Berita Viral
Sosok Jerome Polin Ajak Tolak Tawaran Jadi Buzzer Rp150 Juta, Singgung Uang Rakyat dan Gaji Guru
Jerome Polin bongkar tawaran buzzer damai Rp150 juta. Soroti uang rakyat: pake buat naikin gaji guru.
TRIBUNJATIM.COM - Kerusuhan demonstrasi massa menolak tunjangan DPR RI, Kamis (28/8/2025), viral di media sosial.
Apalagi sampai ada seorang pengemudi ojek online (ojol) bernama Affan Kurniawan (21) dilintas mobil Rantis Brimob Polri dalam kerusuhan tersebut.
Kini masyarakat pun ramai menuntut keadilan atas peristiwa nahas yang menimpa Affan Kurniawan.
Di tengah polemik ini, muncul dugaan ada tawaran menjadi buzzer dengan bayaran Rp150 juta.
Untuk diketahui, buzzer merujuk pada orang atau kelompok yang menyebarkan informasi atau opini tertentu di media sosial untuk memengaruhi opini publik atau mempromosikan suatu produk/jasa, sering kali dengan motif ekonomi atau ideologis, dan menggunakan akun yang banyak untuk menciptakan kesan viral atau trending.
Influencer muda Jerome Polin pun buka suara mengenai tawaran buzzer sebagai bagian dari kampanye ajakan damai, dengan bayaran fantastis tersebut.
Jerome, menyuarakan tolak tawaran buzzer kampanye damai.
"Dear agency dan KOL, aku mohon untuk kali ini, jangan korbanin rakyat buat kepentingan kalian sendiri," tegas Jerome dilansir dari akun Instagram miliknya, Jumat (29/8/2025).
Jerome menilai tawaran sebesar Rp 150 juta untuk satu unggahan terlalu berlebihan, apalagi jika sumber pendanaannya berasal dari anggaran publik.
Ia menekankan bahwa dana rakyat seharusnya diprioritaskan untuk kebutuhan mendesak, bukan untuk pencitraan semata.
Dalam unggahan lain, Jerome bahkan menyebut bahwa jika dana sebesar itu dialihkan untuk kepentingan guru, maka puluhan pendidik bisa lebih sejahtera.
"Uang rakyat dipake buat bayar buzzer per orang Rp 150 juta, kalau dipake buat naikin gaji guru per orang Rp 10 juta, udah bisa bikin 15 guru hidup sejahtera selama sebulan," imbuhnya.
Baca juga: Sosok Irjen Asep Edi Suheri, Kapolda Metro Jaya Dilempari Botol di Pemakaman Ojol Affan Kurniawan
Pesan ini menuai respons luas dari netizen yang menilai kritik Jerome sejalan dengan keresahan masyarakat.
Jerome mengingatkan agar publik tidak lengah dan terus mengawal transparansi anggaran negara.
Menurutnya, narasi damai seharusnya lahir secara alami dari masyarakat, bukan dibentuk melalui kampanye berbayar.
Muncul Slogan ACAB dan Kode 1312 di Media Sosial Pasca Demo 28 Agustus, Apa Maknanya? |
![]() |
---|
Bukti Mbah Endang Gelar Nobar Liga Inggris Tanpa Izin, si Pemilik Kafe Tetap Ogah Bayar Rp 115 Juta |
![]() |
---|
Sebut Rantis yang Lindas Ojol Alami Kendala Teknis, Brimob di Dalam Mobil: Kalau Kebuka Mati Kita |
![]() |
---|
Negara Rugi Rp26,5 Miliar, ASN Koruptor Masih Digaji Bulanan Meski Jadi Tersangka |
![]() |
---|
Apa Itu Mobil Rantis? Kendaraan Brimob yang Lindas Ojol hingga Meninggal, Harganya Rp29 Miliar |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.