Berita Surabaya

Jongkok di Rel saat Kereta Melintas, Wanita Kediri Tewas Mengenaskan di Surabaya

Warga Ngaglik, Surabaya yang tinggal di sekitaran rel kereta api semburat keluar rumah pada Kamis (23/11) sore. Sekira pukul 15.00 ada seorang wanita

Tayang:
Penulis: Tony Hermawan | Editor: Ndaru Wijayanto
TRIBUNJATIM.COM/TONY HERMAWAN
Sejumlah pengendara di palang pintu kereta api Jalan Ngaglik berhenti menunggu kereta api melintas 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Tony Hermawan

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Warga Ngaglik, Surabaya yang tinggal di sekitaran rel kereta api semburat keluar rumah pada Kamis (23/11) sore. Sekira pukul 15.00 ada seorang wanita tertabrak kereta api Jayabaya relasi Malang-Jakarta. Korban seketika tewas di lokasi.

Titik lokasi kejadian berada di sebelah utara dari palang pintu kereta api Ngaglik. Berjarak sekitar 50 meter. Tubuh korban hancur.

Misalnya bagian punggung sobek. Salah satu pergelangan tangan putus. Diketahui korban merupakan DA (59) warga asal Kelurahan Ngampel, Kecamatan Mojoroto, Kediri, Jawa Timur. Identitas itu diketahui setelah petugas rescue menemukan KTP korban.

Muji adalah saksi insiden ini. Dia adalah penarik becak yang saat itu mangkal di pinggir Jalan Ngaglik. Nah, mendekati pukul 15.00 WIB ada seorang perempuan sepuh berjalan sendirian dari arah utara ke arah selatan di sebuah gang yang lokasinya dekat bantaran kereta.

Semula tak ada yang aneh dengan gelagat wanita itu. Tak lama, sirine palang pintu sebagai tanda kereta api akan lewat berbunyi. Ketika moncong kereta sudah terlihat semakin mendekat korban berlari dan malah jongkok di rel.

"Setelah itu bresss, langsung kena tabrak," ucap Muji. Sebagai saksi mata Muji mengaku sangat syok. Dia melihat secara langsung orang kena tabrak kereta api.

Baca juga: Pria di Surabaya Nekat Tiduran di Rel saat Kereta Melintas, Sempat Lakukan Aksi Bahaya Tapi Ketahuan

Totok, salah seorang warga lain mengatakan, sebelum kereta lewat di titik perempuan itu tertabrak, kereta dari kejauhan sudah berkali-kali membunyikan klakson.

Suara klakson itu sangat keras. Ada sebagaian warga yang melihat meneriaki korban. Tapi anehnya, korban malah cuek.

"Kayaknya memang sengaja nabrakin badan ke kereta," ujarnya. Tak hanya Totok. Banyak masyarakat yang menduga korban sengaja melakukan tindakan bunuh diri.

Yanuar, petugas palang pintu mengatakan, kereta ketika melintas sudah menjalankan standar operasional. Sebelum melintas di titik paling pintu dari kejauhan sudah membunyikan klakson.

Baca juga: Pesan Terakhir Maria Anna Sebelum Insiden Nahas Kecelakaan Elf vs Kereta di Lumajang: Mama Capek

Dia memastikan saat itu rel yang akan dilalui steril tak ada orang yang duduk di rel kereta api. Akan tetapi, tak disangka ketika kereta lewat terjadi tragedi ini.

DISCLAIMER: Berita atau artikel ini tidak bertujuan menginspirasi tindakan bunuh diri.

Pembaca yang merasa memerlukan layanan konsultasi masalah kejiwaan, terlebih pernah terbersit keinginan melakukan percobaan bunuh diri, jangan ragu bercerita, konsultasi atau memeriksakan diri ke psikiater di rumah sakit yang memiliki fasilitas layanan kesehatan jiwa.

Berbagai saluran telah tersedia bagi pembaca untuk menghindari tindakan bunuh diri.

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved