Berita Situbondo

Pedagang Nasi di Situbondo Keluhkan Pemasukan Menurun Imbas Harga Beras Mahal

Mahalnya harga beras di Kabupaten Situbondo, tidak hanya dikeluhkan masyarakat, melainkan juga juga dikeluhkan pedagang nasi.

Tayang:
Penulis: Izi Hartono | Editor: Ndaru Wijayanto
TRIBUNJATIM.COM/SAMSUL HADI
Ilustrasi harga beras di Situbondo masih tingga dan membuat pedagang nasi mengeluh pendapatan menurun 

TRIBUNJATIM.COM, SITUBONDO- Mahalnya harga beras di Kabupaten Situbondo, tidak hanya dikeluhkan masyarakat, melainkan juga juga dikeluhkan pedagang nasi.

Seperti yang dialami Tutik Asmara, pedagang nasi yang mangkal di depan kantor DPRD Situbondo.

Tutik mengaku sejak satu minggu ini harga beras terus merangkak naik dan kunjung turun.

"Saya beli beras harga ecerannya Rp 17 ribu perkilogram,"ujarnya.

Dengan harga beras seharga Rp 17 ribu, kata Tutk, penghasilan penjualan nasi yang didapat tidak sesuai harapan. Bahkan, setiap hari terus menurun dari sebelum ada kenaikan harga beras.

"Untungnya tidak banyak pak, hanya pas-pasan," katanya.

Baca juga: Gara-gara Jual Beras SPHP di Atas Harga Eceran Tertinggi, 30 Toko di Jember di-Blacklist Bulog

Wanita berkaca mata ini berharap agar harga beras di pasaran segera turun.

"Dengan harga beras Rp 14 ribu sampai Rp 15 ribu, ya kita masih dapat untung dan bisa memenuhi kebutuhan keluarga," ucapnya.

Sementara itu, pengawas Toko Lautan Mas, Anton mengatakan, sejauh ini dirinya menjual beras IR 64 ke pelanggannya dengan harga Rp 15.500 per kilogramnya.

Dengan harga tersebut, kata Anton, harganya naik dari harga sebelumnya mencapai Rp 13.500. "Naik hanya Rp 200 rupiah, " ucapnya.

Baca juga: Sulastri Makan Nasi Dicampur Gaplek saat Tahu Harga Beras 1 Kg Meroket, Kini Hemat Sampai 4 Hari

Kenaikan harga beras itu, lanjut Anton, dikarenakan banyaknya pesanan dari masyarakat yang menggkoordinir arisan.

"Sekarang ini saja saya pesan 100 sak, ternyata hanya sebanyak 40 sak," katanya.

Saat ditanya stok berkurang, Anton mengatakan tidak membantah, akan tetapi karena banyaknya permintaan beras di masyarakat.

"Bukan kurang, tapi permintaan beras yang terlalu banyak," pungkasnya

Baca juga: Keluhan Pedagang Pasar Induk Among Tani Batu di Tengah Harga Beras Naik : Baru Kali Ini Paling Mahal

 

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved