Mengapa Dilarang Keluar Rumah saat Malam Satu Suro? ini Penjelasan Pakar Budaya
Satu di antara mitos Malam Satu Suro yang dipercaya masyarakat Jawa hingga kini adalah larangan keluar rumah.
TRIBUNJATIM.COM - Satu di antara mitos Malam Satu Suro yang dipercaya masyarakat Jawa hingga kini adalah larangan keluar rumah.
Pada 2023, Malam Satu Suro jatuh pada Selasa (18/7/2023) malam.
Perayaannya dilakukan pada malam hari setelah Maghrib sehari sebelum tanggal 1 Sura atau 1 Muharram.
Lantas mengapa mitos tidak boleh keluar pada malam 1 Suro bertentangan dengan tradisi keraton?
Pemerhati budaya sekaligus Dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Tundjung W Sutirto menjelaskan alasan tradisi Keraton yang bertentangan dengan mitos larangan keluar rumah saat malam satu Suro.
Menurut Tundjung, tradisi keraton pada malam satu Suro berkaitan dengan perjanjian yang dikenal dengan Abiproyo.
Baca juga: Jadwal Puasa Tasua dan Asyura di Bulan Muharram 1445 Hijriyah, Dilengkapi Bacaan Niat Puasanya
Perjanjian Abiproyo adalah perjanjian antara Penembahan Senopati (Raja Mataram) dengan Nyai Roro Kidul.
Disebutkan bahwa Nyai Roro Kidul akan membantu kerajaan Mataram dari musuh.
"Maka, ketika masyarakat Jawa saat malam Suro itu ke keraton dianggap sebagai kawula Mataram yang akan terlindungi dari marabahaya dibandingkan jika hanya keluar rumah tanpa tujuan," ujar Tundjung saat dihubungi Kompas.com, Kamis (13/7/2023).
Kenapa malam satu Suro tidak boleh keluar?
Tundjung mengatakan, larangan keluar malam pada saat malam satu Suro merupakan salah satu mitos yang berkembang di masyarakat Jawa.
"Itu juga sebuah mitos. Disarankan lebih baik tidak keluar rumah jika tidak perlu," ujarnya.
Legitimasinya adalah, Tundjung menjelaskan, kalau keluar rumah akan sial karena diyakini akan bertemu dengan pasukan dari Nyi Roro Kidul (Ratu Pantai Selatan) yang menuju ke keraton atau ke Gunung Merapi.
"Jaman dahulu setiap malem Suro auranya mistis karena berbagai mitos pantangan keluar rumah itu," ungkap Tundjung.
Baca juga: Bacaan Doa Akhir Tahun dan Awal Tahun Baru Islam 1445 H, Dilengkapi Tanggal Peringatan 1 Muharram
Selain larangan keluar pada malam satu Suro, beredar juga beberapa mitos yang dipercaya masyarakat Jawa, seperti tidak boleh menyelenggarakan pernikahan, dilarang pindah rumah, dan tidak boleh keluar rumah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/mitos-Malam-Satu-Suro-yang-dipercaya-masyarakat-Jawa-hingga-kini.jpg)