Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Pilpres 2024

Sempat Syok, Kini Prabowo Akui Semakin Diejek Semakin Dicintai Rakyat, Ungkit Sindiran Anies

Presiden terpilih RI 2024-2029, Prabowo Subianto mengungkit kembali sindiran mantan rivalnya, Anies Baswedan soal nilai 11 dari 100.

Editor: Torik Aqua
YouTube/KPU RI
Prabowo Subianto ungkit kembali sindiran Anies Baswedan soal nilai 11 dari 100 

TRIBUNJATIM.COM, JAKARTA -  Presiden terpilih RI 2024-2029, Prabowo Subianto mengungkit kembali sindiran mantan rivalnya, Anies Baswedan soal nilai 11 dari 100.

Prabowo menilai jika dirinya semakin diejek, semakin rakyat cinta dengan dirinya.

Hal itu disampaikan saat pidato saat acara buka bersama (bukber) di Kantor DPP PAN, Buncit, Jakarta Selatan, Kamis (21/3/2024). 

Mulanya, Prabowo bercerita bahwasanya dirinya kerap diejek dan dihina oleh banyak pihak.

Baca juga: Rayakan Kemenangan, Relawan Prabowo-Gibran di Bangkalan Cukur Gundul Angka 2 dan Sembelih Ternak


Namun, Ketua Umum Partai Gerindra itu tidak masalah dengan ejekan tersebut.

"Walaupun saya sering diejek dan dihina, nggak ada urusan saya," ucap Prabowo.

Prabowo pun lalu menyindir ejekan Anies Baswedan yang memberikan nilai 11 dari 100 atas kinerjanya sebagai Menhan RI. Dia pun tidak menampik sempat kaget dengan kritikan tersebut.

"Saya tadinya agak sedikit syok walau saya dapat nilai 11 dari 100. Tetapi sekarang saya terima kasih dengan rival-rival saya kemarin itu," katanya.

Lebih lanjut, ia pun mengungkap alasan berterima kasih atas kritikan tersebut.

Pasalnya, ia melihat banyak masyarakat yang semakin mencintainya jika terus menerus dihina.

"Semakin mereka ngejek saya semakin rakyat cinta sama saya. Saya sangat terharu lihat anak-anak Indonesia," pungkasnya.

Sementara itu, Dewan Pengarah Tim Kampanye Nasional Khofifah Indar Parawansa  mengajak para pendukung Prabowo-Gibran untuk mensyukuri penetapan hasil Pemilu 2024.

Namun demikian Khofifah menghimbau kepada seluruh pendukung Prabowo-Gibran untuk tidak melakukan aksi euforia berlebihan saat merayakan kemenangan. 

“Pengumuman ini sudah ditunggu-tunggu sejak lama, dan Alhamdulillah hasilnya sesuai dengan apa yang diharapkan. 96 juta lebih pemilih mempercayakan paslon Prabowo-Gibran sebagai Presiden dan Wakil Presiden periode lima tahun kedepan,” ungkap Khofifah di kediamannya di Jemursari, Surabaya, Kamis (21/3/2024). 

"Saya berharap semua pihak bisa mengendalikan diri dan menerima hasil Pemilu 2024 dengan bijak. Bagi pendukung, simpatisan, relawan Prabowo-Gibran sebaiknya tidak perlu ada euforia berlebihan saat merayakan kemenangan. Cukup doakan saja Bapak Prabowo  dan Bapak Gibran mampu membawa kebaikan dan kemajuan bagi Indonesia," tambah dia. 

Sebagai informasi Pasangan calon nomor urut 2 Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka menang dalam Pilpres 2024 berdasarkan hasil rekapitulasi suara 38 provinsi yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU). Keputusan itu ditetapkan Ketua KPU Hasyim Asy'ari dalam Keputusan KPU bernomor 360/2024 pada rapat pleno pengumuman rekapitulasi nasional Pemilu 2024, Rabu (20/3/2024). 

Hasilnya, Prabowo-Gibran menang di 36 dari 38 provinsi di Indonesia. Mereka juga unggul dalam pemungutan suara di luar negeri. Dua provinsi lainnya dimenangkan oleh Anies-Muhaimin. Sementara itu, Ganjar-Mahfud tak menang di provinsi mana pun.

Lebih lanjut, Khofifah juga menyampaikan ucapan rasa syukurnya karena Pemilu 2024 berjalan dengan aman, damai, lancar, dan menggembirakan.  Menurutnya, pasca penetapan hasil rekapitulasi oleh KPU selayaknya para elite politik untuk memberikan kesejukan dan tidak membuat suasana damai tersebut menjadi keruh dengan narasi-narasi yang memberikan tensi  disharmoni. 

“Hasil dari pilihan rakyat ini harus bisa diterima seluruh pihak. Namun, apabila merasa tidak puas akan hasilnya, sebaiknya menggunakan jalur-jalur konstitusional yang diatur oleh peraturan  perundang-undangan,” imbuhnya. 

Sementara itu, kepada seluruh masyarakat khususnya di Jawa Timur, Khofifah berpesan untuk kembali bersatu meski berbeda pilihan. Khofifah menyebutnya sebagai proses rekonsiliasi massal karena harus dilakukan di tingkatan elit politik, tokoh masyarakat, hingga masyarakat luas. 

“Pemilu sudah selesai, saatnya kita kembali bergandengan tangan, hidup rukun dan damai, serta merajut hubungan yang mungkin sempat kusut karena perbedaan pilihan politik. Saatnya untuk bersatu dan kembali membangun Jawa Timur menjadi lebih baik,” pungkasnya.


Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com

Informasi lengkap dan menarik lainnya di GoogleNews TribunJatim.com

Berita Artis dan Berita Jatim lainnya

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved