Batal Tampung Pengungsi Rohingya, Ustaz Derry Sulaiman Kini Minta Maaf & Hapus Video: Komentar Julid
Ustaz Derry Sulaiman meminta maaf ke warga Tasikmalaya dan mengaku tak jadi tampung pengungsi Rohingya.
Penulis: Alga | Editor: Mujib Anwar
"Kalau ini memang bisa diuruskan tolong pemerintah siapun yang mendengar video ini, insyaallah saya siap menerima semua pengungsi Rohingya yang ada di Aceh," tegasnya.
Ustaz Derry Sulaiman mengatakan, para pengungsi Rohingya nantinya bakal ditampung di pesantren yang ia bangun bersama temannya.
Bahkan dia sudah menyiapkan lahan dua hektar untuk menampung mereka semua.
Selain itu dia juga siap mencarikan para pengungsi pekerjaan yang layak selama berada di Indonesia.
"Saya sekarang sedang bangun pesantren di Tasikmalaya, Pesantren di DSAS, bersama dengan teman-teman saya. Ada dua hektar lahannya di sana," katanya.
Oleh karena itu Ustaz Derry Sulaiman terbuka untuk membantu para pengungsi Rohingya hingga mencarikan mereka pekerjaan.
"Insyaallah mereka bisa bekerja di sana, belajar di sana, dan juga ada pabrik garmen Al-Luthfi di sana. Insyaallah saya akan carikan mereka pekerjaan di sana," sambungnya.
"Saya siap menerima mereka dengan hati yang lapang, insyaallah karena Allah," tandas Ustaz Derry Sulaiman.
Tak lama sejak diunggah, video tersebut viral dan langsung tersebar di mana-mana.
Kini hingga tulisan ini, dimuat video tersebut sudah dihapus oleh sang ustaz.
Setelah viral atas pernyataannya, Ustaz Derry Sulaiman minta maaf batal tampung pengungsi Rohingya.
Buntut dari pengakuannya, Ustaz Derry Sulaiman meminta maaf kepada seluruh warga Tasikmalaya atas polemik video yang sempat diunggahnya.
"Saya memohon maaf sebesar-besarnya kepada warga Tasikmalaya dan kepada keluarga besar garmen Al-lutfi milik Haji Yayan dan Teh Ressy ya."
"Kebetulan beliau adalah orang yang mewakafkan tanah untuk pembangunan pesantren DSAS," ucapnya, melansir Tribun Medan.
Ustaz Derry Sulaiman mengaku, video yang belakangan memicu polemik di masyarakat, merupakan hal yang spontan untuk menanggapi komentar yang tidak nyambung.
Mbah Marsuna Meringis Dibawa Keluarganya ke Kantor Damkar, Jari Sudah Bengkak dan Terluka |
![]() |
---|
BPN Kediri Merespons Aksi Warga Puncu, Akan Lakukan Pencocokan Ulang Data Peta Tanah |
![]() |
---|
Rencana Pengembangan Wisata Malam di Trawas Mojokerto Terganjal Perda RTRW |
![]() |
---|
Budi Daya Lele hingga Jeruk di Lanud Abdulrachman Saleh Malang Penuhi Kebutuhan MBG |
![]() |
---|
Kebakaran Ponpes Attanwir Bojonegoro Diduga Dipicu Korsleting Listrik, Kerugian Ditaksir Rp 150 Juta |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.