Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Pilpres 2024

Kenang Kepergian Abdurrahman Wahid, Mahfud MD Kuak Wasiat Gus Dur: Teruskan Penegakan Hukum 

Calon wakil presiden nomor urut 3, Mahfud MD menyempatkan diri untuk menghadiri Haul ke-14 Gus Dur dan Masyayikh.

Penulis: Mohammad Romadoni | Editor: Sudarma Adi
TRIBUNJATIM.COM/M ROMADONI
Calon wakil presiden nomor urut 3, Mahfud MD di acara Haul ke-14 Gus Dur dan Masyayikh di Pondok Pesantren Tebuireng, Kabupaten Jombang, Sabtu (6/1/2024) malam. 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, M Romadoni

TRIBUNJATIM.COM, JOMBANG - Calon wakil presiden nomor urut 3, Mahfud MD menyempatkan diri untuk menghadiri 
Haul ke-14 Gus Dur dan Masyayikh di Pondok Pesantren Tebuireng, Kabupaten Jombang, Sabtu (6/1/2024) malam.

Kedatangan sosok calon pemimpin asal Jawa Timur tersebut disambut antusias oleh para kiai, santri dan 
masyarakat yang saat itu telah berjubel memenuhi Ponpes Tebuireng.

Dari pengamatan di lokasi, Mahfud MD terlihat didampingi Putri Presiden RI Ke-4 KH Abdurrahman Wahid, Zannuba Arifah Chafsoh atau Yenny Wahid bersama Pengasuh Ponpes Tebuireng, KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin dari Ndalem Kasepuhan menuju komplek makam Gus Dur.

Baca juga: Rencana Mahfud MD soal Kabar Ferdy Sambo Disebut Tak Pernah Tidur di Lapas Salemba: Kita Selesaikan

Tampak hadir pula Wakil Gubernur Jatim, Emil Elestianto Dardak yang mewakili Pemprov Jawa Timur di acara tersebut.

Haul Gus Dur 2024 berlangsung khidmat meski di tengah guyuran hujan. 

Ratusan masyarakat lintas agama larut dalam doa sekaligus mengenang 14 tahun kepergian Gus Dur sang pahlawan nasional.

Dalam sambutannya, Mahfud MD mengungkapkan Gus Dur merupakan sosok pemimpin bangsa yang sangat dicintai masyarakat semua golongan dan agama bahkan selalu dikenang meskipun kepergiannya sudah 14 tahun.

"Gus Dur sudah 14 tahun selalu ditengok (Ziarah), malam ini kita yang ke-14. Setiap minggu orang ke sini banyak dan itu bukan hanya kaum muslim, tetapi juga lintas agama untuk mendoakan Gus Dur," ucap Mahfud.

Baca juga: Program Makan Gratis Prabowo Disentil Ganjar-Mahfud MD, Anwar Sadad: Masyarakat Merespons Positif

Cawapres dari Capres Ganjar Pranowo 
itu juga mengenang kepergian Gus Dur 
pada 30 Desember 2009 silam.

Ia menyebut seluruh rakyat Indonesia berduka saat itu bahkan masyarakat menyambut kedatangan iring-iringan mobil jenazah Gus Dur di sepanjang jalan dari Juanda hingga menuju Ponpes Tebuireng.

"Mulai dari Juanda sampai ke  Tebuireng ini orang di pinggir jalan, ada yang menangis, ada yang tahlil, anak sekolah membawa bendera merah putih berteriak Gus Dur, Gus Dur. Saya tidak membaca lagi ada tokoh yang sebanyak itu ditangisi dan diantarkan oleh rakyatnya," bebernya.

Peninggalan Gus Dur berupa ide dan pemikirannya masih relavan hingga saat ini tentang kesetaraan, kemanusiaan dan demokrasi.

"Bahwa orang baik meninggal dalam keadaan selalu terus berjuang, ia tidak akan pernah mati. Dia (Gus Dur) selalu bersama kita, ide-idenya itu terus bersama kita. Setiap kita ada problem perpecahan, orang akan selalu ingat Gus Dur," kata Mahfud.

Mahfud mengatakan wasiat Gus Dur agar terus berjuang untuk kemaslahatan umat dan bangsa terutama penegakan hukum.

"Mahfud ini penting untuk penegakan hukum di Negara kita, waktu itu Gus Dur bilang begitu. Dan itu saya anggap sebagai wasiat dari Gus Dur, bahwa saya harus terus menegakan hukum," pungkasnya.

Sumber: Tribun Jatim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved