Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Cek Fakta

CEK FAKTA: Video Jokowi Sebut yang Pilih Nomor 2 Hati-hati, Pidato Lengkap Presiden Terungkap

Tengah viral di media sosial video Presiden Jokowi sebut bagi pemilih nomor dua harus berhati-hati. Fakta tentang video itu pun terungkap.

Penulis: Ani Susanti | Editor: Mujib Anwar
Facebook via Kompas.com
CEK FAKTA: Video Jokowi Sebut yang Pilih Nomor 2 Hati-hati, Pidato Lengkap Presiden Terungkap 

TRIBUNJATIM.COM - Tengah viral di media sosial video Presiden Jokowi sebut bagi pemilih nomor dua harus berhati-hati.

Fakta tentang video itu pun terungkap.

Melansir dari Kompas.com ( grup TribunJatim.com ), video Jokowi itu dibagikan oleh akun Facebook ini, ini  dan ini.

Akun tersebut membagikan video singkat yang menampilkan Jokowi sedang berpidato.

Dalam pidatonya Jokowi mengatakan demikian:

Yang milih nomor 2 itu hati-hati.

Karena pasti ini karena emosional dan kurang informasi.

Dan sebetulnya tawarannya tidak masuk akal.

Salah satu akun memberikan keterangan demikian:

Yang Milih Nomor Dua Itu Hati-Hati, Karena Pasti Karena Emosional Dan Kurang Informasi.

Dan Sebetulnya, Tawarannya Tidak Masuk Akal.

-Presiden Jokowi

Baca juga: Respons Ahok Dituding Kuda Putih Jokowi: Ga Mungkin Nama Saya Disusupi, Kuak Hubungan dengan Bu Mega

Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta , video Jokowi berpidato identik dengan video di kanal YouTube Kompas TV ini.

Video itu diambil pada 21 Oktober 2022 ketika Jokowi menghadiri acara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-58 Partai Golkar.

Video yang dicuplik yakni pada menit 46:15.

Dalam video utuhnya Jokowi mengatakan demikian:

Presiden itu seperti pilot, penumpangnya banyak sekali seluruh rakyat Indonesia.

Dan Pilpres itu memilih pilot dan kopilot.

Ini yang tidak mudah sekarang ini.

Jadi saya buka-buka di Nas Daily tentang pemilihan pilot.

Ada perusahaan perusahaan airline ingin memilih pilot.

Baca juga: Dulu Sebut Presiden Boleh Kampanye, Kini Jokowi Akui Tak akan Berkampanye: Yang Bilang Siapa

Ada dua calon.

Pilot yang pertama ngomong agar dia bisa terpilih dia mengatakan "Saya akan patuhi hukum penerbangan internasional dan saya akan terbang di ketinggian 30.000 kaki.

Ini pilot pertama.

Pilot kedua mengatakan, semua calon penumpang akan saya dudukan di kelas bisnis semuanya dan seluruh penumpang akan saya berikan diskon tiketnya.

Bapak ibu akan tertarik yang mana, kalau yang sekarang pasti akan yang tertarik yang nomor dua.

Karena semuanya disiapin kelas bisnis dan semuanya diberikan diskon tiket gratis.

Baca juga: CEK FAKTA: Video Caleg Pendukung Prabowo Bagi Uang di Pantai Losari, Total Tumpukan di Kardus Dikuak

Yang milih nomor 2 itu hati-hati, karena pasti ini karena emosional dan kurang informasi.

Dan sebetulnya tawarannya tidak masuk akal.

Sudah diberi kelas bisnis semuanya kemudian tiketnya didiskon.

Menarik sekali tapi tidak masuk akal.

Apa yang ingin saya sampaikan dari pemilihan pilot ini, jangan sembarangan menentukan calon pilot dan kopilot yang akan dipilih oleh rakyat juga jangan sembarangan memilih calon presiden dan wakil presiden.

Pidato itu disampaikan Jokowi sebelum penetapan nomor urut capres-cawapres di Pilpres 2024.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) baru menetapkan nomor urut pasangan capres-cawapres pada 14 November 2023.

Berdasarkan pengundian, KPU menetapkan: Nomor urut 1: Anies Rasyid Baswedan dan Muhaimin Iskandar, Nomor Urut 2: Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka, dan Nomor urut 3: Ganjar Pranowo dan Mahfud MD,

Jadi kesimpulannya, video berisi pernyataan Jokowi untuk berhati-hati ketika memilih nomor dua tidak terkait dengan Pilpres 2024.

Video itu diambil pada 21 Oktober 2022, sebelum penetapan nomor urut pasangan capres-cawapres pada 14 November 2023.

Baca juga: CEK FAKTA: Mahfud MD Sebut 80 Juta Orang Indonesia Terjerumus Judi Online, Data Sebenarnya Terungkap

Di sisi lain, Presiden Jokowi baru-baru ini menepis kabar yang menyebutkan dirinya akan ikut berkampanye pada Pilpres atau Pemilu 2024.

Sebelumnya beredar kabar Presiden akan turun berkampanye memenangkan salah satu pasangan Capres-Cawapres.

"Yang bilang siapa," kata Jokowi saat melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara, Rabu, (7/2/3024).

Presiden mengatakan bahwa pernyataannya beberapa waktu lalu hanya menjelaskan bahwa ada aturan seorang Presiden boleh memihak atau berkampanye. Bunyi aturan tersebut bahkan pernah ia tunjukkan kepada publik.

"Ini saya ingin menegaskan kembali pernyataan saya sebelumnya, bahwa presiden memang diperbolehkan undang-undang untuk kampanye dan juga sudah pernah saya tunjukkan bunyi aturannya," katanya.

Meskipun diperbolehkan undang-undang untuk berkampanye, Jokowi mengaku tidak akan mengambil kesempatan tersebut.

"Tapi jika pertanyaannya apakah saya akan kampanye? Saya jawab tidak. Saya tidak akan berkampanye," pungkasnya.

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved