Dishub Kota Malang Antisipasi Titik Rawan Macet Jelang Libur Panjang, Mulai Koridor Kayutangan

Kawasan Tol Madyopuro hingga koridor Kayutangan Heritage jadi lokasi yang mendapat perhatian khusus Dishub.

Tayang:
Penulis: Benni Indo | Editor: Alga W
Tribun Jatim Network/Benni Indo
KORIDOR - Kepadatan lalu lintas di Jalan Basuki Rahmat atau koridor Kayutangan Heritage. Dishub Kota Malang telah mengantisipasi sejak awal titik kemacetan di Kota Malang menyambut hari libur panjang bulan ini. 

Ringkasan Berita:
  • Sejumlah titik rawan kemacetan selama momentum libur panjang dan akhir pekan pada Mei 2026 telah diantisipasi Dishub Kota Malang.
  • Kepadatan kendaraan saat musim liburan diperkirakan terjadi di sejumlah jalur utama menuju pusat kota dan kawasan wisata kuliner.

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Benni Indo

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang memetakan sejumlah titik rawan kemacetan selama momentum libur panjang dan akhir pekan pada Mei 2026.

Kawasan Tol Madyopuro hingga koridor Kayutangan Heritage menjadi lokasi yang mendapat perhatian khusus.

Baca juga: Serbu Diskon Tiket Jatim Park 25 Persen di Pameran BBWI Surabaya untuk Liburan, Simak Daftarnya!

Kepala Dishub Kota Malang, Widjaja Saleh Putra mengatakan, kepadatan kendaraan saat musim liburan diperkirakan terjadi di sejumlah jalur utama menuju pusat kota dan kawasan wisata kuliner.

"Kalau liburan ini banyak rawan macet, satu yang padat istilahnya pintu masuk Tol Madyopuro. Ahmad Yani sampai ke arah MCC, terus arah ke Borobudur, kafe-kafe itu," ujar Widjaja, Rabu (13/5/2026).

Selain itu, kawasan Kayutangan Heritage hingga Alun-alun Merdeka juga tetap menjadi titik atensi Dishub karena tingginya aktivitas masyarakat dan wisatawan.

"Kayutangan itu atensi. Sampai alun-alun itu, sampai Semeru," katanya.

Untuk mengantisipasi kepadatan arus lalu lintas, Dishub menyiagakan petugas di sejumlah titik serta memanfaatkan sistem pemantauan berbasis teknologi melalui Area Traffic Control System (ATCS).

"Pengawasan kami lakukan menggunakan ATCS. Pun menggunakan aplikasi traffic. Dari situ kami bisa sifatnya insidental mengirimkan petugas," jelasnya.

Widjaja mengatakan, rekayasa lalu lintas akan diterapkan secara situasional apabila kondisi kemacetan sudah tidak bisa ditoleransi.

Dishub juga terus berkoordinasi dengan Polresta Malang Kota terkait langkah penguraian arus kendaraan.

"Begitu membutuhkan penanganan rekayasa, kami harus berkoordinasi dengan Polresta," ujarnya.

Di sisi lain, Dishub Kota Malang juga masih berupaya mengoptimalkan pendapatan parkir pada 2026.

Tahun sebelumnya, realisasi pendapatan parkir tercatat sebesar Rp11,2 miliar dari target Rp15 miliar.

"Mudah-mudahan bisa mencapai target karena kita menggunakan strategi baru," kata Widjaja.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved