Breaking News
Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Berita Viral

Guru Beber Kebiasaan Soleh, Siswa SMK itu Pakai Wifi Sekolah Sebelum Mulung: Semoga Sukses

Kegiatan memulung itu dilakukan demi mencukupi kebutuhan sekolah. Meski, hasil yang didapat oleh remaja bernama Soleh itu juga tak menentu.

Editor: Torik Aqua
Kolase Kompas TV
Kisah siswa SMK di Gunungkidul, Soleh Eko Wibowo rela mulung demi uang sekolah 

TRIBUNJATIM.COM - Seorang siswa SMK menjadi sorotan hingga viral lantaran kegiatannya sepulang sekolah.

Dia adalah Soleh Eko Wibowo, siswa SMK Gunungkidul yang memulung seusai pulang sekolah.

Menurutnya, kegiatan memulung itu dilakukan demi mencukupi kebutuhan sekolah.

Meski, hasil yang didapat oleh remaja bernama Soleh itu juga tak menentu.

Usia belia tak menghalangi dirinya membantu orang tuanya dari segi ekonomi.

Sepulang sekolah ia memulung dan memunguti sampah.

Baca juga: Nasib TikToker Pernah Memulung, Kini Terancam Dibui Gegara Konten Tak Senonoh, Padahal Dulu Polos

Informasi lengkap dan menarik lainnya hanya di Googlenews TribunJatim.com

Bagaimana kisah perjalanan hidup Soleh Eko Wibowo?

Ternyata Soleh Eko Wibowo memulung juga untuk membiayai kebutuhan sekolah.

Sepulang sekolah, dia tak langsung pulang ke rumah.

Dia biasanya langsung menuju ke belakang sekolah untuk mencari barang bekas, seperti botol dan gelas bekas minuman ringan.

Satu persatu sampah dia singkirkan untuk mencari barang bekas pilihannya.

Setelah satu kantong besar penuh, dirinya mengambil sepeda berwarna putih pemberian salah seorang guru sekolahnya.

Kemudian dia menempuh perjalanan sekitar 15 km menuju rumahnya.

Dia sempat berhenti untuk mengambil gelas minuman ringan dan dimasukkan ke wadah plastik.

Ketika jalan menanjak, Soleh Eko Wibowo mengayuh sepedanya sambil berdiri agar lebih ringan.

Sejumlah ibu-ibu yang sedang duduk di pinggir jalan sempat menyapa Soleh Eko Wibowo.

Yakni ketika dia mengayuh sepedanya menuju ke rumah di Padukuhan Jeruklegi, Kalurahan Katongan, Kapanewon Nglipar.

Ketika awal bersekolah, Soleh Eko Wibowo dulu berjalan kaki.

Soleh Eko Wibowo, siswa SMK jadi pemulung sepulang sekolah
Soleh Eko Wibowo, siswa SMK jadi pemulung sepulang sekolah ((KOLASE KOMPAS TV/KOMPAS.COM))

Baca juga: Alasan Soleh Siswa SMK Jadi Pemulung, Cari Barang Bekas Demi Rp25 Ribu, Mimpi Ingin Buka Angkringan

Guru dan warga yang melihat perjuangan Eko pun iba dan memberikannya sepeda.

"Tidak malu, nanti barang bekas ini dikumpulkan di rumah, lalu setelah banyak dijual."

"Biasanya dapat antara Rp15.000 sampai Rp25.000, kadang lebih, kadang kurang," tutur dia.

Jika waktu libur telah tiba, siswa kelas XII Jurusan Bisnis Daring dan Pemasaran ini memilih menghabiskan waktu untuk memulung sampah.

Tak jarang dia sampai ke wilayah Kapanewon Ngawen demi memulung.

Meski tidak banyak hasil yang didapatkan, hal ini cukup membantu untuk biaya jajan dan kebutuhan sekolah.

Tumbuh dalam keluarga dengan keterbatasan ekonomi tak membuatnya menyerah.

Ibunya bekerja sebagai tukang kebun, serta menjual makanan jika ada pesanan, dan ayah sambungnya buruh bangunan.

"Ya untuk jajan dan beli kuota," kata Soleh Eko Wibowo.

Soleh Eko Wibowo tak memiliki cita-cita yang muluk.

Dia hanya ingin menjadi kreator konten atau berjualan angkringan setelah lulus sekolah

Saat ini dirinya sudah merintis membuat akun media sosial yang berisi tentang animasi dan komik.

"Dulu YouTube saya sudah 500 pengikut, tapi hilang. Sekarang mulai lagi, baru 70-an pengikut," kata dia.

Kepala Sekolah SMK Teruna Jaya 1 Gunungkidul, Supater Murbo Prihadi mengatakan, Soleh Eko Wibowo berasal dari keluarga yang kurang mampu.

Soleh Eko Wibowo tergolong siswa biasa, tetapi memiliki ketekunan.

Ia membenarkan bahwa siswanya tersebut sering mengambil barang bekas untuk dijual sepulang sekolah.

Untuk meringankan pembiayaan sekolah, Soleh Eko Wibowo sudah mendapatkan bantuan dari donatur.

Selain itu, lanjut Supater, siswa kelahiran 27 September 2003 ini terlebih dahulu menghabiskan waktu sekitar satu jam memanfaatkan WiFi sekolah untuk mengedit animasinya.

Pihak sekolah mendukung hobinya tersebut, diharapkan hobinya tersebut dapat menambah pendapatannya sebagai kreator konten.

"Dia betah di sekolah, pas sudah jam pulang dia manfaatin WiFi dulu untuk buat animasi dan komik," kata Supater.

Dia berharap, anak didiknya ini bisa sukses dan membantu perekonomian keluarganya.

Diolah dari artikel TribunSolo

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved