Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Pilpres 2024

Inilah 5 Tokoh yang akan Jadi Panelis dalam Uji Publik Pasangan Prabowo-Gibran di UM Surabaya

Rektor UM Surabaya Sukadiono menyebut, capres nomor urut 2 Prabowo Subianto sepakat menghadiri dialog publik

Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Samsul Arifin
Istimewa
Lima tokoh direncanakan akan hadir sebagai panelis uji publik Capres-Cawapres pasangan nomor urut dua, Prabowo-Gibran di Universitas Muhammadiyah (UM) Surabaya pada Jumat (24/11/2023). 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA – Lima tokoh direncanakan akan hadir sebagai panelis uji publik Capres-Cawapres pasangan nomor urut dua, Prabowo-Gibran di Universitas Muhammadiyah (UM) Surabaya pada Jumat (24/11/2023).

Yaitu diantaranya Prof.Syafiq A Mughni, MA,Ph.D sebagai panelis Bidang Keagamaan dan Hubungan Luar Negeri, Dr.dr. Sukadiono, MM sebagai panelis Bidang Kesehatan dan Kesejahteraan Sosial.

Kemudian Prof. Dr. Nazaruddin Malik, SE.,M.Si sebagai panelis Bidang Ekonomi dan Investasi, Prof. Nurul Barizah, S.H.,LL.M.,Ph.D sebagai panelis Bidang Perempuan Hukum dan HAM dan Dr. Suko Widodo. Drs.,M.Si sebagai panelis Bidang Pendidikan Kebudayaan dan Politik.

Rektor UM Surabaya Sukadiono menyebut, capres nomor urut 2 Prabowo Subianto sepakat menghadiri dialog publik di Universitas Muhammadiyah Surabaya (UM Surabaya) pada hari Jumat (24/11/2023) pukul 09.00-11.00.

Acara tersebut juga akan dihadiri oleh Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed, Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

"InsyaaAllah semua sudah disiapkan seluruh sarananya, tentu sebagai pimpinan universitas saya berharap semuanya akan berjalan dengan lancar,”ujar Suko, sapaan akrab Sukadiono, Selasa (21/11/23).

Pria yang juga Ketua PWM Jatim ini mengatakan, uji publik yang dilakukan di beberapa kampus Muhammadiyah menjadi langkah tegas yang dilakukan Muhammadiyah dengan gaya Muhammadiyah yang selalu kritis, akademis,  berpihak kepada kepentingan umum dan berdasar Islam berkemajuan.

“Dengan uji publik akan memberikan gambaran kepada masyarakat untuk menentukan pilihan, tentu dengan harapan pemilu 2024 berjalan damai tanpa ada perpecahan,”imbuhnya lagi.

Suko juga menyebut, apa yang dilakukan Muhammadiyah di tahun politik seperti hari ini merupakan sebuah komitmen dalam memastikan bahwa calon pemimpin negara memiliki kapasitas yang memadai, integritas yang teruji, dan kualitas kepemimpinan yang tidak hanya diinginkan melainkan juga sesuai dengan kebutuhan untuk mengemban amanah negara atas nama rakyat Indonesia.

"Politik kita harus semakin cerdas, semakin objektif, maka uji publik itu harus dimanfaatkan. Semoga uji publik ini akan membantu masyakat untuk lebih mudah menganalisis pemimpin yang berintegritas, peduli, dan mampu menjalankan tugas kepemimpinan dengan kebijakan yang berpihak pada kepentingan seluruh masyarakat,”pungkas Suko.

Sumber: Tribun Jatim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved