Berita Kota Malang
Musim Kemarau dan Cuaca Terik, Dinkes Imbau Warga Kota Malang Gunakan Masker Antisipasi ISPA
Musim kemarau dan cuaca terik, Dinkes Kota Malang imbau warga untuk menggunakan masker sebagai langkah antisipasi ISPA.
Penulis: Kukuh Kurniawan | Editor: Dwi Prastika
Laporan Wartawan TribunJatim.com, Kukuh Kurniawan
TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Musim kemarau dengan cuaca panas terik, masih terjadi di wilayah Kota Malang, Jawa Timur.
Hal tersebut dapat mempengaruhi kondisi kesehatan.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang, dr Husnul Muarif menyarankan kepada warga Kota Malang untuk tidak terlalu lama beraktivitas di luar rumah.
Apabila terpaksa berkegiatan lama di luar rumah, maka diimbau menggunakan masker.
"Saat ini, untuk preventifnya upayakan untuk tidak terlalu lama atau jangan sering kegiatan di luar. Apabila terpaksa, pakai alat pelindung diri berupa masker," ujarnya kepada TribunJatim.com, Selasa (26/9/2023).
Menurutnya, kondisi cuaca yang panas dapat berpengaruh terhadap debu-debu yang mudah beterbangan.
"Iya, kalau ini kan perubahan atau cuaca ekstrem yang kebetulan masih kering, cuaca kering, debu-debu banyak yang beterbangan. Baik debu di luar maupun debu di dalam rumah, juga berpengaruh," tambahnya.
Dirinya menerangkan, rekomendasi penggunaan masker mengantisipasi partikel-partikel debu tidak masuk ke saluran pernapasan atau hidung. Meskipun di dalam hidung, sudah terdapat bulu yang berguna sebagai pertahanan tubuh.
Baca juga: Cuaca Bojonegoro Terik Menyengat, Suhu Tembus 33 Derajat saat Siang Hari, Ini Penjelasan BMKG
"Tapi kalau keseringan, tentunya debu dapat lolos, sehingga masuklah ke saluran napas. Sehingga, ada keluhan serik, gatal, atau mungkin batuk," terangnya.
Di samping itu, apabila partikel-partikel debu secara terus menerus masuk ke dalam tubuh, dapat menurunkan kondisi badan. Sehingga, bisa memunculkan gejala flu.
"Apabila hal itu berlanjut, terus kondisi badan turun, maka muncul gejala dan keluhan tambahan. Yaitu flu, ada bersinnya, kadang disertai suhu badan juga naik," ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, pihaknya mengimbau kepada warga Kota Malang yang mengalami gangguan saluran pernapasan meski gejalanya sedikit, untuk segera menghubungi atau datang langsung ke fasilitas kesehatan terdekat.
Baca juga: Cuaca di Kota Malang Senin 25 September 2023, Panas dan Terik, ini Penjelasan BMKG
Data dari Dinas Kesehatan Kota Malang menunjukkan, sepanjang Januari-Juli 2023, terdapat 43 ribu warga yang terdiagnosa mengalami ISPA (infeksi saluran pernapasan akut).
"Karena ini kan keluhan umum, sehingga di samping mungkin ternyata ada keluhan utamanya. Misalnya cek rutin kontrol darah atau diabetes, ternyata ada keluhan sampingnya berupa gangguan pernapasan tersebut," pungkasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/ilustrasi-masker-untuk-covid-19.jpg)