Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Berita Lamongan

Alasan Program Beras untuk Ribuan ASN di Lamongan Dihentikan Sementara, Sekda Singgung Harga Gabah

Harga beras yang masih naik turun dipasaran berpengaruh dengan jatah beras untu para ASN di Lamongan.

Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Sudarma Adi
TRIBUNJATIM.COM/HANIF MANSHURI
Para ASN di lingkungan Pemkab Lamongan saat apel setiap tanggal 17 belum lama ini 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Hanif Manshuri

TRIBUNJATIM.COM, LAMONGAN - Harga beras yang masih naik turun dipasaran berpengaruh dengan jatah beras untu para ASN di Lamongan.

Terhitung sejak tiga bulan terakhir, program beras ASN dihentikan untuk sementara.

Para ASN sementara diganti uang sesuai dengan jatah beras yang diterimakan setiap bulannya.

"Tiga bulan tidak menerima jatah beras, tapi sudah diganti uang," kata seorang ASN Hidayah, Senin (1/4/2024).

Para ASN tidak mempermasalahkan  program beras ASN distop sementara.  Karena telah diganti dengan uang sesuai jatah beras yang rutin diterimakan sebelumnya.

Baca juga: Cegah Kecurangan Penjualan BBM, Polisi Lamongan Sidak Semua SPBU, ini Hasilnya

Sekda Lamongan, M. Nalikan dikonfirmasi terkait dihentikannya jatah beras ASN untuk sementara menurutnya bukan dihentikan.  Tapi karena terdapat beberapa kendala yang mengakibatkan pendistribusian beras untuk ASN menjadi tersendat.

Diungkapkan, sejumlah faktor yang menjadi penyebab diantaranya, pihak  penyedia kesulitan mencari gabah,  karena harga yang terlalu tinggi.

"Selain itu, para ASN juga berharap mendapat beras dengan kualitas bagus yakni kualitas medium plus," ungkap Nalikan, Senin (1/4/2024).

Agar pendistribusian beras ASN  kembali berjalan seperti sediakala,  Pemkab Lamongan  dalam waktu dekat akan segera merumuskan untuk mengambil solusi yang terbaik,  untuk membantu menyerap gabah petani Lamongan.

"Kita (Pemkab)  masih mencari solusi agar pendistribusian beras untuk ASN  bisa kembali dilakukan," katanya. 

Direktur Perumda Aneka Usaha Lamongan Jaya, Agung Yulianto  yang dipercaya mengelola pendistribusian beras ASN  mengakui,  terhitung sejak bulan Januari hingga awal April  distribusi program beras untuk ASN  di lingkup Pemkab Lamongan dihentikan untuk sementara waktu.

Keputusan tersebut didasarkan karena harga beras di pasaran tidak stabil atau cenderung fluktuatif dikisaran Rp  16 ribu perkilogramnya. 

Baca juga: BRI Lamongan Prihatin atas Kejadian yang menimpa Agen BRILink di Desa Kemlagi dan Pasar Sugio

Sedangkan saat harga normal untuk ASN sebesar Rp 10.500  perkilo."Beras untuk ASN dihentikan sementara. Dan pada saatnya nanti akan diberlakukan lagi," kata Agung.

Namun pihaknya belum bisa memastikan kapan akan diberlakukan lagi, karena di pasaran harga beras masih tinggi. "Untuk itu solusi sementara adalah stop dulu agar tidak timbul gejolak," katanya.

Ditanya total ASN penerima beras program sebanyak  4300 ASN,  dengan kebutuhan beras mencapai 80 hingga 81 ton setiap bulannya.

Pihaknya berharap dalam waktu dekat akan segera ada solusi untuk  membantu menyerap gabah petani di Lamongan

Sumber: Tribun Jatim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved