Berita Malang
Dana Terbatas, Posko Damkar di Malang Hanya Ada 3 Unit Saja, Dinas PMK: Idealnya Punya 7 Posko
Sedikitnya harus ada tujuh posko pemadam kebakaran (Damkar) untuk mengcover 33 kecamatan di wilayah Kabupaten Malang.
Penulis: Luluul Isnainiyah | Editor: Sudarma Adi
Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Lu'lu'ul Isnainiyah
TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Sedikitnya harus ada tujuh posko pemadam kebakaran (Damkar) untuk mengcover 33 kecamatan di wilayah Kabupaten Malang.
Namun, sampai saat ini hanya ada tiga posko damkar sehingga menyulitkan petugas untuk tiba di lokasi kejadian.
Luas wilayah dan kondisi geografis di Kabupaten Malang membuat damkar kesulitan untuk respon cepat saat terjadi kebakaran. Padahal, respon cepat dengan tiba tepat waktu dapat meminimalisir terjadinya dampak yang disebabkan dari kebakaran.
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Malang Sigit Yuniarto mengatakan, phaknya memiliki standar pelayanan minimal. Yakni setelah mendapatkan laporan kebakaran, 15 menit kemudian harus sudah tiba di lokasi.
"Bagaimana harus tiba tepat waktu? Caranya harus ada posko. Konsep kami ke depan, semakin banyak posko, semakin banyak juga mengcover kebakaran," kata Sigit ketika dikonfirmasi, Rabu (24/1/2024).
Baca juga: Diduga Ngantuk, Sopir Truk Hantam Mobil Parkir, Rombong Es hingga Kios di Malang, Segini Kerugiannya
Sigit menyebutkan, setidaknya harus ada tujuh posko damkar di Kabupaten Malang. Tujuh posko tersebut harus tersebar di beberapa titik, yang tentunya dapat mengcover beberapa kecamatan.
Namun, karena keterbatasan anggaran, sampai saat ini hanya ada tiga posko. Di antaranya di Kecamatan Kepanjen, Mako Damkar Kota Malang itu sendiri, dan di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), Kecamatan Singosari.
"Contohnya jika bisa mendirikan posko lagi, bisa di Kecamatan Ngantang, atau di Turen, dan bahkan bisa di Kecamatan Donomulyo. Karena kalau nggak gitu ya memang waktu kita gerak ke lokasi harus 15 menit," bebernya.
Dari setiap posko, dikatakan Sigit, rancangannya terdiri dari dua unit mobil damkar, satu unit tempur, dan satu lagi unit suplai.
"Sekarang yang ada 11 unit mobil damkar di milik Kabupaten Malang. Di antaranya tujuh unit yang ready, sisanya untuk unit edukasi," tukasnya.
Baca juga: Tiga Mahasiswa Petinggi BEM Resmi Dilaporkan, Buntut Aksi Demo Fitnah Kriminalisasi di Malang
Sebagaimana diketahui, kebakaran di wilayah Kabupaten Malang selama 2023 terjadi sebanyak 194 kejadian. Angka ini meningkat jika dibandingkan 2022 yang hanya terjadi 75 kejadian.
Dari 194 kejadian tersebut, paling banyak terjadi kebakaran ada di wilayah Kecamatan Singosari dan Pakis. Masing-masing terjadi 16 kejadian dalam setahun.
Tak hanya mengalami kerugiaan materiil, pada 2023 tersebut juga memakan korban jiwa. Yakni pemilik rumah yang meninggal dunia atas kebakaran yang menimpanya.
| Angin Kencang Terjang Poncokusumo dan Kepanjen, Pohon Tumbang Timpa Rumah Warga |
|
|---|
| Warga Malang Mendadak Gempar, Temukan Sesuatu yang Mengambang di Sungai, Ternyata Jenazah |
|
|---|
| Universitas Brawijaya Siapkan 1.540 Komputer untuk UTBK 2026, UB Malang Perketat Pengawasan |
|
|---|
| Kemiskinan dan Banjir di Malang Disorot DPRD Kota Malang saat HUT ke-112, Dorong Kolaborasi |
|
|---|
| HUT ke-112 Kota Malang, DPRD Kota Malang Dorong Penyelesaian Pasar Besar Malang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Kebakaran-gudang-mebel-di-Kelurahan-Cepokomulyo-Kecamatan-Kepanjen.jpg)