Berita Malang
Warga Malang Mendadak Gempar, Temukan Sesuatu yang Mengambang di Sungai, Ternyata Jenazah
Warga Desa Putat Lor, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang digegerkan dengan penemuan sosok mayat mengambang
Penulis: Luluul Isnainiyah | Editor: Januar
Ringkasan Berita:
- Warga Desa Putat Lor, Gondanglegi, Malang menemukan jasad pria bernama Mujiono (48) mengambang di aliran sungai, pertama kali dilihat oleh saksi yang sedang mencuci.
- Warga mengevakuasi korban ke tepi sungai dan melaporkan ke polisi, yang kemudian melakukan olah TKP serta memeriksa saksi dan pihak keluarga.
- Korban diketahui memiliki riwayat epilepsi, tidak ditemukan tanda kekerasan, dan keluarga menolak autopsi serta menerima kejadian sebagai kecelakaan.
Laporan wartawan TribunJatim.com, Lu'lu'ul Isnainiyah
TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Warga Desa Putat Lor, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang digegerkan dengan penemuan sosok mayat mengambang di aliran sungai, Minggu (5/4/2026).
Kasihumas Polres Malang, AKP Bambang Subinajar mengatakan peristiwa ini pertama kali diketahui olhe Alfiah (46) warga desa setempat. Saat itu, saksi sedang mencuci baju di tepi sungai.
"Kemudian saksi melihat ada tubuh mengambang dan terbawa arus. Kondisinya saat itu tidak bergerak," kata Bambang.
Mengetahui kejadian ini, saksi segera beranjak untuk mencari bantuan warga. Warga kemudian mendatangi tempat ditemukannya sosok tubuh pria itu. Diketahui, korban bernama Mujiono (48).
Lalu warga bersama-sama menepikan dan mengangkat tubuh korban ke pinggir sungai. Selanjutnya, penemuan ini dilaporkan ke perangkat desa dan diteruskan ke kepolisian.
Baca juga: Ending Pencarian Jenazah Ibu dan Anak di Bangkalan, Ditemukan di Sungai Tunjung, Terpisah 500 Meter
"Kami mendapatkan laporan dari warga dan segera menuju ke tempat kejadian perkara (TKP) untuk dilakukan olah TKP dan memintai keterangan saksi," ujarnya.
Berdasarkan hasil pemeriksaan saksi dan keterangan keluarga, Mujiono diketahui memiliki riwayat penyakit epilepsi. Selain itu, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
"Korban diduga meninggal karena penyakit yang dideritanya saat berada di sekitar aliran sungai," tegasnya.
Jenazah korban kemudian dievakuasi dan diperiksa oleh petugas medis dari Puskesmas Ketawang. Selanjutnya, korban dibawa ke rumah untuk dikebumikan.
Sementara, keluarga menolak untuk dilakukan autopsi pada korban. Mereka menerima kejadian ini sebagai musibah.
"Keluarga menolak untuk dilakukan autopsi dan menganggapnya sebagai murni kecelakaan," tukas Bambang.
Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com-
| Universitas Brawijaya Siapkan 1.540 Komputer untuk UTBK 2026, UB Malang Perketat Pengawasan |
|
|---|
| Kemiskinan dan Banjir di Malang Disorot DPRD Kota Malang saat HUT ke-112, Dorong Kolaborasi |
|
|---|
| HUT ke-112 Kota Malang, DPRD Kota Malang Dorong Penyelesaian Pasar Besar Malang |
|
|---|
| Refleksi Usia 112 Tahun, Ketua DPRD Kota Malang Ajak Masyarakat Ikut Aktif sampaikan Aspirasi |
|
|---|
| Kabar Baik, Perusahaan Jepang Butuh Sopir 500 Orang, Simak Syaratnya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/EVAKUASI-Petugas-kepolisian-dibantu-warga-mengevakuasi-korban-yang.jpg)