Kebakaran Rumah Elit di Surabaya
Kuak Penyebab Kebakaran Rumah Elit di Surabaya, Labfor Polda Jatim Akan Diterjunkan
Selidiki penyebab kebakaran rumah elit di Surabaya yang sebabkan lansia tewas terpanggang, Kapolsek Lakarsantri gandeng Tim Labfor Polda Jatim.
Penulis: Luhur Pambudi | Editor: Dwi Prastika
Laporan Wartawan TribunJatim.com, Luhur Pambudi
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Pihak kepolisian masih menyelidiki penyebab pasti kebakaran rumah elit di kawasan North Emerald Mansion, Lidah Kulon, Lakarsantri, Surabaya, Sabtu (13/1/2024) malam, yang menyebabkan seorang penghuni rumah lansia tewas terpanggang.
Kapolsek Lakarsantri Polrestabes Surabaya, Kompol M Akhyar mengatakan, pihaknya masih menunggu mekanisme olah tempat kejadian perkara (TKP) rampung.
Rencananya, pada Senin (15/1/2024), pihaknya bakal melakukan mekanisme olah TKP lanjutan, dibantu oleh Tim Labfor Polda Jatim.
"Untuk lebih jelasnya, kami juga sudah berkoordinasi dengan pihak Polda Jatim AKBP Lukman, insyaallah Senin kita akan olah TKP kembali untuk mengetahui sebab-sebab kejadian kebakaran ini," ujarnya saat ditemui awak media di Mapolsek Lakarsantri, Sabtu (13/1/2024) malam.
Namun, Kompol M Akhyar mengungkapkan sejumlah temuan hasil penyelidikan dan olah TKP awal yang dilakukan oleh personelnya; Unit Reskrim Polsek Lakarsantri Polrestabes Surabaya, dibantu Tim Inafis Polrestabes Surabaya.
Bahwa, korban berinisial ST (61) baru menetap tinggal di rumah tersebut sejak tahun 2022 silam.
Sosok korban ST diketahui hidup seorang diri, karena sudah berpisah dengan sang istri.
Ditambah lagi, hasil pernikahan sebelumnya, korban juga tidak dikaruniai buah hati.
"Jadi beliau ini tinggal sendirian, karena lama bercerai dan tidak punya anak juga, dan akhirnya korban ini hidup sendirian. Tapi ada pembantunya dan fisioterapi," katanya.
Baca juga: Cerita Petugas Pemadam Temukan Lansia Stroke Tewas Terpanggang dalam Kebakaran Rumah Elit Surabaya
Menurut keterangan pihak keluarga yang berhasil dihimpun penyidik kepolisian, kepindahan korban di rumah tersebut dalam rangka perawatan kesehatan.
Pasalnya, korban mengalami kondisi sakit stroke selama kurun waktu setahun terakhir. Dan semenjak tinggal di rumah tersebut, korban didampingi oleh seorang asisten rumah tangga dan seorang fisioterapis.
Namun, kedua orang tersebut tidak tinggal bersama korban, atau setiap hari dan setiap saat mendampingi korban.
"Menurut keterangan dari pihak fisioterapi, korban ini sudah tua, barangkali sering marah-marah," jelasnya.
"Dan pada hari Jumat kemarin, pembantunya sudah meninggalkan korban termasuk fisioterapinya juga tidak menunggu beliau. Jadi beliau sendirian," tambahnya.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.