Siswi SD di Gresik Buta Dicolok Tusuk
Usut Kasus Siswi Gresik Buta usai Dicolok Tusuk Pentol, Polda Jatim Bantu Analisa CCTV Sekolah
Bidang Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jatim dilibatkan penyidik Unit PPA Satreskrim Polres Gresik untuk menganalisis rekaman CCTV dalam kasus si
Penulis: Luhur Pambudi | Editor: Ndaru Wijayanto
Laporan Wartawan TribunJatim.com, Luhur Pambudi
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Bidang Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jatim dilibatkan penyidik Unit PPA Satreskrim Polres Gresik untuk menganalisis rekaman CCTV kasus siswi SD buta dicolok tusuk pentol di Gresik.
Hasil analisis rekaman CCTV dalam perangkat Digital Video Recorder (DVR) di sekolah UPT SDN 236 Gresik atau eks SDN Randupadang itu, akan digunakan penyidik untuk mendalami kasus dugaan penganiayaan tersebut.
Hal tersebut disampaikan oleh Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Dirmanto, bahwa dokumen atau perangkat keras DVR tersebut telah diserahkan ke pihak Bidlabfor Polda Jatim, pada Selasa (19/9/2023).
"Ini peristiwa dugaan penganiayaan. Terkait hal itu Polda Jatim memberikan asistensi dan bantuan teknis Terkait proses penyelidikan yang dilakukan Polres Gresik," ujarnya pada awak media di Gedung Ditreskrimum Mapolda Jatim, Senin (19/9/2023).
Selain itu, lanjut Dirmanto, Polda Jatim juga memberikan pendampingan psikologis terhadap korban; peserta didik perempuan berinisial SA (8) yang mengalami kebutaan diduga usai mengalami penganiayaan yakni dicolok oleh teman sekolah menggunakan tusuk bakso tepat pada mata kanannya.
Baca juga: Siswi SD di Gresik Buta Dicolok Tusuk, Polisi Sita DVR CCTV Sekolah, Ada Rekaman yang Dihapus?
"Hari ini Polda Jatim melakukan bantuan pemeriksaan terkait psikologis anak. Hari ini penyidik dari Polres Gresik melakukan koordinasi dengan kami untuk melakukan analisa DVR di laboratorium forensik. Jadi ada 2 hal itu," pungkasnya.
Sementara itu, ayahanda korban Samsul Arif (36) berharap kondisi psikis anaknya kembali pulih seperti sediakala kala.
Mengingat, belakangan ini, pascainsiden sang anak enggan lagi pergi ke sekolah. Bahkan saat malam hari mengeluh kesulitan tidur.
Ia merasa, sang anak sedang mengalami fase trauma. Namun, Samsul mengaku berterima kasih dengan bantuan pendampingan kesehatan, psikis, hingga layanan penegakkan hukum yang diberikan oleh Polda Jatim dan RS Bhayangkara Surabaya.
"Kami kesini karena ajakan polres, untuk pemeriksaan psikologi anak agar mental anak saya pulih seperti sediakala. Kemungkinan trauma si anak. Anaknya sulit untuk sekolah. Kalau malam sulit tidur. Ya harapan untuk kesembuhan anak yang utama, mentalnya yang utama," ujar Samsul, saat ditemui awak media di area perkir RS Bhayangkara Surabaya.
Baca juga: Bungkam Usai Siswinya Buta Dicolok Tusuk, Karir Kepsek di Gresik Terancam Turun Jadi Guru Biasa
Baca juga: Orang Tua di Gresik Pilu Anak Buta Dicolok Tusuk Bakso, Heran Sikap Sekolah: Tak Boleh Lihat CCTV
Diberitakan sebelumnya, Samsul Arif, ayah korban telah melaporkan peristiwa yang dialami sang buah hati, ke Mapolres Gresik, pada Senin (28/8/2023) silam.
Samsul menceritakan, awal mula peristiwa pahit itu, bermula pada hari Senin (7/8/2023) lalu, saat sang putri masuk sekolah, untuk menghadiri acara lomba-lomba 17 Agustus.
Tak berselang lama, korban ditarik oleh diduga kakak kelasnya menuju ke sebuah lorong yang berada di antara ruang guru dan pagar sekolah.
Di lorong tersebut, korban dimintai uang jajan secara paksa atau dipalak.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Tampilan-CCTV-di-sekolah-dasar-negeri-236-Gresik.jpg)