Berita Surabaya

Layanan Immunoterapi Terobosan dr. Terawan Bisa Diakses Masyarakat di RS Bhayangkara Surabaya

Layanan Immunoterapi Terobosan dr. Terawan Bisa Diakses Masyarakat di RS Bhayangkara Surabaya satu-satunya di jatim

Penulis: Luhur Pambudi | Editor: Samsul Arifin
TribunJatim.com/Luhur Pambudi
Saat dr. Terawan memberikan intervensi kesehatan kepada Kapolda Jatim Irjen Pol Imam Sugianto di Klinik Immunoterapi by dr. Terawan, RS Bhayangkara Surabaya 

Kemudian, pada hari kelima, hasil.  Dendritik Sel tersebut dipertemukan dengan musuh, namanya Antigen. 

"Untuk memacu agar dendritik selnya bekerja, karena dia dari prematur atau muda dibikin menjadi dewasa," terangnya. 

Setelah sel menjadi dewasa, sel tersebut harus dihadapkan pada masalah, agar mengerti masalah yang akan dihadapi. Proses tersebut membutuhkan waktu selama dua hari. 

"Rampung satu minggu, kita cuci kita bersihkan sehingga tinggal dendritiknya saja. Dari dendritik itu saja, sehingga tinggal 1 cc itu disuntikkan ke badan kita secara sub mutan dibawah kulit," katanya. 

dr. Terawan menjelaskan, setelah cairan dendritik sel tersebut disuntikkan. Maka sel tersebut akan bekerja secara langsung. 

Yakni dengan menurunkan kondisi peradangan atau inflamasi; entitas terpenting dalam sistem pertahanan atau kekebalan tubuh manusia. 

"Begitu dia bekerja, maka inflamasi pertama, akan turun. Kalau inflamasi turun, bisa dibayangkan, otomatis bisa ditekan, nyaman. Otomatis juga tidurnya enak nyaman. Sehingga kualitas hidup kita bisa enak," katanya. 

dr. Terawan bersyukur immunoterapi terobosannya ini dapat disediakan di RS Bhayangkara Surabaya, sehingga dapat memberikan kemanfaatan secara terus menerus kepada masyarakat. 

Fasilitas layanan kesehatan di klinik Immunoterapi RS Bhayangkara Surabaya, menurutnya dapat mendukung proses penelitian riset berkelanjutan terhadap Immunoterapi. 

Apalagi laboratorium yang dimiliki RS Bhayangkara Surabaya berstandar ISO. Sehingga, menurut dr. Terawan, dapat memberikan riset-riset kesehatan yang semakin maju dan berkembang. 

Dan tidak menutup kemungkinan, RS Bhayangkara Surabaya juga dapat menerbitkan jurnal-jurnal yang berkualitas internasional; Scopus terindeks tertinggi Q1, yang bakal membanggakan di institusi Polri. 

"Saya akan mensupportnya. Karena pelayanan kesehatan tanpa  didukung dengan terus perkembangan riset, tidak akan mengalami kemajuan," ujarnya. 

"Riset itu seperti tambang. Makin digali, kalau tambang habis riset itu, atau ilmu pengetahuan, makin menjadi berkembang dan menghasilkan," pungkasnya. 

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved