Ekonom Sebut Penarikan Dana Muhammadiyah dari BSI Bukan Masalah Serius

Pakar Ekonomi Syariah sebut penarikan dana Muhammadiyah dari Bank Syariah Indonesia (BSI) bukan masalah serius. Ini alasannya.

Penulis: Fikri Firmansyah | Editor: Dwi Prastika
Istimewa
Pegawai BSI saat sedang berinteraksi dengan nasabah setia BSI. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Fikri Firmansyah

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Isu Muhammadiyah hendak menarik dana dari Bank Syariah Indonesia (BSI) sedang ramai diperbincangkan.

Sejumlah media mengabarkan, besaran penarikan dana tersebut cukup fantastis, yaitu mencapai Rp 15 triliun.

Terkait isu tersebut, Pakar Ekonomi Syariah Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya, Dr Imron Mawardi SP MSc mengatakan, penarikan dana oleh Muhammadiyah bukan masalah serius bagi BSI.

Hal itu tidak mencerminkan masalah yang lebih luas pada sektor perbankan syariah di Indonesia.

Terkait Muhammadiyah akan mengalihkan dana tersebut ke bank-bank syariah lain, kata Imron, hal ini memungkinkan terciptanya persaingan yang sehat antar bank syariah di Indonesia.

"Pimpinan Pusat Muhammadiyah hanya memberi alasan normatif," ungkap Imron, Kamis (20/6/2024).

Iapun lantas menjelaskan beberapa isu yang berkembang terkait penarikan dana tersebut.

Satu di antara isu yang berkembang adalah terdapat ketidaksesuaian kebijakan antara Muhammadiyah dan BSI.

Muhammadiyah menganggap bahwa kebijakan BSI lebih berpihak kepada korporasi. Sedangkan Muhammadiyah lebih menginginkan untuk mengayomi UMKM.

Baca juga: Sambut Idul Adha 1445 Hijriah, BSI Salurkan 9.390 Hewan Potong ke Seluruh Indonesia

Selain itu, Imron juga menambahkan terkait isu lain.

Menurutnya, penarikan dana tersebut berkaitan dengan ketiadaan privilese Muhammadiyah di BSI.

Padahal Muhammadiyah telah menempatkan dana yang cukup besar pada bank syariah tersebut.

Dampak Penarikan Dana

Meskipun besaran penarikan dana mencapai angka triliunan rupiah, Imron menyatakan, hal tersebut bukan masalah serius bagi BSI.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved