Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Berita Viral

Kerja di Pabrik Malaysia, TKI Kehilangan Jari Tangan dan Tak Digaji 3 Bulan, Polisi: Menangis Takut

Terungkap lagi nasib pilu TKI di Malaysia. Seorang TKI atau Tenaga Kerja Indonesia di Malaysia mengalami hal buruk karena ulah atasannya.

Penulis: Ani Susanti | Editor: Mujib Anwar
via TribunnewsMaker
ILUSTRASI: Kerja di Pabrik Malaysia, TKI Kehilangan Jari Tangan dan Tak Digaji 3 Bulan, Polisi: Menangis Takut 

TRIBUNJATIM.COM - Terungkap lagi nasib pilu TKI di Malaysia.

Seorang TKI atau Tenaga Kerja Indonesia di Malaysia mengalami hal buruk karena ulah atasannya.

Si TKI kehilangan jari tangannya.

Bahkan ia juga tak digaji selama tiga bulan.

Kasus ini ditangani kepolisian Malaysia.

Terungkap seorang TKI selama ini telah dieksploitasi oleh majikannya hingga kesehatannya pun diabaikan.

Bahkan, saat insiden kecelakaan kerja sampai jari tangannya terputus tersebut, pria itu tak mendapatkan perawatan medis.

Mirisnya lagi, gaji dari pria tersebut tak dibayarkan oleh majikannya selama tiga bulan lebih.

Kini pihak kepolisian Malaysia berusaha mengusut kasus eksplotasi tersebut.

Baca juga: Jerih Payah Pengusaha di Pamekasan Sulap Kampung TKI Menjadi Kampung Industri Kretek Tangan

Dilansir dari Bernama pada Minggu, (17/12/2023) via TribunnewsMaker,  kini polisi Malaysia menyelamatkan seorang pria warga negara Indonesia (WNI) dan seorang perempuan asal Myanmar yang diduga menjadi korban eksploitasi sebagai pekerja di kawasan Industri Kundang di Rawang, Kuala Lumpur, pada Kamis (14/12/2023).

Pekerja Indonesia tersebut ditemukan telah kehilangan satu jarinya.

Sedangkan, perempuan asal Myanmar tidak dibayar gajinya.

Departemen Investigasi Kriminal Bukit Aman, SAC Soffian Santong, menjelaskan polisi menemukan keduanya dalam sebuah agenda penggerebekan pada pukul 16.10 di pabrik-pabrik daur ulang barang bekas.

Diketahui, pabrik tersebut telah beroperasi selama satu tahun terakhir tanpa izin.

Baca juga: Sosok TKW Bondowoso Tinggal di Panti Jompo, Rumah Dijual Anak, Dulu Pulang Dibantu Uya Kuya 

"Saat penggerebekan, korban perempuan ditemukan di sebuah ruangan di lantai satu pabrik dalam keadaan menangis ketakutan." kata dia dalam keterangan tertulis, Jumat (15/12/2023).

"Investigasi awal yang dilakukan dengan bantuan penerjemah menemukan bahwa korban tidak diizinkan keluar dan belum menerima pembayaran gaji selama lebih dari empat bulan," ujarnya.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved