Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Berita Viral

Dikasih Takjil Gratis Minuman Starbucks, Antrian Panjang di Mall Jadi Sorotan, 'Enggak Jadi Boikot?'

Antrian panjang di mall dikasih takjil gratis minuman Starbucks jadi sorotan.

Penulis: Alga | Editor: Mujib Anwar
Instagram/twoquote
Demi dapat takjil gratis minuman Starbucks, antrian panjang di mall disorot 

TRIBUNJATIM.COM - Demi dapat takjil gratis minuman Starbucks, antrian panjang di mall jadi sorotan.

Video yang memperlihatkan antrean panjang pengunjung mal demi dapat takjil gratis itu pun viral di media sosial.

Tampak pengunjung mal rela antre panjang dan menunggu hingga takjil mulai dibagikan, seperti terekam dalam video.

Video tersebut jadi sorotan netizen karena ternyata salah satu hidangan pada menu takjil gratis tersebut ada minuman Starbucks.

Sementara diketahui, brand Starbucks kini tengah jadi sorotan, termasuk dalam produk yang diboikot masyarakat sebagai aksi mendukung perlawanan genosida di Palestina.

Kini diketahui peristiwa dalam video tersebut terjadi di salah satu mal besar di Semarang.

Video itu pun viral setelah dibagikan akun Instagram @twoquote, Jumat (22/3/2024).

Dalam video tersebut memperlihatkan suasana ramai di sebuah mal.

Di sana terlihat antrean panjang pengunjung mal yang berbaris dan tertib sembari menanti giliran untuk maju.

Kemudian perekam memperlihatkan antrean panjang pengunjung mal tersebut.

Perekam menyebut, ternyata pengunjung mal yang rela antre tersebut demi mendapatkan takjil gratis Ramadhan.

Tak hanya itu, perekam heran sambil ikut menyindir bahwa sekelas mal membuat antrean tersebut menjadi tampak seperti menunggu takjil di angkringan.

"Ini kelasnya mal lho mas, di sampingnya brand-brand berkelas," kata si perekam

"Iki mal loh mas kayak angkringan di pinggir jalan, nunggu apa toh, ya allah gusti ngenteni takjil gratis," lanjut si perekam.

Baca juga: Sosok Heba Zagout, Seniman Palestina Tewas Kena Serangan Udara Israel, Kerap Lukiskan Kedamaian Gaza

Dalam video tersebut, pengunjung mal tampak tertib antre mengambil bagiannya.

Terlihat para pengunjung mal tersebut bebas memilih menu takjil gratis yang dihidangkan tersebut.

Sejumlah pengunjung tampak memilih membawa beberapa menu takjil saja.

Langsung saja video momen pengunjung mal rela antre panjang demi takjil gratis tersebut viral dan jadi sorotan.

Sejumlah netizen menyoroti salah satu menu takjil gratis tersebut.

Ternyata terdapat minuman Starbucks yang ikut nangkring.

Viral antrean panjang pengunjung mal di Semarang demi takjil gratis, minuman Starbucks jadi sorotan
Viral antrean panjang pengunjung mal di Semarang demi takjil gratis, minuman Starbucks jadi sorotan (Instagram)

Berikut beragam komentar netizen, mengutip Tribun Jabar:

aldofareira: "Barisan manusia munafik."

ahmadmisbah_2: "aduhh iman nyaaa,,gratisann"

ranggadhn: "wkwkwk boycott tapi dikasi ngantri"

rustamrendra22: "Ku kira aku miskin .. Ternyata ada yg lebih miskin"

rangga_prawista_aji: "Ga jadi boikot? Ada gratis nya lngsung goyah tuh iman, preettt lah"

anyhamzah2309: "Mending beli cendol 5rban drpd strbuck grtisan sma aj minum drah sodara sndiri"

mamangosa: "Ngapain brand yg suprot peperangan DIANTRIIN segala BUAT BUKA PUASA? You guys muree yah."

Sementara itu, Abidzar Al Ghifari menjadi satu di antara artis yang turut menyuarakan kemerdekaan di Gaza, Palestina.

Ia pun sepakat untuk memboikot produk Israel adalah hal terbaik yang bisa dilakukannya saat ini.

"Itu mungkin salah satu cara yang bisa kita dan pemerintah kita lakukan," kata Abidzar Al Ghifari di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (12/11/2023).

Sebagaimana diketahui, bantuan masuk ke Palestina saat ini sulit.

Mengingat tentara Israel bersiaga di semua perbatasan Gaza, bahkan menyeleksi bantuan yang masuk dari luar Gaza.

"Kita mau ke Palestina kan juga enggak bisa. Mau ngirim dana juga tersendat."

Jadi satu-satunya cara menghentikan pergerakan mereka ya dengan ini," jelas putra Umi Pipik dan mendiang Ustaz Jefri Al Buchori.

Menurut Abidzar Al Ghifari, dengan memboikot produk Israel, bisa menghambat pertumbuhan bisnis mereka.

"Kita harus cerdas dalam memilih strategi. Bukan cuma mereka kok yang perang, kita juga perang," ujar Abidzar Al Ghifari.

"Cuma memang cara kita berbeda. Enggak pakai senjata, tapi dengan menghentikan bisnis mereka," pungkasnya.

Aaliyah Massaid membagikan potret Abidzar Al Ghifari ketika bertemu di aksi mendukung Palestina pada Minggu, 5 November.
Aaliyah Massaid membagikan potret Abidzar Al Ghifari ketika bertemu di aksi mendukung Palestina pada Minggu, 5 November 2023 (Instagram)

Diberitakan, aksi boikot produk pro Israel yang gencar di media sosial sangat berpengaruh kepada sejumlah brand kenamaan dunia.

Sejumlah brand kenamaan dunia yang terafiliasi dengan Israel kini dilanda kebangrutan massal karena gerakan boikot.

Salah satunya adalah kedai kopi asal Amerika, Starbucks yang merugi Rp186 triliun.

Starbucks kini mem-PHK karyawan dan menutup belasan gerainya.

Diketahui memang banyak perusahaan asal Amerika yang mulai menawarkan dukungan kepada Israel untuk melakukan serangan.

Sejak konflik antara Israel dan Hamas meletus pada 7 Oktober 2023 lalu, serangan tersebut menewaskan 18.000 warga Gaza.

Alasan ini sontak mendorong warga dunia untuk gencar melakukan gerakan Boycott, Divestment, Sanctions (BDS).

Gerakan ini salah satunya adalah aksi boikot terhadap produk-produk yang terafiliasi atau mendukung Israel.

Seruan untuk melakukan boikot ini gencar dilakukan oleh generasi muda melalui jejaring media sosial seperti TikTok.

Awalnya aksi boikot ini dimaksudkan untuk menekan Israel dari segi ekonomi.

Sehingga Israel nantinya tidak dapat lagi membiayai operasional angkatan militernya di jalur Gaza.

Starbucks sendiri sebenarnya tidak memberikan dukungan finansial untuk Israel.

Namun perusahaan tersebut baru-baru ini menggugat serikat pekerjanya yang memberikan dukungan untuk Palestina.

Imbasnya, sejumlah negara kompak melakukan aksi boikot pada Starbucks hingga perusahaan merugi 12 miliar dolar AS atau setara Rp186 triliun (satuan kurs Rp15.528).

Baca juga: Kumpulan Merek Kurma Israel yang Dihindari Dibeli Beserta Ciri-cirinya, Simak Pula Kurma yang Aman

Tak hanya itu, akibat dari Gerakan BDS, saham Starbucks turun 1,6 persen.

Hal ini menandai penurunan terpanjang sejak perusahaan tersebut berdiri pada tahun 1992.

Dampak dari kerugian finansial ini, seorang karyawan Starbucks asal Maroko yang tak disebutkan namanya melaporkan soal fakta baru.

Yakni bahwa perusahaan sudah menginfokan beberapa staf bahwa mereka akan dipecat.

Hal itu menyusul penjualan yang turun signifikan akibat aksi boikot yang sedang berlangsung.

"Starbucks turut mengumumkan keputusan mereka untuk menghentikan 18 operasi tokonya yang ada di Maroko mulai 15 Desember," katanya.

"Seiring dengan menurunnya laba penjualan akibat aksi boikot," jelas karyawan Starbucks tersebut, dikutip dari Morocco World News.

Berikut ini 7 menu non-kopi Starbucks yang rendah kalori.
Gerai Starbucks merugi akibat aksi boikot (Unsplash/Kinsey)

Pemecatan serupa juga menyasar karyawan Starbucks di gerai cabang Mesir.

Sumber kepercayaan The New Arab menyebut bahwa perusahaan mulai memangkas karyawan akibat penjualan yang turun pasca boikot.

"Saat ini, perusahaan memangkas pengeluaran dan memaksa pekerja yang tersisa untuk kerja lebih keras daripada yang seharusnya untuk mengkompensasi kekurangan staf," ujar karyawan Starbucks di gerai cabang Mesir.

Melansir Tribunnews.com, pihak Starbucks hingga kini masih belum memberikan komentar apapun terkait pemecatan akibat boikot.

Namun organisasi hukum dan HAM asal Mesir, The Egyptian Centre for Economic and Social Rights (ECESR) mengutuk laporan PHK.

Lembaga tersebut menilai, tindakan pemecatan yang dilakukan Starbucks telah melanggar undang-undang ketenagakerjaan Mesir.

"Undang-undang ketenagakerjaan Mesir menetapkan bahwa jika pemberi kerja ingin mengurangi tenaga kerjanya karena alasan keuangan."

"Perusahaan tersebut secara hukum diwajibkan untuk mengajukan permintaan perampingan perusahaan sebelum sebuah komite (di biro tenaga kerja) dibentuk khusus untuk tujuan ini," kata serikat pekerja ECESR.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved