Berita Trenggalek

Berada di Daerah Wisata, Pasar Sebo di Trenggalek Segera Direvitalisasi Tahun ini 

Pasar Sebo, Desa Slawe, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek segera direvitalisasi pada tahun 2024.

Tayang:
TRIBUNJATIM.COM/SOFYAN ARIF CANDRA
Pasar Sebo, Desa Slawe, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek Segera Direvitalisasi  

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Sofyan  Arif Candra

TRIBUNJATIM.COM, TRENGGALEK - Pasar Sebo, Desa Slawe, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek segera direvitalisasi pada tahun 2024.

Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan (Komidag) Kabupaten Trenggalek, Saniran mengatakan pada tahun 2023 lalu pihaknya mengusulkan revitalisasi 4 pasar.

Keempat pasar tersebut adalah revitalisasi Pasar Tugu Tahap II, Kecamatan Tugu lalu Pasar Sukosari, Kecamatan Trenggalek, dan Pasar Ngares, Kecamatan Trenggalek, serta Pasar Sebo, Kecamatan Watulimo.

"Dalam perjalanan pengusulan, ternyata Kementerian Perdagangan memprioritaskan revitalisasi pasar yang tematik, sehingga yang diprioritaskan adalah Pasar Sebo," ucap Saniran, Selasa (30/1/2024).

Baca juga: Sosok 3 Preman Sadis Berusia Muda di Jember, Sekongkol Habisi Nyawa Kakek, Ingin Kuasai Harta Korban

Saniran menjelaskan, Pasar Rakyat Tematik sendiri merupakan Pasar Rakyat yang dikembangkan sesuai dengan tema atau fokus tertentu yang menjadi ikon pasar.

Hal tersebut sesuai dengan keberadaan Pasar Sebo yang lokasinya berada di Kecamatan Watulimo yang merupakan daerah wisata Kabupaten Trenggalek.

Selain itu, Pasar Sebo berada di Jalan Nasional Trenggalek - Tulungagung yang menjadi jalur mobilitas wisatawan. 

"Makanya perlu untuk ditata rapi agar menjadi daya tarik bagi wisatawan untuk mampir. Kami usulkan Rp 3 Miliar, semoga saja bisa realisasi karena memang usulannya ini lewat aplikasi dan kuotanya terbatas," lanjutnya.

Baca juga: Survei Elektabilitas Capres-Cawapres Januari 2024: Prabowo-Gibran Masih Tertinggi di Posisi Pertama

Kondisi Pasar Sebo sendiri sudah banyak terjadi kerusakan di sana-sini, terutama struktur kayu yang sudah lapuk, serta kios yang masih menggunakan desain lama.

"Saluran drainase Pasar Sebo juga tidak jelas, kumuh memprihatinkan, padahal itu jadi wajahnya wisatawan masuk," ujar Saniran.

"Pasca dibangun kami berharap mendukung pariwisata dan produk pertanian seperti Durian," pungkasnya. 

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved