Pilpres 2024
Profil Rahmad Mas'ud, Wali Kota Balikpapan yang Sebut Cak Imin Salah Data soal 'Balikpapan Kasihan'
Inilah profil Rahmad Masud, Wali Kota Balikpapan yang menyebut Muhaimin Iskandar atau Cak Imin salah data soal 'Balikpapan Kasihan'.
TRIBUNJATIM.COM - Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud menyebut Muhaimin Iskandar atau sering disapa Cak Imin salah data, saat mengomentari Kota Balikpapan, dalam debat Calon Wakil Presiden (Cawapres), pada Jumat (22/12/2023) malam.
Cawapres nomor urut 1 itu mengatakan, Kota Balikpapan di Kalimantan Timur (Kaltim) sulit listrik dan akses air bersih, serta jalanannya rusak.
Rahmad menyarankan Cak Imin melihat data sebelum berpendapat di depan umum.
Rahmad memastikan pasokan listrik di Kota Balikpapan sangat mencukupi dan jarang terjadi mati listrik. K
alaupun terjadi pemadaman listrik, kata Rahmad, itu terjadi karena perawatan, atau gangguan non-teknis.
Bahkan, kata Rahmad, Kota Balikpapan masih memiliki kelebihan daya listrik hingga 800 Megawatt.
Kelebihan daya listrik ini terjadi berkat sistem interkoneksi pada Unit Induk Pembangkit Kalimantan Bagian Timur (UIP KLT). Melalui sistem ini, jaringan listrik tiga provinsi yaitu Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Tengah saling mendukung satu sama lain.
Untuk diketahui, UIP KLT memiliki daya total 2.369 Megawatt, sedangkan beban maksimal penggunaannya di angka 1.545 Megawatt.
Sedangkan untuk air bersih, kebutuhan air untuk Balikpapan dipasok dari dua waduk, yaitu Waduk Manggar dengan suplai normal 1.100 liter per detik dan Bendungan Teritip dengan produksi normal 200 liter per detik.
Balikpapan juga menyiapkan Embung Aji Raden untuk pemenuhan air bersih masyarakat Kota Balikpapan. Embung itu direncanakan memiliki produksi normal 150 liter per detik dan akan terintegrasi dengan Bendungan Teritip.
Cak Imin diketahui dalam Debat Cawapres Pilpres 2024 yang digelar KPU pada 22 Desember lalu menyoroti infrastruktur di sejumlah Kota di Indonesia di antaranya Kota Balikpapan.
Hal tersebut diungkapkan Cak Imin saat menjelaskan soal programnya membangun 40 kota di Indonesia setara Jakarta.
Cak Imin menyoroti tiga kota di Kalimantan yang dinilai bisa dilakukan perubahan meliputi Balikpapan, Banjarmasin, dan Pontianak.
Perubahan itu tentunya melalui kebijakan fiskal yaitu memberikan anggaran yang rata.
"Balikpapan kasihan, Banjarmasin kasihan, Pontianak kasihan karena apa kota-kota ini dalam waktu singkat bisa kita sulap menjadi lebih baik karena apa fiskalnya yang kita sediakan di rata adilkan di masing-masing perkotaan," kata Cak Imin saat Debat Cawapres.
Lantas setelah Debat Cawapres, Cak Imin mengungkap alasan dirinya menyebut Balikpapan, Banjarmasin, dan Pontianak kasihan.
Untuk Banjarmasin, Cak Imin menyebut di kota tersebut ada permasalahan infrastruktur jalan di antara jalan raya masih kurang dan kerusakan jalan terjadi di mana-mana.
Kemudian untuk Balikpapan, Cak Imin menyebut permasalahannya bukan hanya jalan tapi juga listrik dan air bersih.
Selanjutnya Pontianak, kata Cak Imin di kota tersebut memiliki masalah anggaran.
Wilayahnya disebut Cak Imin dalam Debat Cawapres, Wali Kota Balikpapan Rahmad Masud pun membantahnya.
Ia menyebut Cak Imin keliru dalam menilai kondisi kota Balikpapan.
"Itu salah data dia (Cak Imin). Harusnya punya data. Pernyataannya kurang tepat lah, masa Balikpapan kurang listrik," kata Rahmad Masud, Senin (25/12/2023) dilansir TribunJatim.com dari Tribunkaltim.co.
Ia menerangkan, perkembangan pembangunan di Balikpapan baik lantaran ditunjuk sebagai kota penyangga semenjak hadirnya IKN Nusantara.
"Lagian kita bukan kurang air, tapi karena jatah waduk air kita terbatas. Karena dengan adanya IKN, Balikpapan begitu seksi sehingga banyak penduduk datang," kata Rahmad Masud.
Dalam hal ini, Rahmad Masud menyebut terdapat sebuah proses untuk memenuhi kebutuhan air bersih yang menjadi hak masyarakat Kota Balikpapan.
"Tentunya proses kita ada untuk memenuhi untuk memenuhi," tegas Wali Kota Balikpapan, Rahmad Masud.
Karena itu adalah hak setiap warga untuk mendapatkan pelayanan.
"Termasuk air juga," katanya.
Profil Rahmad Masud
Rahmad Masud merupakan Wali Kota Balikpapan yang menjabat sejak 2021 hingga 2024 mendatang.
Rahmad Masud menjabat sebagai Wali Kota saat dirinya berusia 45 tahun.
Wali Kota Balikpapan ini lahir di Balikpapan, 12 Mei 1976.
Tak hanya dikenal sebagai politikus, melainkan juga seorang pengusaha.
Sebelum menjadi Wali Kota Balikpapan, Rahmad Masud pernah menjadi Wakil Wali Kota Balikpapan yang berpasangan dengan Rizal Effendi untuk periode 2016-2021.
Pada Pilkada Kota Balikpapan 2020 lalu, dirinya maju mencalonkan diri sebagai Wali Kota bersama dengan Thohari Azis.
Di Pilkada 2020, pasangan Rahmad Masud dan Thohari Azis diusung Golkar, PDI Perjuangan, PKS, Gerindra, PAN, PKB, Partai Demokrat, dan Perindo.
Pasangan tersebut maju sebagai calon tunggal (dengan nomor urut KANAN) dan melawan kotak kosong.
Pasangan Rahmad Masud dan Thohari Azis pun unggul hingga kemudian dilantik menjadi Wali Kota Balikpapan periode 2021-2024, Senin (31/5/2021).
Dilihat dari riwayat pendidikannya, pendidikan terakhirnya yaitu dengan gelar S2 di FEB Universitas Mulawarman yang lulus pada 2020 lalu.
Selain menjadi Wali Kota Balikpapan, Rahmad Masud juga seorang Komisaris Utama PT Sinar Pasific.
Rahmad Masud juga memiliki berbagai pengalaman organisasi.
Rahmad Masud tercatat menjabat sebagai Ketua DPC Partai Golkar Balikpapan periode 2021-2026.
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com
---
Berita Artis dan Berita Jatim lainnya
Informasi lengkap dan menarik lainnya di GoogleNews TribunJatim.com
Rahmad Masud
Kalimantan Timur
Muhaimin Iskandar
Cak Imin
Tribun Jatim
TribunJatim.com
jatim.tribunnews.com
berita artis terkini
PKB
Wali Kota Balikpapan
Pilkada
Banjarmasin
Pontianak
Pilpres 2024
Relawan Prabowo-Gibran Ponorogo Gelar Syukuran Potong 9 Tumpeng, Gas Pol Dukung Kang Giri di Pilkada |
![]() |
---|
Mahfud MD Akui Tak ada Tawaran dari Prabowo-Gibran, Deretan Tokoh Jatim Berpotensi Masuk Kabinet |
![]() |
---|
Pilpres 2024 Berakhir, PKB dan NasDem Kini Merapat ke Prabowo-Gibran, Begini Reaksi Santai PAN |
![]() |
---|
Analisa Peta Politik Pasca Pilpres 2024, PKB Berpotensi Gabung Kabinet Prabowo-Gibran, PDIP Oposisi |
![]() |
---|
Pilpres 2024 Tuntas, Demokrat Jatim Ajak Semua Pihak Bersatu: Rapatkan Barisan, Songsong Masa Depan |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.