Berita Surabaya

Permudah Warga Akses Layanan 1 Ambulans 1 Kelurahan, Komisi D DPRD : Hindari Prosedural Birokratif

Komisi D DPRD Surabaya meminta Pemkot Surabaya mempermudah layanan kesehatan 1 kelurahan 1 ambulans.

Tayang:
Penulis: Nuraini Faiq | Editor: Samsul Arifin
Istimewa
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat meluncurkan program layanan 1 kelurahan 1 ambulans. 

Laporan Wartawan Tribun Jatim, Nuraini Faiq

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Komisi D DPRD Surabaya meminta Pemkot Surabaya mempermudah layanan kesehatan 1 kelurahan 1 ambulans.

Layanan yang menembus kampung di setiap kelurahan itu harus memudahkan setiap warga yang sakit untuk mendapatkan hantaran ke rumah sakit dari kampung mereka.

Wakil Ketua Komisi D DPRD Surabaya Ajeng Wira Wati mendesak agar layanan yang langsung menyentuh masyarakat di 153 kelurahan ini tidak birokratif.

"Harus sesuai mekanisme tapi jangan prosedural," ungkap legislator Partai Gerindra ini, Selasa (23/7/2024).

Masyarakat harus makin mudah mengakses dan mendapatkan layanan kesehatan tingkat kampung ini.

Baca juga: DPRD Surabaya Terus Pacu Optimalisasi Kinerja jelang Akhir Masa Bakti

Cukup dengan menghubungi call center, nomor yang mudah dihubungi, atau nantinya bisa melalui aplikasi.

Komisi D mendukung penuh akses layanan ini dibuat paling mudah.

Ajeng mengapresiasi akselerasi layanan kesehatan yang saat ini tengah diluncurkan Pemkot Surabaya itu. Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi yang me-launching langung layanan 1 kelurahan 1 ambulan. Artinya mobil ini akan menembus seluruh kampung di Surabaya memberi layanan kesehatan.

Ajeng menilai, layanan yang langsung menyentuh masyarakat seperti ini yang dinantikan. Masyarakat dipapak dan mereka yang sakit bisa diantarkan ke pusat layanan kesehatan. Mereka yang dalam keadaan sakit sudah tidak lagi berpikir naik apa ke rumah sakit.

"Kita juga mengimpikan kelurahan, RW, RT, lebih paham akan kondisi kesehatan warganya. Sampaikan kepada masyarakat kalau saat ini ada layanan gratis 1 kelurahan 1 ambulan," tambah Ajeng.

Baca juga: Solusi Parkir KBS Imbas Pengunjung Digetok Rp 35 Ribu, Pemkot Surabaya Lakukan Langkah-langkah Ini

Layanan kesehatan adalah prioritas yang harus sampai di masyarakat. Orang yang sakit di Surabaya harus segera tertangani. Yang paling penting menurut Ajeng tetap jangan dipersulit secara administratif. Saat ini warga Surabaya semua tercover BPJS.

Cukup dengan menunjukkan KTP, warga Surabaya sudah terlayani di hampir setiap rumah sakit di Surabaya. Sebelumnya Pemkot juga menyiapkan program 1 RW 1 tenaga kesehatan (nakes). Kini 1 kelurahan 1 ambulans. Warga Surabaya jadi nyaman meski sedang sakit.

Kerahkan Ratusan Ambulans

Layanan 1 kelurahan 1 ambulans tersebut untuk melayani antar-jemput pasien berobat  tanpa sewa kendaraan. Ajeng mengakui bahwa salah satu keluhan warga adalah saat sakit sulit mendapatkan ambulans. Nantinya hal ini tidak ada lagi.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved