Berita Probolinggo

PHDI Probolinggo Tetapkan Perayaan Yadnya Kasada 2024

Ritual Yadnya Kasada oleh Umat Hindu Suku Tengger akan digelar pada Jum'at-Sabtu (21-22/4/2024) mendatang. Dalam pelaksanaan ini nantinya, akan terbuk

Penulis: Ahsan Faradisi | Editor: Ndaru Wijayanto
tribunjatim.com/Ahsan Faradisi
Perayaan Yadnya Kasada suku Tengger 2024 akan dilaksankan pada tanggal 21 sampai 22 mendatang 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Ahsan Faradisi

TRIBUNJATIM.COM, PROBOLINGGO- Ritual Yadnya Kasada oleh Umat Hindu Suku Tengger akan digelar pada Jum'at-Sabtu (21-22/4/2024) mendatang. Dalam pelaksanaan ini nantinya, akan terbuka untuk umum.

Pelaksanaan Yadnya Kasada ini berdasarkan surat edaran Perisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Probolinggo nomor : 405/Pemb/PHDI-KAB/IV/2024 dan Ritual Yadya Kasada secara spiritual berlaku bagi siapa dan dari mana saja asalnya.

"Untuk ritual Yadnya Kasada akan dimulai Jum'at malam dengan diawali ritual di Pura Luhur Poten, dan Sabtu dinihari hingga pagi dilaksanakan Ritual Yadnya Kasada," kata Ketua PHDI Kabupaten Probolinggo, Bambang Suprapto, Senin (10/6/2024).

Sebelum Ritual Yadnya Kasada, menurut Bambang, ada rangkaian pelaksanaan, diantaranya Mendak Tirta, atau pengambilan air suci, hinga pembuatan ongkek, atau sesaji yang nantinya untuk dilabuh.

"Termasuk rangkain lain yang dilaksanakan Pemkab Probolinggo yakni resepsi yang pada tahun ini akan dilaksanakan di daerah Seruni Poin, dan tidak dilaksanakan di Pendopo Agung," ujar Bambang.

Baca juga: Puncak Yadnya Kasada, Masyarakat Tengger Gelar Ritual Larung Sesaji di Kawah Gunung Bromo

Dalam pelaksanaan nantinya, lanjut Bambang, warga Suku Tengger harus berpakaian adat, membawa peralatan upacara, membawa hasil bumi untuk dilabuh, identitas lain yang mengategorikan, atau menandakan akan berupacara.

"Selain pelaksanaan dan ketentuan, hasil dari rapat tersebut juga ada larangan, yakni bagi masyarakat maupun Umat Hindu, dilarang membawa sound system dan motor knalpot brong, karena akan bikin gaduh," tuturnya.

Untuk mencegah gangguan pada saat pelaksanaan Yadnya Kasada, menurut Bambang, pihaknya nanti akan memperketat penjagaan di pintu masuk. Sehingga, jika larangan akan dilanggar, oleh petugas akan dicegat.

"Untuk mengantisipasi warga dan umat Hindu yang membawa sound system, dan knalpot brong, maka di pintu masuk akan ada petugas yang akan merazia," pungkasnya.

Baca juga: Selama Ritual Yadnya Kasada di Gunung Bromo, Wisatawan Hanya Boleh Masuk Sampai Cemoro Lawang

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved