Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Pilpres 2024

Usulan Panelis Uji Publik Soal Menteri Kesehatan Harus dari Dokter, Prabowo Beri Jawaban Tegas

Prabowo Subianto beri jawaban tegas saat ditanya panelis dari UM Surabaya dalam acara Uji Publik, harus putra-putri terbaik bangsa

Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Samsul Arifin
TribunJatim.com/Sulvi Sofiana
Prabowo Subianto mengaku akan memilih putra atau putri terbaik bangsa saat diusulkan memilih Menteri Kesehatan dengan latar belakang pendidikan dokter dalam dialog publik di Universitas Muhammadiyah (UM) Surabaya pada Jumat (24/11/2023). 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Calon Presiden, Prabowo Subianto mengaku akan memilih putra atau putri terbaik bangsa saat diusulkan memilih Menteri Kesehatan dengan latar belakang pendidikan dokter dalam dialog publik di Universitas Muhammadiyah (UM) Surabaya pada Jumat (24/11/2023).

Usulan ini disampaikan Dr dr  Sukadiono MM, panelis Bidang Kesehatan dan Kesejahteraan Sosial.

Suko sapaan akrab Sukadiono mengungkapkan Menkes sekarang bukan alumni kedokteran, sehingga mungkin secara managerial menguasai. Tetapi aspek kesehatan mungkin masih kurang.

"Sehingga saya beranggapan butuh seorang dokter yang perlu duduk di jabatan itu. Jika pak Prabowo terpilih, apa akan memilih Menkes dari kalangan dokter,"tanya pria yang juga rektor UM Surabaya ini.

Menanggapi hal tersebut, Prabowo menjelaskan dirinya terbuka akan kemungkinan siapa yang akan mengisi posisi menteri. 

"Bagi saya menteri harus putra dan putri terbaik bangsa Indonesia. Kita kalau benar milih tim yang bagus sama dengan sepak bola, tidak boleh ini kronin siapa, koncone siapa, menteri semua harus yang terbaik. Saya terbuka, kita sepakat putra putri terbaik, the best brain and heart dalam negeri," ucap Prabowo.

Dia berjanji akan terbuka untuk segala kemungkinan terbaik. Terpenting, kata Prabowo, dirinya akan mengambil putra-putri terbaik Indonesia untuk mengisi posisi menteri-menteri.

Sementara itu, permasalahan stunting yang dirasa panelis belum bisa teratasi dengan pemberian makan gratis sehari sekali dikatakan Prabowo strategi ini sudah paling ideal.

Mengingat stunting sejalan dengan kesejahteraan masyarakat. Sehingga dengan anak sudah terfasilitasi makan siangnya akan sangat membantu perekonomian keluarga.

"Idealnya memang tiga kali makan, tetapi pelajaran empiris yang kami ambil di negara lain. Minimal kita beri satu kali makan, kalau komponen gizinya cukup, akan mendapat hasil yang baik. Apalagi jika keluarga yang kurang sejahtera, maka mereka bisa terkurangi bebannya dalam pemenuhan gizi pada anak,"tuturnya.

Sumber: Tribun Jatim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved