Berita Viral
Pak Tarno Kena Tipu Rp 100 Juta, Sebut Pelaku Sudah Kena Karma: Mulutnya Uda Sebelah Menyot Gitu
Masih ingat pesulap Pak Tarno? Baru-baru ini dia dikabakarkan kena tipu Rp 100 juta.
TRIBUNJATIM.COM- Masih ingat pesulap Pak Tarno?
Baru-baru ini dia dikabakarkan kena tipu Rp 100 juta.
Meski demikian, Pak Tarno masih bisa bersikap santai.
Ditipu Rp 100 juta orang terdekat, Pak Tarno pilih mengikhlaskan lantaran sang pelaku disebutnya sudah kena karma.
Lama tak terdengar kabarnya, Pak Tarno kembali disorot karena kabar kurang menyenangkan.
Ia disebut menjadi korban penipuan dari mantan manajernya sendiri.
Tak tanggung-tanggung, Pak Tarno ditipu hingga Rp 100 juta rupiah.
Meski demikian, ia mengatakan tidak dendam.
Pak Tarno juga menginformasikan kabar terbaru dari sang eks manajer.
Ia mengungkapkan bahwa pelaku tengah sakit stroke hingga bibirnya miring.
Dilansir dari TribunTrends, Pak Tarno pun mengatakan bahwa itu adalah karma atas apa yang dilakukan.
"Iya. Hukum karma berlaku. Katanya sih, mulutnya udah sebelah, stroke, menyot gitu," ungkap Pak Tarno dilansir dari kanal YouTube Demian Aditya.
Baca juga: Akhirnya Terungkap Alasan Pak Tarno Tak Pernah Mau Diundang Podcast Artis, Ternyata Pernah Diejek?
Adapun uang Rp 100 juta itu berniat digunakan untuk membeli mobil.
Pak Tarno mempercayakannya kepada sang manajer.
"Rp 100 (juta) berapa... hilang aja. Duitnya dibayar, mobilnya nggak ada," terang pak Tarno, dikutip Surya.co.id dari TribunSumsel.com.
Meski telah ditipu ratusan juta, Pak Tarno mengaku sudah ikhlas dan legowo dengan kejadian tersebut.
Bahkan, Pak Tarno menyebut bahwa hubungannya dengan suami sang mantan manajer masih terjalin baik.
"Masih kenal. Kan yang menipu itu istrinya, suaminya masih ngobrol, terang pak Tarno.
Sosok Pak Tarno
Pak Tarno merupakan salah satu pesulap Tanah Air.
Pemilik nama asli Sutarno ini lahir pada 6 September 1950.
Kini, sang pesulap sudah menginjak usia 73 tahun.
Di usianya yang sudah senja, Pak Tarno masih aktif menekuni profesinya sebagai pesulap.
Selain pesulap, Pak Tarno juga merupakan komedian dan presenter yang tampil di TV.
Pak Tarno mulai dikenal luas oleh masyarakat Indonesia setelah dirinya mengikuti ajang pencarian bakat The Master Indonesia pada 2009.
Dalam ajang pencarian bakat itu, Pak Tarno dianugerahi gelar Master of Trational Magic oleh Deddy Corbuzier.
Sejak kecil, Pak Tarno sudah ditinggal oleh ayah dan ibunya.
Ayahnya meninggal dunia, sedangkan ibunya meninggalkannya karena berselingkuh.
Kondisi tersebut membuat Pak Tarno tidak bisa bersekolah.
Akhirnya, Pak Tarno belajar sulap untuk mendapatkan uang.
Pak Tarno memulai karier di dunia sulap dengan bermodalkan alat sulap yang ia buat sendiri.
Bermodalkan peralatannya itu, Pak Tarno menjajakan keahlian sulapnya dari satu tempat ke tempat lain.
Sejak kecil, Pak Tarno sudah bermain sulap dengan mantra yang identik dengannya, yaitu 'Prok prok prok'.
Pendapatannya dari menjajakan sulapnya itu pun tidak seberapa.
Karier Pak Tarno sebagai pesulap melejit setelah mengikuti The Master Indonesia, ajang pencarian bakat pesulap di Indonesia pada 2009.
Meski tidak menang di ajang pencarian bakat itu, Pak Tarno diberi gelar "Master of Traditional Magic" oleh Deddy Corbuzier.
Berkat gayanya yang khas saat bersulap, Pak Tarno kerap tampil menjadi presenter di sejumlah acara televisi.
Dari jerih payahnya itu Pak Tarno berhasil membeli rumah, mobil, tanah hingga membuka bisnis warung internet (warnet).
Tak hanya itu, Pak Tarno sempat meraih penghargaan The Master of Traditional Magic di The Master Indonesia.
Kasus serupa juga terjadi di tempat lain, beberapa waktu lalu.
Aksi penipu di Yogyakarta ini bak kena karma langsung.
Awalnya ia nekat melakukan penipuan di sebuah konter pulsa.
Namun saat melarikan diri usai menipu, ia justru kena getahnya.
Si penipu terjatuh dari sepeda motor hingga patah tulang.
Pelaku dugaan penipuan terjatuh saat melarikan diri dari dikejar warga di Padukuhan Pucung, Kalurahan Planjan, Kapanewon Saptosari, Gunungkidul, DI Yogyakarta, Minggu (13/8/2023).
Akibatnya Dwi Haryanto (41) mengalami patah tulang dan dilaporkan ke polisi.
Kapolsek Saptosari AKP Kusnan Priyono menyampaikan, Dwi melakukan aksi di salah satu konter pulsa milik istri IN (28).
Saat itu, pelaku mengisi dompet digital senilai Rp 400.000, pada hari Minggu sekitar pukul 13.00 WIB.
Oleh karyawan konter langsung diisi, namun saat lengah Dwi melarikan diri menggunakan sepeda motornya.
"Penjaga konter memberitahu IN dan mengejar pelaku menggunakan sepeda motor," kata Kusnan saat dihubungi wartawan melalui telepon Senin (14/8/2023).
Dikatakannya, Dwi berhasil melarikan diri sekitar 5 kilometer dari konter.
Setibanya di jalan cor blok wilayah Gunung Bagus, Paliyan, pelaku terjatuh dari motornya lantaran kehilangan keseimbangan.
Pelaku mengalami cedera kepala, kaki kiri patah dan dibawa ke RSUD Saptosari.
Saat ini, Dwi masih dirawat dan dijaga petugas keamanan.
"Korban setelah menolong pelaku, kemudian melaporkan ke Polsek Saptosari," kata Kusnan.
Kusnan menyebut, dari pemeriksaan awal Dwi tidak memiliki uang saat mengisi saldo dompet digitalnya.
Pihaknya tengah mendalami jika ada dugaan kasus serupa di wilayah lain.
"Kami berkoordinasi dengan Unit Gakkum Satlantas Polres Gunungkidul untuk penanganan kecelakaan tunggal yang menimpa pelaku," kata dia.
Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com
Pak Tarno
kena tipu Rp 100 juta
karma
Demian Aditya
Tribun Jatim
TribunJatim.com
berita seleb terkini
Harta Ahmad Sahroni yang Dijarah Warga Imbas Ucapan 'Tolol', ada Jam Richard Mille Rp 11,7 Miliar |
![]() |
---|
Ahmad Sahroni Diduga Kabur ke Singapura saat Demo, Ferry Irwandi: Pengecut Bermental Culun |
![]() |
---|
Puan Maharani Minta Maaf, Janji DPR Berbenah usai Tragedi Affan Driver Ojol Dilindas Rantis |
![]() |
---|
Polisi Sebut Aksi Demo sudah Anarkis, Presiden Prabowo Perintahkan Kapolri untuk Bertindak Tegas |
![]() |
---|
Rantis yang Lindas Driver Ojol Affan Punya Titik Buta dan Langgar Prosedur, Berbahaya di Kerumunan |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.