Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Pilpres 2024

Respons Ahok Dituding Kuda Putih Jokowi: Ga Mungkin Nama Saya Disusupi, Kuak Hubungan dengan Bu Mega

Narasi kuda putih Jokowi dibantah oleh Ahok. Basuki Tjahaja Purnama sebut dirinya adalah orang yang terbuka dan tak suka bermain sandiwara.

|
Editor: Elma Gloria Stevani
KOMPAS/RIZA FATHONI
Presiden Joko Widodo bersama Basuki Tjahja Purnama alias Ahok yang disebut kuda putih Jokowi. 

"Makanya saya sangat menghargai Ibu Mega. Beliau tidak pernah ngajak saya menyerang Pak Jokowi," katanya.

Sejalan dengan itu, PDIP juga buka suara mengenai narasi "Kuda Putih Jokowi" yang diberikan kepada Ahok.

Sekjen PDIP Hasto Kristianto dengan tegas menepis isu tersebut dan mengatakan bahwa apa yang dilakukan Ahok saat ini adalah panggilan nurani untuk bangsa.

"Nggak ada kuda putih, tapi itu kemungkinan besar mengejutkan Pak Jokowi. Bagaimana pun Pak Ahok ini adalah one of the person terhadap keberhasilan dari Pak Jokowi saat itu," kata Hasto di depan wartawan pada Senin (5/2/2024).

Hasto Kristiyanto berharap dukungan Ahok untuk Ganjar Pranowo-Mahfud MD diikuti oleh Jokowi.

Hal ini disampaikan menjawab adanya pertanyaan bahwa munculnya Ahok mendeklarasikan dukungan pada Ganjar-Mahfud sebagai kuda putih Jokowi guna mencegah terjadinya koalisi dengan kubu Anies-Muhaimin.

Ahok cerita kedekatannya dengan Jokowi

Dikutip dari Kompas.com, Ahok bercerita tentang kedekatannya dengan Presiden Joko Widodo. Ahok mengaku selalu menganggap Jokowi sebagai teman.

Bahkan, ketika sejumlah pihak mengajaknya berpaling mendukung Prabowo Subianto yang pada Pemilu Presiden (Pilpres) 2019 bersaing dengan Jokowi, Ahok menolak.

Kisah ini disampaikan Ahok usai acara Deklarasi Relawan Ahokers di Jakarta Pusat, Minggu (4/2/2024).

“2019, ketika adik perempuan saya yang kandung meminta saya mendukung Pak Prabowo (dan) meninggalkan Pak Jokowi, yang telah istilahnya, bagi dia, meninggalkan saya masuk ke tahanan, padahal polisi jaksa di tangan kuasa beliau (Jokowi), para Ahokers datang pada saya mau meninggalkan Pak Jokowi, saya tulis di secarik kertas, mungkin Ahokers masih ingat, ‘A friend is always loyal’,” kata Ahok

Ahok mengatakan, dirinya bukan loyal kepada Jokowi secara individu, melainkan setia kepada perjuangan.

"Bagaimana mungkin kita membiarkan Pak Jokowi dia mau lanjutkan periode kedua, menyerahkan pada pak Prabowo untuk memimpin. Maka saya tidak rela," ujarnya.

Meski telah menolak, sejumlah pihak terus berusaha membujuk Ahok untuk meninggalkan Jokowi dan mendukung Prabowo.

Sampai-sampai, adik perempuan Ahok menyinggung soal kemungkinan kakaknya dijebloskan ke penjara lagi jika Jokowi menang Pemilu 2019.

“Adik saya bilang, ‘Nanti kamu bisa dipenjara lagi lho kalau itu menang lho’,” kata Ahok mengingat ucapan adiknya.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved