Ramadan 2024

Cara Khatam Alquran 30 Juz Selama Bulan Ramadan 1445 H/2024, Sehari Baca Berapa Halaman? Simak!

Satu di antara amalan yang dikerjakan di bulan Ramadan ialah membaca Alquran atau tadarus. Berapa halaman atau juz supaya bisa khatam?

TRIBUN TIMUR/SANOVRA JR
Ilustrasi membaca Alquran. Satu di antara amalan yang dikerjakan di bulan Ramadan ialah membaca Alquran atau tadarus. Berapa halaman atau juz supaya bisa khatam? 

TRIBUNJATIM.COM - Satu di antara amalan yang dikerjakan di bulan Ramadan ialah membaca Alquran atau tadarus.

Namun, ada pertanyaan yang sering muncul.

Berapa halaman atau juz yang sebaiknya dibaca setiap harinya agar bisa khatam di bulan Ramadan?

Berikut cara khatam Alquran selama bulan Ramadan dan jumlah halaman yang optimal untuk dibaca setiap hari, dikutip dari Kompas.com.

Baca juga: Sering Dilakukan Emak-emak, Mencicipi Makanan atau Masakan saat Berpuasa, Apakah Membatalkan Puasa?

Khatam Alquran dengan 1 hari 1 juz

Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Kemenag, Adib, mengatakan umat Islam mendapat kemudahan untuk menyelesaikan bacaan Alquran pada bulan Ramadan.

"Pembagian alquran menjadi 30 juz salah satu hikmahnya adalah agar dapat dikhatamkan dalam satu bulan atau 30 hari," ujarnya saat dihubungi Kompas.com, Minggu (10/3/2024).

Adib menjelaskan, Alquran terdiri dari 30 juz yang setiap juz terbagi menjadi dua hizb.

Setiap hizb memiliki empat maqra atau berarti satu juz Alquran berisikan delapan maqra. 

Hizb adalah penanda khusus berupa huruf hijaiyah ha yang membagi dua seluruh bacaan Al Quran agar selesai dibaca selama enam puluh hari.

Sementara maqra adalah sub-pembahasan dalam Al Quran yang biasanya ditandai dengan huruf ain di kiri atau kanan halamannya.

Ilustrasi membaca Alquran di bulan Ramadan.
Ilustrasi membaca Alquran di bulan Ramadan. (TRIBUN TIMUR/SANOVRA JR)

Maqra, katanya, bertujuan untuk membagi bacaan satu juz Alquran saat salat.

Satu bagian maqra dapat dibaca dalam setiap dua rakaat pertama salat Dhuhur, Ashar, Maghrib, dan Isya.

"Hal itu menjadi tradisi di kalangan para penghafal Al quran untuk selalu dapat murajaah (menghafal) hafalannya melalui salat lima waktu," lanjut dia.

Adib menambahkan, hal tersebut tidak berlaku saat salat Subuh.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved