Berita Surabaya
Bentuk Komunitas Dokter, Alumni SMAK St Louis 1 Surabaya Perluas Program Kesehatan untuk Masyarakat
Berkomitmen untuk menebar manfaat dan merawat kepedulian sosial, alumni SMAK St Louis 1 Surabaya membentuk komunitas dokter.
Penulis: Nur Ika Anisa | Editor: Ndaru Wijayanto
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA- Berkomitmen untuk menebar manfaat dan merawat kepedulian sosial dengan sesama dalam bidang kesehatan, alumni SMAK St Louis 1 Surabaya membentuk komunitas dokter.
Berawal dari inisiatif dr. Friska Yulenta, Sp.PD, FPCP bersama drg. Stanley Santosa Kamadjaja M.Ked.Klin, Sp.BM yang mengumpulkan para alumnus SMAK St Louis 1 Surabaya yang bergerak dalam pelayanan kesehatan.
Semula komunitas terbentuk dari komunitas dokter gigi para alumni SMAK St Louis 1 Surabaya. Hingga kemudian menjangkau 80 dokter dan 90 dokter gigi.
“Awalnya kami ingin mengumpulkan alumni dari berbagai angkatan terutama yang tenaga medis. Dari sini tentunya kami juga ingin menjalankan program kedepan terutama ke arah sosial, bisa ke internal almamater dan masyarakat sekitar,” ungkap Ketua Komunitas Dokter Alumni SMAK St Louis 1 dr. Friska Yulenta, Sp.PD, FPCP kepada Tribun Jatim, Minggu (9/7/2023).
Para anggota merupakan lintas angkatan yang berprofesi sebagai dokter umum, dokter spesialis, dokter gigi, apoteker, perawat dan paramedis. Di antaranya juga merupakan direktur rumah sakit ternama di Surabaya.
Sebut saja Direktur RKZ Surabaya dr. Sugiharto Tanto, Direktur RS Premier Surabaya dr.Hartono Tanto, Direktur RS Darmo Surabaya dr. Sulung Budianto, Direktur Utama RS Adi Husada Undaan dr. Edwin Ongkorahardjo dan Direktur RSUD Soewandhi dr. Billy Daniel Messakh.
Bukan tanpa tantangan untuk mengumpulkan para alumni SMAK St Louis 1 Surabaya, tak sedikit dari mereka yang memiliki kesibukan. Hingga akhirnya, momen kebersamaan tersebut hadir untuk saling kenal dan temu gathering membahas project kedepan.
“Saya tidak berekspektasi semangatnya sebesar ini. Karena sampai sekarang masih terus bertambah anggotanya,” ungkap dokter penyakit dalam Mayapada Hospital tersebut.
Terkait program yang akan dijalankan, dr. Friska Yulenta menyebut ada program besar yang akan dua kali dalam setahun dan beberapa program jangka pendek.
“Kami akan mengadakan program besar yang terdekat pada September mendatang inginnya membuat baksos kesehatan untuk guru, pensiunan guru dan karyawan di Sinlui dulu. Itu dulu,” ujarnya.
Gerak Bersama Melayani Sesama
Tidak hanya sebagai ajang reuni para alumni, komunitas para dokter lulusan Sinlui ini diharapkan menjadi wadah untuk silaturahmi, kerjasama dan memberikan sumbangsih kepada almamater dan masyarakat melalui kegiatan sosial.
Beberapa di antara kegiatan bhakti sosial yang digarap oleh komunitas dokter gigi lulusan Sinlui ini, seperti pemeriksaan kesehatan, tindakan gigi dasar, pembuatan gigi palsu berkolaborasi dengan Ikatan Prosthodontist Indonesia Cabang Surabaya, pemeriksaan lab, konsultasi dan pengurusan BPJS.
“Mengadakan kegiatan bakti sosial itu menyenangkan. Sebelumnya kita kerja dengan melihat pasien dalam konteksnya secara moneter, tapi kita bisa memberikan sesuatu tanpa mereka bisa memberikan kembali sesuatu itu lebih membuat senang. Merasa bisa berkontribusi penuh dalam membantu seseorang,” ungkap Koordinator Komunitas Dokter Gigi drg. Stanley Santosa Kamadjaja M.Ked.Klin, Sp.BM.
Menurut drg. Stanley Santosa, dalam menjalankan Medical’s Community Project berharap dapat memperluas kembali program yang akan dilakukan oleh komunitas dokter alumni Sinlui.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/alumni-SMAK-St-Louis-1-Surabaya-membentuk-komunitas-dokter-lintas-angkatan.jpg)