Berita Bangkalan

Angin Puting Beliung Belum Beranjak dari Bangkalan, Kali Ini Terlihat di Dekat UTM

Dalam dua hari terakhir, linimasa media sosial diramaikan dengan kehadiran pusaran angin puting beliung di langit Kabupaten Bangkalan. 

Penulis: Ahmad Faisol | Editor: Januar
Tribun Jatim Network
KOLASE : Penampakan pusaran angin puting beliung yang direkam kamera video ponsel warga dari tiga lokasi berbeda; kawasan Kampus UTM di Desa Telang dan Desa Buluh, Kecamatan Kamal serta warga di Desa/Kecamatan Socah, Kamis (23/4/2026) siang 

Ringkasan Berita:
  • Dalam dua hari terakhir, fenomena pusaran angin puting beliung muncul di Bangkalan—awal di perairan dekat Jembatan Suramadu, lalu terlihat kembali di daratan sekitar Universitas Trunojoyo Madura (UTM), disertai cuaca berubah cepat (awan gelap, hujan, lalu panas).
  • Menurut BPBD mengutip BMKG, fenomena ini terjadi karena perbedaan suhu signifikan yang memicu arus udara naik (updraft) dan pembentukan awan cumulonimbus

 

Laporan wartawan TribunJatim.com, Ahmad Faisol

TRIBUNJATIM.COM, BANGKALAN - Dalam dua hari terakhir, linimasa media sosial diramaikan dengan kehadiran pusaran angin puting beliung di langit Kabupaten Bangkalan

Setelah memutar kencang hingga di permukaan perairan Selat Madura sisi Timur Jembatan Suramadu, Rabu (22/4/2026), pusaran angin berbentuk corong spiral kembali menggelayut di atas langit kawasan Universitas Trunojoyo Madura (UTM), Desa Telang, Kecamatan Kamal, Kamis (23/4/2026) siang.  

Pusaran awan kali ini terlihat berayun-ayun di atas area kosong atau persawahan, tidak di atas permukaan laut seperti sehari sebelumnya. Kejadian tersebut tidak hanya menjadi sasaran kamera video ponsel mahasiswa UTM, namun juga warga dari desa tetangga seperti Desa Buluh, Kecamatan Kamal hingga warga di Desa/Kecamatan Socah. 

Hingga pukul 14.28 WIB, awan berwarna hitam pekat masih menyelimuti langit di kawasan sisi Selatan Kota Bangkalan. Hujan dengan intensitas rendah-sedang sesekali datang sesaat kemudian pergi diiringi kemunculan terik panas matahari.

Fenomena kemunculan pusaran awan puting beliung, hujan dan terik panas sesaat yang datang silih berganti disebut Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bangkalan, Moch Zainul Qomar disebabkan terjadinya perbedaan suhu yang signifikan, antara permukaan tanah yang panas dan udara di atasnya.

Baca juga: Ngerinya Angin Puting Beliung di Dekat Jembatan Suramadu, Berpacu di Belakang Perahu Nelayan

 

"Mengutip keterangan dari BMKG, adanya pergerakan udara naik (updraft) yang kuat memicu terbentuknya pusaran angin akibat tidak stabilnya atmosfer. Saat itulah berkembang awan cumulonimbus yang matang," ungkap Qomar. 

Ia menjelaskan puting beliung adalah angin kencang dan berputar (vortex) dengan kecepatan tinggi yang terjadi dalam waktu singkat, biasanya disertai hujan lebat, petir, dan angin kencang.

"Fenomena ini umumnya berasal dari awan Cumulonimbus yaitu awan tebal menjulang tinggi yang sering menimbulkan cuaca ekstrem," jelas Qomar. 

Kenali Tanda-tanda Sebelum Datang Puting Beliung

Qomar mengimbau masyarakat untuk mengenali tanda-tanda sebelum kedatangan angin puting beliung yang dalam dua hari terakhir muncul di langit Kabupaten Bangkalan. Dengan harapan, bisa meminimalisir dampak yang ditimbulkan. 

"Beberapa tanda sebelum terjadi puting beliung yakni, udara terasa panas dan gerah pada pagi hingga siang hari, muncul awan gelap tebal atau cumulonimbus, awan bergerak cepat dan membentuk gulungan seperti kapas, dan terjadi hujan lebat disertai angin kencang yang datang secara tiba-tiba," papar Qomar.

Adapun karakteristik dari angin putin beliung, lanjutnya, biasanya terjadi dalam waktu singkat antara 5 menit hingga 30 menit, bersifat lokal atau cakupan areanya sempit, kecepatan angin dapat merusak bangunan, dan sering terjadi pada waktu siang maupun sore hari. 

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved