Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Berita Viral

Siapa Sebenarnya Pengungsi Rohingya? Ramai Disoroti usai Terdampar di Aceh, ini Asal-usulnya

Kasus Rohingya mengungsi di Aceh ramai menjadi perbincangan. Lantas siapa sebenarnya pengungsi Rohingya itu?

Serambinews
Ratusan pengungsi Rohingya terdampar di pPantai Batu Hitam Jurong Keuramat Gampong Ie Meulee, Sabtu (2/12/2023). 

Mereka berperang dengan warga Myanmar yang bersekutu dengan Jepang.

Lalu ketika Jepang menduduki Myanmar, etnis Rohingya menjadi sasaran kemarahan orang Myanmar.

Imigran Rohingya asal Negara Myanmar kembali terdampar di tepi pantai Pasi Berandeh, Gampong Kulee, Kecamatan Batee, Kabupaten Pidie, Aceh, Minggu (19/11/2023) sekira pukul 04.00 WIB, dini hari.
Imigran Rohingya asal Negara Myanmar kembali terdampar di tepi pantai Pasi Berandeh, Gampong Kulee, Kecamatan Batee, Kabupaten Pidie, Aceh, Minggu (19/11/2023) sekira pukul 04.00 WIB, dini hari. (Serambinews)

Diskriminasi etnis Rohingya

Setelah Myanmar merdeka, kepentingan politik baik dari komunitas Muslim maupun Buddha sangat diatur oleh pemerintah dan status komunitas muslim tidak pernah dijamin. 

Dalam UU Kewarganegaraan Burma 1982, tercatat di Myanmar terdapat 135 etnis dan tidak termasuk Rohingya.

Salah satu bentuk kekerasan yang mengarah pada genosida terhadap etnis Rohingya adalah saat Operation King Dragon 1978.

Operasi tersebut merupakan upaya deportasi untuk membersihkan etnis Rohingya yang jumlahnya mencapai ratusan ribu.

Selain mendiskriminasi, pemerintah Myanmar juga tidak melibatkan etnis Rohingya dalam sensus penduduk negara tersebut.

Baca juga: Sosok Penyelundup Pengungsi Rohingya ke Aceh, Raup Cuan Fantastis Rp3 Miliar, Nyamar Ikut Rombongan

Alasan etnis Rohingya mengungsi

Karena mengalami berbagai diskriminasi, mulai tahun 1970-an, ratusan ribu warga Rohingya melarikan diri ke Bangladesh

Diskriminasi ini semakin memuncak ketika pihak militer Myanmar menghubungkan Muslim Rohingya dan isu terorisme dalam Islam yang membuat Buddha Myanmar khawatir negaranya akan diambil alih.

Belum selesai mengenai konfilk ras dan agama, muncul pula kelompok militan seperti Arakan Rohingya Salvation Army (ARSA) yang sering menyerang pasukan militer Myanmar.

Akhirnya, tindakan yang dilakukan ARSA menjadi alasan adanya kekerasan kepada semua etnis Rohingya.

Mereka diperkosa, dianiaya, dibakar desa dan tempat tinggalnya, serta dibunuh dengan tidak pandang usia.

Kekerasan yang mengarah pada genosida inilah yang membuat etnis Rohingya mulai melarikan diri ke berbagai negara terdekat seperti Bangladesh dan Indonesia.

Informasi lengkap dan menarik lainnya di GoogleNews TribunJatim.com

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved