang paru.
Baca juga: Geger Warga di Malang Temukan Pria Tewas Terapung di Sungai, Motor Jadi Saksi Bisu Sebab Kematian
Selain mengalami obesitas, Fajri juga diketahui terkenan infeksi pada kaki lantaran tirah baring selama delapan bulan terakhir.
Melansir Kompas, kondisi terkini Fajri disampaikan oleh Direktur Utama Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Tangerang, Taty Damayanty berdasarkan hasil observasi dokter terhadap MF.
Menurut Taty, infeksi luka di kaki MF disebabkan oleh tirah baring selama delapan bulan di rumahnya.
"Karena tirah baring yang lama, selama delapan bulan. Dia tidak bisa melakukan aktivitas sama sekali karena kaki kanannya sakit. Jadi menyebabkan dia enggak bisa aktivitas, jadi tidur aja. Nah di situ terdapat luka-luka," ucap Taty saat dihubungi, Sabtu (10/6/2023).
Meski demikian, Taty mengatakan, hasil laboratorium terhadap kondisi luka di kaki MF menunjukkan hasil yang bagus. Sebab, ia tak mengidap diabetes.
"Hasil lab-nya bagus, normal, tidak ada (diabetes) dilihat dari hasil pemeriksaan lab. Tapi, memang masih ada keluhan-keluhan yang agak nyeri di kakinya," kata Taty.
Selama tirah baring itu, kata Taty, bobot tubuh MF itu bertambah menjadi 280 kg. Padahal, berat badan MF sebelumnya tercatat diangka 120 kg.

Sementara itu, pihak RSUD Kota Tangerang membongkar nasib selanjutnya Fajri setelah dievakuasi dan diambil uji lab-nya.
Pihak RSUD menyerahkan Fajri ke rumah sakit yang bisa menanganinya dengan lebih baik.
RSUD Kota Tangerang kini telah merujuk MF ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo pada Jumat (9/6/2023) sekitar pukul 20.30 WIB.
"Tadi malam, kami memang sudah proses rujuk ke RSCM dan sudah diterima," kata Taty.
Taty menjelaskan alasan mengapa RSUD Kota Tangerang merujuk MF.
Kata dia, keputusan ini dilakukan atas dasar keperluan program menurunkan berat badan MF yang di antaranya melalui penanganan dokter spesialis bedah digestif dan vaskuler.
"Untuk kasus (MF) ini, membutuhkan dokter spesialis bedah digestif sama dokter spesialis vaskuler. Nah kebetulan di kami belum ada, jadi kami revert ke RSCM," ucap Taty.
Berita viral lainnya
Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com
Muhammad Fajri
hasil uji laboratorium dilakukan terhadap Fajri
Ibu Fajri
tulang punggung keluarga
RSUD Kota Tangerang
Forklift
Riwati
Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Tangerang
TribunJatim.com
Tribun Jatim
jatim.tribunnews.com
Jerome Polin Tolak Buzzer Pemerintah Dibayar Rp 150 Juta, Marshel Widianto Sebaliknya |
![]() |
---|
Jerome Polin Minta Rakyat Tak Terpecah Belah usai Bocorkan Pesanan Buzzer Rp 150 Juta |
![]() |
---|
Situasi Mencekam 3 ART Sempat Terjebak saat Kebakaran Gedung Aset MPR Merembet ke Rumah Sampingnya |
![]() |
---|
Terbongkar Isi Chat Grup Anggota DPR di Tengah Kekacauan, Jawab soal Sembunyi: Bukan Karena Takut |
![]() |
---|
Mahfud MD Bongkar Dalang yang Benturkan Rakyat dan Aparat, Pejabat Pemain Politik Serakah |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.