Berita Madura

Stok BBM di Sumenep Madura Dipastikan Aman hingga Hari Raya Idul Fitri 2024

Stok BBM di Sumenep Madura dipastikan aman hingga Hari Raya Idul Fitri 2024, baik di daratan maupun kepulauan.

Penulis: Ali Hafidz Syahbana | Editor: Dwi Prastika
Tribun Jatim Network/Purwanto
Ilustrasi stok BBM - Antrean kendaraan di SPBU di Kota Malang Rabu (31/8/2022). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Ali Hafidz Syahbana

TRIBUNJATIM.COM, SUMENEP - Stok Bahan Bakar Minyak (BBM) dalam menghadapi Hari Raya Idul Fitri 1445 H/2024 di Sumenep, Madura, dipastikan aman.

Hal itu disampaikan Kabag Perekonomian Setdakab Sumenep, Dadang Dedy Iskandar, berdasarkan hasil pengecekan sejumlah SPBU, jelang arus mudik Lebaran 2024.

"Jelang Lebaran Hari Raya Idul Fitri 1445 H stok BBM aman, baik daratan dan kepulauan sampai setelah Lebaran," tutur Dadang Dedy Iskandar pada Senin (1/4/2024).

Jadi, lanjutnya, masyarakat tidak perlu khawatir terjadi kekosongan.

Karena dari sebelumnya, pihaknya tengah mengusulkan kebutuhan dan konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) baik Solar, maupun Pertalite dari pihak Pertamina.

Dan usulan tersebut, kata Dadang Dedy Iskandar, sudah diterima dengan penambahan kuota sebesar 5 persen atau setara 93.130 kl lebih besar dari tahun 2023 yang hanya mencapai 84.669 kl.

"Pemkab Sumenep dapat tambahan kuota JBT (Bio Solar) sebesar 48.476 kl dan JBKP (Pertalite) sebesar 44.654 kl. Ada tambahan 5 persen dari tahun 2023 kemarin," paparnya.

Kalau pada tahun 2023 lalu, kuota JBT dan JBKP Sumenep hanya ada di angka 84.669 kl yang secara keseluruhan sudah terserap habis 100 persen pada Desember 2023 untuk Solar atau JBT, sedangkan untuk JBKP atau Pertalite relatif stabil di akhir tahun.

Baca juga: Antisipasi Kecurangan Pengisian BBM Rugikan Masyarakat Jelang Lebaran, Polres Gresik Tinjau SPBU

"Kebutuhan Solar kita memang pada bulan Oktober 2023 sempat langka dalam beberapa hari, karena secara konsumsi di bulan Oktober itu sudah mencapai 32.751 kl. Tapi pada Desember sudah 100 persen habis, untuk Pertalite stabil, nanti kita akan perketat pengawasan di bawah agar tidak sampai terjadi penyalahgunaan," terangnya.

Pihaknya berharap, bagi semua SPBU agar konsumsi JBT atau Solar di masyarakat bisa benar-benar sesuai peruntukan dan kebutuhannya.

Sehingga tidak akan ada lagi kelangkaan solar di nelayan atau di bawah.

"Kalau konsumsi BBM kita ini tepat guna, saya rasa nelayan kita tidak akan mengalami kelangkaan atau kekurangan Solar. Makanya, kami berharap penyaluran BBM di SPBU itu harus sesuai dengan kebutuhan saja," harapnya.

"Yang jelas bersama pihak Pertamina, kita akan lakukan pengawasan secara ketat dan jika ditemukan ada yang bermain di bawah, maka siap-siap untuk menerima sanksi bagi siapa saja," tegasnya.

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved