Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Berita Viral

Masih Ingat Atlet Dulu Viral 'Akurkan' Jokowi & Prabowo Lewat Pelukan? Terungkap Kabarnya Sekarang

Masih ingat atlet dulu viral karena 'mengakurkan' Jokowi dan Prabowo lewat pelukan di Asian Games 2018?

Penulis: Alga | Editor: Mujib Anwar
Instagram/hanifan_yk - Warta Kota
Kabar atlet pencak silat yang dulu viral peluk Jokowi dan Prabowo 

Pada Desember 2023, M mengunggah dukungannya terhadap Prabowo-Gibran di Facebook.

"Pas saya menyatakan dukung Prabowo bulan Desember, langsung itu saya dibilang 'dicoret dari KK' karena bokap pendukung Ganjar garis keras," katanya.

"Dia enggak terima anaknya dukung Prabowo," tambah M saat berbincang dengan Kompas.com, Jumat (16/2/2024).

Diksi kalimat 'dicoret dari KK' dari sang ayahanda bukan dalam artian sebenarnya.

Melainkan M sudah tak lagi dianggap anak oleh sang ayahanda.

Baca juga: Raffi Ahmad Tegas Menolak Didoakan Rizky Billar Jadi Menteri, Suami Nagita Slavina: Jangan Bro

M berkata, kata-kata dirinya tak lagi dianggap anak ditulis sang ayah di dalam kolom komentar unggahannya.

"Dia bilang, 'kamu kalau dukung Prabowo, minta makan siang saja sama Prabowo."

"Kamu bukan anak saya lagi'. Digituin," tutur M yang sudah tidak tinggal bersama dengan sang ayah.

M yang berprofesi sebagai pedagang makanan daring ini menyesalkan peristiwa yang terjadi antara ia dengan ayahnya.

Ia tak menyangka perbedaan pilihan capres bisa sampai memutus hubungan keluarga, apalagi sedarah.

Sebelum dirinya tidak lagi dianggap anak, M dan sang ayah sering adu argumentasi terkait masalah pemilihan calon presiden.

Real Count TPS Pilpres 2024, siapa yang lebih unggul Anies Baswedan, Prabowo Subianto atau Ganjar Pranowo
Real count Pilpres 2024, siapa yang lebih unggul, Anies Baswedan, Prabowo Subianto, atau Ganjar Pranowo? (TribunJatim.com)

Respons sang ayah sempat membuat keluarga besarnya turun tangan.

Beberapa orang saudara mendekati ayah M dan membujuknya untuk tak bersikap keras terhadap M.

Namun, hingga usai pencoblosan, Y masih tidak mau berdamai dengan M.

M sendiri masih mencoba menghubungi sang ayah, meski sang ayah belum meresponsnya.

"Aku berharap bokap mendukung keputusanku bahwa yang kudukung adalah paslon berbeda dari dia."

"Jangan karena politik kami jadi terpisah," ujar M.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved