Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Berita Viral

Penjelasan MUI Ada Ganjar Pranowo di Tayangan Adzan Maghrib, KPI Panggil Stasiun TV: Kami Tunggu

MUI Jateng ikut buka suara terkait polemik wajah Ganjar Pranowo yang direkam ketika sedang salat, KPI akhirnya memanggil stasiun TV bersangkutan.

Penulis: Ignatia | Editor: Mujib Anwar
TikTok
Tayangan Adzan Maghrib yang ada Ganjar Pranowo tengah menjadi polemik kini KPI tunggu klarifikasi stasiun televisi, MUI tanggapi sah sah saja. 

TRIBUNJATIM.COM - Wajah Ganjar Pranowo Capres pada Pilpres 2024 tengah menjadi perbincangan karena muncul dalam tayangan Adzan Maghrib yang tayang di stasiun televisi.

Kemunculan Ganjar pada progam Adzan Magrib itu dituding sebagai praktik politik identitas.

Berbagai kritik pun bermunculan di media sosial.

Apalagi saat ini sudah ramai para calon pemimpin yang menampilkan foto-fotonya di tengah masyarakat.

Menanggapi gambar Ganjar Pranowo yang muncul saat Adzan Maghrib ditayangkan itu, MUI angkat bicara.

Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Tengah KH Muhyiddin punya pandangan berbeda terkait kemunculan Ganjar pada tayangan azan Maghrib itu

Majelis Ulama Indonesia (MUI), MUI Jawa Tengah membela Ganjar Pranowo yang muncul di tayangan video azan Maghrib di stasiun televisi swasta nasional.

“Saya senang atas tayangan Pak Ganjar pada azan maghrib di televisi dengan menayangkan beliau melakukan wudlu dan shalat jamaah bersama jamaah lain,” kata KH Muhyiddin, Minggu (10/9/2023) seperti dikutip dari Tribun Jatim dari Wartakotalive.com

Ia mengatakan, video azan yang tayang di televisi swasta itu justru dapat menjadi sarana dakwah untuk mengajak umat muslim agar lebih giat beribadah.

“Hal itu bermakna teladan dan dakwah bagi masyarakat, khususnya umat Islam dengan melihat ketaatannya menunaikan ibadah di masjid. Bagi saya sebagai aktifis lembaga sosial Islam, tayangan itu bermakna positif,” katanya.

Baca juga: Ganjar Pranowo Rebound di Hasil Survei Capres 2024, Hasto Kristiyanto Bangga: Semua Bersemangat

Dia berharap, apa yang dilakukan oleh Ganjar Pranowo untuk mengajak masyarakat rajin beribadah juga diikuti oleh pemimpin yang lain, serta diteladani oleh masyarakat.

“Semoga pemimpin yang memberi teladan baik bagi umat selalu mendapatkan hidayah dari Allah SWT,” katanya.

Sebelumnya, Wakil Ketua MUI, Anwar Abbas tidak mempermasalahkan munculnya bacapres PDIP Ganjar Pranow muncul di dalam tayangan azan Maghrib di tv swasta nasional.

Anwar justru mempermasalahkan jika Ganjar tidak melakukan sholat padahal seorang Muslim. 

Ganjar Pranowo muncul di tayangan Azan Maghrib
Ganjar Pranowo muncul di tayangan Azan Maghrib (Wartakota)

"Tidak masalah. Sah-sah saja. Malah kalau yang bersangkutan sebagai seorang Muslim tidak sholat maka di situ baru masalah," ujarnya (9/9/2023).

Anwar mengatakan jika bacapres lainnya ingin melakukan hal serupa juga diperbolehkan.

"Kalau capres-capres yang lain juga ingin melakukan hal yang sama dan serupa, silakan saja," tuturnya.

Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia atau MUI Pusat, Anwar Abbas menilai azan yang menampilkan wajah Ganjar Pranowo sah-sah saja.

Baca juga: Syarief Hasan Bongkar Kondisi Hubungan Demokrat dan PDIP Saat Ini, Sinyal Bakal Dukung Ganjar?

Bahkan kata Anwar Abbas hal itu justru bagus karena sebagai tanda ajakan salat.

Sehingga sebagai tokoh agama, Anwar Abbas justru melihat tayangan azan tersebut sebagai gerakan dakwah.

Apalagi yang muncul merupakan tokoh yang digadang-gadang menjadi bakal Capres.

Karena menurutnya nilai dan dampak tayangan itu akan sangat besar terhadap kehidupan keagamaan umat islam.

Namun kata Anwar Abbas, apabila pada akhirnya tayangan tersebut menuai pro kontra di masyarakat karena status Ganjar Pranowo sebagai bakal Capres lebih baik urung dilakukan.

Baca juga: 10 Hasil Survei Terbaru Capres 2024: Prabowo Subianto Vs Ganjar Pranowo Vs Anies, Siapa Terkuat?

Sebab kata Anwar Abbas, meninggalkan hal yang berujung keburukan jauh lebih baik ketimbang mengambil kemaslahatan.

Oleh karena itu, Anwar mengatakan jika tayangan itu berpotensi menimbulkan kegaduhan dan pro-kontra di tengah masyarakat, maka lebih baik ditinggalkan saja.

Diketahui wajah Ganjar Pranowo tampil pada adzan magrib di RCTI menuai pro kontra.

Tayangan azan tersebut menampilkan Ganjar tengah berwudhu kemudian shalat jamaah di sebuah masjid.

Ia tampak memakai baju koko berwarna putih, peci hitam, dan sarung bermotif garis.

Ganjar Pranowo sendiri bakal Capres yang diusung oleh PDIP, PPP, Hanura, dan Perindo.

Diketahui Perindo merupakan partai yang dibuat dan dicetuskan oleh pengusaha televisi Indonesia Hary Tanoesoedibjo. 

Calon Presiden (Capres) dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Ganjar Pranowo saat ditemui di Kantor DPP PDI-P, Minggu (30/4/2023).
Calon Presiden (Capres) dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Ganjar Pranowo saat ditemui di Kantor DPP PDI-P, Minggu (30/4/2023). (KOMPAS.com / IRFAN KAMIL)

Polemik ini juga langsung ditanggapi oleh KPI sebagai Komisi Penyiaran Indonesia yang mengatur segala macam larangan dan perizinan bagi tayangan di Indonesia.

Komisi Penyiaran Indonesia (KPI)  memanggil stasiun televisi yang menayangkan wajah Bakal Capres Ganjar Pranowo dalam video panggilan azan.

Komisioner bidang Pengawasan Isi Siaran KPI Aliyah mengatakan bahwa KPI sudah mengetahui perihal adanya wajah Bakal Capres dalam tayangan azan di stasiun televisi RCTI.

Maka dari itu, KPI pun mengkaji apakah ada dugaan pelanggaran penyiaran pada tayangan azan tersebut.

Dalam keterangan tertulis Minggu (10/9/2023) pihak KPI pun akan meminta klarifikasi kepada stasiun televisi yang bersangkutan.

Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat, Nuning Rodiyah mengatakan, lembaga penyiaran yang menayangkan artis Saipul Jamil harus memberikan perspektif kepada penonton, Senin (6/9/2021).
Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat, Nuning Rodiyah (Tribun Jatim Network/Benni Indo)

"Kami tengah lakukan kajian terhadap hal tersebut dan kami minta segera klarifikasi Lembaga Penyiaran yang menayangkan," jelas Aliyah, seperti dikutip Tribun Jatim dari Wartakotalive.com

Saat ini KPI juga telah mengirimkan surat ke stasiun tv tersebut. Hal itu guna menanyakan kesediaan waktu pihak stasiun tv untuk klarifikasi.

Pihak KPI pun masih menunggu respon dari stasiun televisi untuk waktu pemanggilan.

"Kami sudah mengirimkan surat tinggal nunggu respons kesediaan waktu dari pihak lembaga penyiaran," tambah Aliyah.

Karena masih berproses pemeriksaan, KPI belum bisa memastikan ada atau tidaknya potensi pelanggaran yang dilakukan stasiun televisi tersebut.

Berita viral lainnya

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved